50 Persen Populasi Babi di Mimika Mati Akibat ASF

Jefri Manehat

Selasa, 19 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disnakkeswan Mimika menggunakan alat berat untuk mengubur bangkai babi yang mati akibat ASF. (Foto: Galeri Papua/Jefri Manehat)

Disnakkeswan Mimika menggunakan alat berat untuk mengubur bangkai babi yang mati akibat ASF. (Foto: Galeri Papua/Jefri Manehat)

MIMIKA – Setengah populasi babi di Kabupaten Mimika dilaporkan mati akibat Virus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, saat ditemui di Hotel Swiss-Belinn, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengag, Senin (18/3/2024).

“Sudah 50 persen atau sekitar 6 ribu ekor babi dari sekitar 11 ribu jumlah populasi babi di Mimika yang mati akibat ASF,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sabelina, masyarakat harus membantu pemerintah dalam hal menyelamatkan populasi babi yang masih tersisa.

Baca Juga :  KNPI Papua Tengah Resmi Kantongi SK, Rencana Pelantikan April di Paniai

“Kita harus selamatkan populasi yang tersisa dengan cara mengubur babi yang mati untuk memutuskan rantai penyebaran virus ASF karena sampai sekarang belum ada vaksin,” tuturnya.

“Untuk memutuskan rantai penyebaran virus ASF hanya dengan kubur bangkai babi yang mati. Kita berharap, masyarakat bisa membantu pemerintah guna memutus rantai penyebaran virus ASF,” imbuhnya.

Selain mengubur bangkai babi yang mati, biosecurity juga perlu dijaga oleh peternakan dengan menjaga kebersihan kandang dan tidak membiarkan orang dari luar masuk ke area kandanng.

Biosecurity, kata Sabelina, sangat penting dalam memelihara kesehatan kandang dan menjaga virus tidak masuk ke kandang.

Baca Juga :  Aparat Amankan Satu Anggota KKB Paniai di TKP Penembakan dan Pembakaran

“Yang terpenting jangan membuang bangkai babi di kali ataupun di semak-semak karena itu akan memperbanyak virus ASF di Mimika,” terangnya.

Sabelina menyebut, selama ini pihaknya selalu mengingatkan para peternak babi agar tidak menbuang bangkai babi ke kali atau semak-semak.

“Kami dari dinas peternakan siap untuk mengubur babi yang mati, tinggal dikomunikasikan sehingga diketahui. Kami sudah sebarkan kontak person untuk dihubungi ketika ada babi yang mati. Jadi, harapan besar pemerintah, masyarakat harus bantu pemerintah selamatkan populasi yang ada saat ini,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Evaluasi Program Pusjaki dan Kaka Sehat, Dinkes Mimika Tekankan Hal Ini
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman
Dinkes Mimika Perkuat Mutu Layanan Kesehatan Melalui Pelatihan ILP dan Orientasi Keselamatan Pasien
6 Puskesmas Pelosok Mimika Lulus Penilaian BLUD
Dinas Kesehatan Mimika Uji Kelayakan 6 Puskesmas Pesisir dan Pegunungan Jadi BLUD
Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat
Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02 WIT

Evaluasi Program Pusjaki dan Kaka Sehat, Dinkes Mimika Tekankan Hal Ini

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIT

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:10 WIT

Dinkes Mimika Perkuat Mutu Layanan Kesehatan Melalui Pelatihan ILP dan Orientasi Keselamatan Pasien

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:52 WIT

6 Puskesmas Pelosok Mimika Lulus Penilaian BLUD

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:08 WIT

Dinas Kesehatan Mimika Uji Kelayakan 6 Puskesmas Pesisir dan Pegunungan Jadi BLUD

Berita Terbaru

Kepala BPBJ Mimika, Anton Pasoro. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:29 WIT

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan seorang warga di area belakang Indekos Warna Warni, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Indekos di Mimika

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:16 WIT