Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport

Ahmad

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama dalam peringatan hari buruh internasional (May Day) yang berlangsung di Multipurpose Room Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, Jumat (1/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Foto bersama dalam peringatan hari buruh internasional (May Day) yang berlangsung di Multipurpose Room Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, Jumat (1/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 menjadi panggung bagi para pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk merefleksikan harmoni industri dan perlindungan hak pekerja.

Bertempat di Multipurpose Room Kuala Kencana, Mimika, pada Jumat (1/5/2026), tiga organisasi besar serikat pekerja menyampaikan pesan visioner mengenai pentingnya kolaborasi strategis antara buruh, perusahaan, dan pemerintah.

Peringatan tahun ini mempertemukan tiga kekuatan utama pekerja di wilayah tambang tersebut, yakni Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP KEP SPSI); Dewan Pengurus Komisariat Federasi Pertambangan dan Energi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPK FPE KSBSI); serta Serikat Pekerja Mandiri Papua (SPMP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui tema “Solidarity in Safety, Unity in Prosperity”, para pemimpin serikat menegaskan bahwa keselamatan kerja adalah fondasi mutlak sebelum berbicara mengenai produktivitas.

Ketua PUK SP KEP SPSI PTFI, Yudha Noya, menekankan bahwa serikat pekerja kini bertransformasi menjadi mitra strategis perusahaan, bukan lagi sekadar elemen oposisi.

Baca Juga :  Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus

Dalam sambutannya, Yudha menyerukan komunikasi terbuka sebagai kunci menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

Ia menekankan bahwa kesejahteraan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika pekerja meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, sementara manajemen tetap menempatkan aspek keselamatan jiwa sebagai prioritas tertinggi di atas segalanya.

“Kepada manajemen perusahaan, kami berharap sinergi dan komunikasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, demi terciptanya hubungan kerja yang saling menghargai dan berkelanjutan, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” ungkap Yudha.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPK FPE KSBSI PTFI, Makmeser Kafiar, menyoroti aspek jaminan keamanan kerja di tengah bayang-bayang pemutusan hubungan kerja (PHK), tidak hanya di perusahaan besar namun juga di perusahaan-perusahaan mitra.

Makmeser mendorong adanya pengawasan ketat terhadap aturan ketenagakerjaan yang baru agar pekerja dapat menjalankan kewajibannya tanpa rasa takut.

“Kita harus ada jaminan dalam bekerja dan ancaman PHK, bukan hanya PTFI tapi juga perusahaan kecil. Jadi kita kerja harus dengan rasa aman,” ujarnya.

Ia memimpikan masa depan di mana perayaan May Day bukan lagi menjadi ajang tuntutan, melainkan perayaan kemakmuran karena aspirasi buruh telah terakomodasi secara sistematis.

Baca Juga :  KNPI Kota Jayapura dukung Muara Tami Jadi Dapil Tersendiri

Di sisi lain, Ketua SPMP PTFI, Virgo Solossa, memberikan pandangan kritis terkait peran regulasi negara dalam menjaga keadilan bagi kaum buruh.

Virgo menggarisbawahi pentingnya kehadiran pemerintah dalam mengawasi implementasi aturan outsourcing dan penempatan tenaga kerja agar tidak terjadi kesewenang-wenangan.

“Kami sangat berharap pemerintah hadir dan membuat regulasi, dan perusahaan dapat memberikan hal-hal yang baik,“ ungkap Virgo.

Salah satu poin krusial yang juga disuarakan adalah peninjauan kembali kebijakan pajak bagi buruh serta percepatan transformasi positif melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat Papua dan para pekerja tambang secara umum.

Perayaan yang berlangsung penuh khidmat dan semangat kekeluargaan ini ditutup dengan semangat persatuan untuk membawa industri pertambangan di Tanah Amungsa menuju era baru.

Sebuah era di mana kejayaan perusahaan berjalan selaras dengan kemakmuran para pekerjanya, menciptakan ekosistem industri yang sehat dan berkeadilan bagi generasi mendatang di Papua Tengah.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua
Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi
AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua
Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:54 WIT

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:33 WIT

Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Minggu, 27 September 2026 - 23:25 WIT

OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya

Berita Terbaru