Bupati Mimika Akui Data Malaria Keliru, Target Eliminasi 2030 Diperkuat

Kevin Kurni

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Rettob, diwawancarai awak media usai mengikuti kegiatan Yudisium Sarjana Keperawatan Jalur Kerjasama Institut Nani Hasanuddin Periode I Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Emeneme Yauware, Timika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Bupati Mimika, Johannes Rettob, diwawancarai awak media usai mengikuti kegiatan Yudisium Sarjana Keperawatan Jalur Kerjasama Institut Nani Hasanuddin Periode I Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Emeneme Yauware, Timika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengakui bahwa pendataan kasus malaria di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, selama ini masih belum akurat, sehingga memengaruhi tingginya angka kasus yang tercatat.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika tetap memperkuat target eliminasi malaria hingga tahun 2030.

Hal itu disampaikan Johannes usai menghadiri Yudisium Sarjana Keperawatan Jalur Kerja Sama Institut Nani Hasanuddin Periode I Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Emeneme Yauware, Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Mimika selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan angka malaria tertinggi di Indonesia, bahkan menyumbang sekitar 30 persen dari total kasus nasional.

Namun, ia menilai angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih terdapat kekeliruan dalam sistem pencatatan pasien.

“Makanya di sini jadi pusat penelitian malaria, kenapa? Ternyata ada pendataan kita yang keliru. Jadi sekarang kami lagi hitung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wabah ASF Bisa Menular Lewat Sampah Sisa Makanan

Johannes menjelaskan, satu pasien bisa tercatat lebih dari satu kali saat berpindah fasilitas layanan kesehatan, seperti dari satu puskesmas ke puskesmas lainnya, sehingga data menjadi berlipat.

“Kalau datang periksa di puskesmas ini, sakit, tercatat satu, dia tidak tahan, dia pergi lagi ke puskesmas satu, dicatat dua. Padahal ini sebenarnya tidak benar, kita punya waktu enam bulan untuk bisa mencatat satu orang itu satu,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Mimika tetap berkomitmen kuat untuk menekan hingga mengeliminasi malaria melalui berbagai langkah strategis bersama pemerintah provinsi.

“Kita bertekad untuk menurunkan dan mengeliminasi malaria. Target kita sudah jelas toh. 2030 kita bisa menurunkan paling tidak 5%,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas kader malaria, penyediaan obat-obatan, hingga edukasi kepada masyarakat agar menjalani pengobatan secara tuntas.

Baca Juga :  Lawan Malaria, Dinkes Mimika Akan Luncurkan Program El Matador

“Banyak kader malaria yang kita didik. Obat-obat malaria terus kita datangkan. Tapi paling penting adalah mengedukasi masyarakat untuk minum obat, karena orang kita minum obat itu tidak tuntas, padahal harus tuntas,” katanya.

Selain penanganan medis, pemerintah juga menggencarkan upaya pencegahan melalui pembagian kelambu, penyemprotan, serta sosialisasi pola hidup sehat di lingkungan masyarakat.

Johannes menegaskan, keberhasilan eliminasi malaria tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga pada pembenahan infrastruktur dasar seperti drainase, saluran air, dan pengelolaan lingkungan.

“Tugas pemerintah yang lain adalah bagaimana kita membuat infrastruktur kita ini betul-betul baik. Genangan air, saluran air, dan lain-lain. Dan ini yang kita mau betulin dalam tahun ini,” tegasnya.

Johannes menegaskan, eliminasi malaria membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat agar target 2030 dapat tercapai secara maksimal.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Mimika Gandeng RSUD dan RSMM Jalankan Program MCU, Skema Subsidi Masih Dikaji
DPRK Soroti Kekosongan Pimpinan Puskesmas Jita, Kapus Bantah Ada Biaya Rujukan Pasien
Dua Kasus Kaki Gajah Ditemukan di Timika, Dinkes Mimika Kejar Target Bebas Filariasis 2030
Tanaman Obat Keluarga Kembali Digalakkan, Dinkes Mimika Siapkan Kader Sebagai Penyalur Edukasi
Dinkes Mimika Gencarkan Sosialisasi Medical Check Up untuk Usia Produktif
Semangat Bhayangkara untuk Negeri, Polda Papua Tengah Layani Ratusan Warga Melalui Bakti Kesehatan
Tekan Kasus Malaria, 48 Kampung di Nabire Bentuk Tim Pengendalian
Dinas Kesehatan Mimika Gelar Pelatihan Nakes Guna Perkuat Layanan Posyandu

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:44 WIT

Dinkes Mimika Gandeng RSUD dan RSMM Jalankan Program MCU, Skema Subsidi Masih Dikaji

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:51 WIT

DPRK Soroti Kekosongan Pimpinan Puskesmas Jita, Kapus Bantah Ada Biaya Rujukan Pasien

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:22 WIT

Dua Kasus Kaki Gajah Ditemukan di Timika, Dinkes Mimika Kejar Target Bebas Filariasis 2030

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:49 WIT

Tanaman Obat Keluarga Kembali Digalakkan, Dinkes Mimika Siapkan Kader Sebagai Penyalur Edukasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:46 WIT

Dinkes Mimika Gencarkan Sosialisasi Medical Check Up untuk Usia Produktif

Berita Terbaru

Jenazah korban tergeletak di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, dengan sejumlah panah menancap di sekujur tubuhnya. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Hukrim

Pembunuhan di Kwamki Narama, Polisi Buru Pelaku Utama

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:00 WIT

Ketua I KNPB Pusat Warpo Wetipo (kanan) didampingi Juru Bicara KNPB Pusat Ogram Wanimbo menyampaikan pernyataan sikap dalam aksi KNPB di Jayapura, Senin, 3 Agustus 2026. KNPB menyerukan pembukaan akses bantuan kemanusiaan internasional ke wilayah konflik di Papua serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur internasional. GaleriPapua/ Ikbal Asra.

Organisasi

KNPB Desak ICRC Tekan Indonesia Buka Akses Kemanusiaan di Papua

Senin, 3 Agu 2026 - 22:47 WIT

Aparat kepolisian hendak mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Kronologi Seorang Pria Tewas Ditembak Polisi di Mimika

Minggu, 2 Agu 2026 - 18:40 WIT