10 Nakes Mimika Ikuti Konferensi Internasional Neurovaskular

Sabtu, 11 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para tenaga kesehatan profesional di Kabupaten Mimika berfoto bersama di sela-sela mengikuti Bali International Neurovascular Intervention Conference (BLINC) di Nusa Dua, Bali, pada 25-27 April 2024. (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

Para tenaga kesehatan profesional di Kabupaten Mimika berfoto bersama di sela-sela mengikuti Bali International Neurovascular Intervention Conference (BLINC) di Nusa Dua, Bali, pada 25-27 April 2024. (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung Tenaga Kesehatan (nakes) profesional di Kabupaten Mimika untuk memperluas pengetahuan dan teknologi terkini tentang neurovaskular, serta mengembangkan intervensi neurovaskular yang lebih baik dan efektif di Kabupaten Mimika maupun di Pulau Papua.

“Dukungan ini merupakan bagian dari program investasi sosial PTFI di bidang Kesehatan. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengirimkan 10 nakes mengikuti Bali International Neurovascular Intervention Conference (BLINC) di Bali pada 25—27 April lalu,” kata Manager-Community Health Development PTFI Daniel Perwira di Mimika, Sabtu.

Konferensi ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Indonesia. Menghadirkan 19 pembicara dari Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Sekitar 370 dokter dan perawat dari Indonesia dan mancanegara mengikuti kegiatan dan berbagi informasi serta pengetahuan terkini tentang pengobatan gangguan neurovaskular.

Adapun neurovaskular adalah istilah yang mengacu pada penyakit dan kondisi yang terkait dengan pembuluh darah otak, termasuk stroke.

Para nakes yang mengikuti konferensi ini antara lain Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra beserta jajaran, Direktur RSMM dr. Joni Tandisau, Direktur RS Waa Banti dr. Anita Sanjaya, Dokter spesialis RSUD dr. Shinta Florentia, dr. Ririn Ibrahim dari Puskesmas Timika dan Penanggung jawab PSC 119 dr. Ferdynand.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra mengatakan dukungan PTFI kepada para nakes sangat berarti untuk pengembangan pengetahuan para nakes.

Diketahui berdasarkan Survei Kesehatan Masyarakat Mimika 2022 ada peningkatan penyakit tidak menular di masyarakat Mimika seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Penyakit-penyakit tersebut sangat berkaitan dengan penyakit neurovaskular dan jantung.

“Dengan mengikuti konferensi ini membantu mereka mendapatkan insight terkini mengenai pengetahuan dan teknologi Neurovaskular serta membangun jejaring dengan pakar-pakar di tingkat nasional dan dunia,” katanya.

Baca Juga :  Apresiasi Personel TNI di Mimika, KSAD: Jangan Lengah di Medan Tugas

Reynold mengatakan para nakes mengikuti berbagai lokakarya dan diskusi panel dengan beragam topik yang penting bagi pengembangan pengetahuan, di antaranya terapi endovaskular untuk pengobatan stroke, penggunaan teknologi baru dalam, hingga pemantauan intraoperatif.

Chief Medical Officer (CMO) BLINC dr. Affan Priyambodo mengatakan stroke merupakan penyebab kecacatan paling banyak di Indonesia dan juga salah satu yang banyak menyebabkan kematian.

Data terkini menunjukkan terdapat hampir dua juta kasus stroke di Indonesia, namun baru sekitar 2.500-3.000 kasus yang bisa ditangani dengan tepat.

“Kegiatan BLINC mengundang pembicara-pembicara nasional dan internasional untuk melakukan transfer teknologi dan ilmu sehingga dokter dan perawat di Indonesia meningkat kemampuan kompetensi dan kemampuannya,” kata Affan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Mimika Akui Data Malaria Keliru, Target Eliminasi 2030 Diperkuat
Mimika Uji Coba Primakuin Dosis Tinggi untuk Kejar Eliminasi Malaria 2030
Petrosea Percepat Penanggulangan Malaria di Mimika, Ratusan Kelambu Dibagikan ke Masyarakat
Gedung C2 RSUD Mimika Rp242 Miliar: Solusi Overkapasitas, DPRK Minta Pengawasan Ketat
Tekan Kasus Malaria, Mimika Baru Bentuk Tim Kelurahan Berbasis Komunitas
Stunting dan Malaria Jadi Ancaman Ganda bagi Anak di Mimika
RSUD Mimika Bangun Ruang Rawat Inap Baru, Kapasitas Layanan Ditingkatkan
Lintasi Jembatan Rapuh, Nakes di Mimika Pertaruhkan Nyawa Demi Pelayanan

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 15:17 WIT

Bupati Mimika Akui Data Malaria Keliru, Target Eliminasi 2030 Diperkuat

Jumat, 24 April 2026 - 19:31 WIT

Mimika Uji Coba Primakuin Dosis Tinggi untuk Kejar Eliminasi Malaria 2030

Kamis, 16 April 2026 - 12:26 WIT

Petrosea Percepat Penanggulangan Malaria di Mimika, Ratusan Kelambu Dibagikan ke Masyarakat

Jumat, 10 April 2026 - 19:47 WIT

Gedung C2 RSUD Mimika Rp242 Miliar: Solusi Overkapasitas, DPRK Minta Pengawasan Ketat

Rabu, 8 April 2026 - 19:42 WIT

Tekan Kasus Malaria, Mimika Baru Bentuk Tim Kelurahan Berbasis Komunitas

Berita Terbaru

SMK Hermon melakoni SMA Negeri 6 dalam laga lanjutan Kapolda Cup II Mini Soccer 2026 tingkat SMA se-kabupaten Mimika pada Sabtu (16/5/2026) malam di Goldstone Arena, Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Olahraga

SMA Negeri 6 Tundukkan SMK Hermon 2-0 di Kapolda Cup II

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:14 WIT

Dua pemain SMA Taruna dan SMA SMRT 76 berhadapan dalam duel sengit lanjutan turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Ahmad)

Olahraga

Tekuk SMA SMRT 76, Taruna Segel Tiga Poin di Kapolda Cup II

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:52 WIT

Aksi penggawa SMK Negeri 2 Mimika saat menguasai bola dalam laga lanjutan Kapolda Cup II melawan SMA YPK Timika di Goldstone Arena, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Olahraga

SMKN 2 Mimika Pesta Gol, Lumat SMA YPK 6-1 di Kapolda Cup II

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:41 WIT