TNI Kembali Evakuasi Satu Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo

Endy Langobelen

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi jenazah warga sipil korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. (Foto: Dok. Koops TNI Habema)

Proses evakuasi jenazah warga sipil korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. (Foto: Dok. Koops TNI Habema)

YAHUKIMO – Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi satu dari tiga jenazah warga sipil korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Proses evakuasi berlangsung pada Jumat (31/7/2026) dengan medan yang sangat sulit karena jenazah berada di dasar longsoran sedalam sekitar 50 meter.

Korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi diketahui bernama Teina Alya, warga asal Unaukam. Menurut Koops TNI Habema, korban merupakan salah satu dari tiga warga sipil yang menjadi korban penembakan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa operasi evakuasi dilakukan setelah adanya permintaan dari keluarga korban.

“Pada beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 27 Juli 2026, pihak keluarga almarhumah membuat video pernyataan yang disampaikan oleh Bapak Bison Male (Kepala Suku Una Ukam sekaligus Kepala Distrik Bomale), mewakili keluarga almarhumah Teina Alya, yang berisi permohonan bantuan evakuasi kepada pihak TNI melalui Kodim Yahukimo karena akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga,” ujarnya.

Menindaklanjuti permohonan tersebut, personel Koops TNI Habema segera menyusun rencana operasi dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keamanan personel, kondisi medan hingga penghormatan terhadap korban dan keluarganya.

Baca Juga :  Bayi yang Ditemukan di Tempat Sampah RSUD Mimika Meninggal Dunia

Berdasarkan hasil pengamatan menggunakan drone, posisi jenazah berada di dasar longsoran Kali Kolof dengan kedalaman sekitar 50 meter dan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penembakan.

“Hal ini mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah yang dilakukan oleh kelompok OPM,” kata Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

Proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara biasa. Tebing yang curam mengharuskan personel menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling.

Sebelum proses penyelamatan dilakukan, personel terlebih dahulu mengamankan titik-titik ketinggian di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada potensi gangguan selama operasi berlangsung.

Setelah situasi dinyatakan aman, tiga personel Koops TNI Habema diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang.

Dengan penuh kehati-hatian, jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan diangkat secara bertahap hingga berhasil dievakuasi ke atas tebing.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk menjalani penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, serta kepala suku guna dimakamkan sesuai adat istiadat dan keyakinan keluarga.

Koops TNI Habema menyebut keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

Baca Juga :  Lima Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI

“Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur Pemda, masyarakat, Apkam yang terlibat serta mencerminkan komitmen Koops TNI Habema dalam menjalankan setiap tugas secara profesional, terukur, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

“Kami menegaskan bahwa tugas TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan kemanusiaan ketika menghadapi situasi darurat. Dalam kondisi apa pun, keselamatan masyarakat dan penghormatan terhadap setiap korban tetap menjadi prioritas,” katanya.

Di akhir keterangannya, Koops TNI Habema juga mengajak seluruh pihak untuk menghindari tindakan kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa serta menyelesaikan setiap persoalan melalui jalan damai.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Permasalahan yang ada hendaknya diselesaikan melalui cara-cara yang damai demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif serta keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir yang Sempat Ditahan KKB di Jayawijaya Ditemukan dalam Kondisi Terbakar, TNI Lakukan Evakuasi
1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika
Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika
Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror
Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror
Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja
Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika
Kasus Sajam di Kwamki Narama: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 5 Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:40 WIT

Sopir yang Sempat Ditahan KKB di Jayawijaya Ditemukan dalam Kondisi Terbakar, TNI Lakukan Evakuasi

Senin, 14 September 2026 - 15:25 WIT

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Minggu, 13 September 2026 - 18:14 WIT

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 23:22 WIT

Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Rabu, 9 September 2026 - 22:16 WIT

Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror

Berita Terbaru