WNA Asal Cina Meninggal saat Mendaki Puncak Cartenz

Endy Langobelen

Kamis, 17 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah pendaki asal Cina tiba di bandara Mozes Kilangin Timika. (Foto: Istimewa)

Jenazah pendaki asal Cina tiba di bandara Mozes Kilangin Timika. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Seorang pria yang merupakan pendaki asal Cina dikabarkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Puncak Cartenz, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (16/10/2024).

Informasi yang dihimpun Galeripapua.com, pendaki tersebut bernama Li Dongfei, berusia 62 tahun. Ia dilaporkan meninggal akibat kesalahan dalam pemasangan peralatan panjat untuk menuruni tebing sehingga terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Korban juga dikabarkan mengalami patah tulang pada bagian bahu dan dada sebelah kiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya seorang pendaki yang di jalur pendakian Puncak Cartenz.

Baca Juga :  Berantas Judi, Polsek Mimika Baru Tertibkan 5 Lokasi Judi King

“Ya (benar), intel lagi minta data,” ujar Kapolres I Komang via pesan WhatsApp, Kamis (17/10/2024).

Dia juga menyampaikan bahwa pendaki tersebut meninggal akibat human eror atau kesalahan yang dilakukan oleh korban itu sendiri.

“Memang infonya human eror. Kesalahan pada korban itu sendiri,” tuturnya.

Saat ditanya perihal legal tidaknya pendakian tersebut, I Komang menyebut pendakian itu dilakukan secara legal.

“Yang jelas kegiatan resmi, legal. Kegiatan pendakian 7 puncak gunung di dunia, salah satu di sini (Puncak Cartenz),” kata I Komang.

Saat ini, lanjut Kapolres, korban telah dievakusi. “Infonya sudah (dievakuasi),” pungkasnya.

Baca Juga :  Menuju Kemandirian Gereja, GKI Paulus Timika Laksanakan Sidang Jemaat Pertama

Informasi yang didapat Galeripapua.com, pada Kamis pagi, korban telah dievakuasi dari Yellow Valley Tembagapura menuju Heliped Intan Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan Heli Intan Angkasa jenis Airbus SA 315 B PK-IWV.

Luky Mahakena selaku Humas RSUD Mimika membenarkan adanya jenazah pendaki asal Cina yang dievakuasi ke RSUD Mimika. Luky menyampaikan jenazah tersebut tiba di RSUD Mimika pukul 09.00 WIT.

“Betul, Pak. (Tiba) jam 09.00 pagi tadi,” ujar Luky via pesan WhatsApp.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai
Staf Ahli Menteri UMKM: Festival Bukan Ujung Pengembangan UMKM
Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?
Pemuda Lintas Paguyuban Papua Sosialisasikan Forum Komunikasi
Pesawat Aman Air Bawa BBM Tergelincir di Bandara Mulia Puncak Jaya
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
Tiga Hari Galang Dana, Mahasiswa Papua Kirim Donasi untuk NTT
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:09 WIT

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:19 WIT

Staf Ahli Menteri UMKM: Festival Bukan Ujung Pengembangan UMKM

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIT

Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?

Minggu, 20 September 2026 - 04:47 WIT

Pemuda Lintas Paguyuban Papua Sosialisasikan Forum Komunikasi

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIT

Pesawat Aman Air Bawa BBM Tergelincir di Bandara Mulia Puncak Jaya

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT