Jaga Alam, Jaga Carstensz: Karyawan Freeport Angkut 600 Kg Sampah dari Jalur Pendakian

Endy Langobelen

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

600 kilogram sampah pendaki yang terkumpul lalu dikelola dengan cara melakukan penimbunan, perataan, dan pemadatan untuk mengurangi potensi gangguan lingkungan yang ditimbulkan. (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

600 kilogram sampah pendaki yang terkumpul lalu dikelola dengan cara melakukan penimbunan, perataan, dan pemadatan untuk mengurangi potensi gangguan lingkungan yang ditimbulkan. (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

MIMIKA – Jalur pendakian menuju Puncak Carstensz, Papua Tengah, tak hanya menawarkan lanskap megah, tetapi juga menyimpan ironi: timbunan sampah para pendaki yang tertinggal. Menyadari dampak ekologisnya, karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) memutuskan turun tangan.

Selama dua bulan terakhir, 15 karyawan PTFI menempuh jalur ekstrem dari Dinding Zebra menuju Basecamp Merren Valley sejauh 3,5 kilometer.

Jalur itu bukan sekadar lintasan terjal di ketinggian 4.330 meter di atas permukaan laut, tapi juga saksi aksi bersih-bersih massif yang menorehkan makna keberlanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karyawan PTFI terlibat dalam aksi bersih sampah di sepanjang jalur pendakian Puncak Carstensz Glacier dan Pyramid yang berlokasi di Basecamp Merren Valley Carstensz, Papua Tengah pada tanggal 12 Juli 2025. (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

“Awalnya tim PTFI dan tim Balai Taman Nasional Lorentz mengidentifikasi timbunan sampah para pendaki lama yang ditinggalkan,” ujar Ardhin Yuniar, Senior Vice President of Geoengineering & Environmental PTFI, Selasa (29/7/2025).

Baca Juga :  BK3N 2026, Freeport Perkuat Budaya Keselamatan Kerja di Seluruh Operasi

“Kami kemudian melakukan aksi bersih sampah beberapa kali dan mengumpulkannya dalam 76 karung atau sekitar 600 kilogram sampah selama Juni–Juli 2025. Sampah ini kemudian dibawa turun ke Tembagapura menggunakan helikopter,” imbuhnya.

Tak sekadar membersihkan, PTFI juga memfasilitasi pendaratan helikopter di titik basecamp, lalu mengangkut sampah ke Helipad Mile Post 66 di Tembagapura yang berada pada ketinggian 2.394 meter.

Sampah kemudian dikelola dengan metode ramah lingkungan berupa penimbunan, perataan, dan pemadatan, demi meminimalkan risiko kerusakan ekosistem.

Taman Nasional Lorentz sendiri berada tepat di timur wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI dan menjadi salah satu jalur favorit menuju Puncak Carstensz Glacier dan Pyramid.

Baca Juga :  Mimika Optimis Raih Juara Umum Pesparawi XXIV
Sampah yang terkumpul diangkut menggunakan helikopter menuju Helipad Mile Post 66, Distrik Tembagapura pada 12 Juli 2025. (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, ini adalah wujud dari komitmen PTFI beserta seluruh karyawan dan pihak-pihak yang terlibat untuk mewujudkan keberlanjutan lingkungan dengan merawat dan menjaga bumi kita,” lanjut Ardhin.

Komitmen itu mendapat apresiasi dari Manuel Mirino, Kepala Balai Taman Nasional Lorentz. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi jangka panjang antara lembaganya dengan pihak PTFI untuk menjaga kawasan konservasi.

“Sejak tahun 2022, tim gabungan Balai Taman Nasional Lorentz dan PTFI berkolaborasi untuk terlibat dalam beberapa kali aksi bersih sampah di Carstensz. Puncaknya, pada kesempatan ini seluruh sampah dapat diangkut turun dengan dukungan dari PTFI,” kata Manuel.

Aksi bersih-bersih ini menunjukkan bahwa pelestarian alam bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis lingkungan. Dunia industri pun, dalam praktik yang bertanggung jawab, bisa menjadi bagian dari solusi. Carstensz kini sedikit lebih bersih, berkat tangan-tangan yang peduli.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serikat Pekerja di Freeport Peringati Hari Buruh, Jaga Hubungan Kerja yang Harmonis
Freeport Pacu SDM Papua Kuasai AI, Pelatihan di Timika Diserbu Ratusan Peserta
Freeport Grassroots Tournament 2026 Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Papua
Freeport Perkuat Dukungan Pendidikan Papua, Soroti Hasil Strategis Lokakarya Keuskupan Timika
Solidaritas di Ketinggian, Karyawan Freeport Rayakan HUT ke-59 Lewat Drama Musikal
PKB ke-24 Freeport Resmi Diteken, Upah dan Tunjangan Pekerja Naik
Refleksi 59 Tahun Freeport Indonesia Menuju Pemulihan
Freeport–UNCEN Perkuat Kolaborasi, Siapkan SDM Unggul Papua

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:47 WIT

Serikat Pekerja di Freeport Peringati Hari Buruh, Jaga Hubungan Kerja yang Harmonis

Kamis, 30 April 2026 - 21:37 WIT

Freeport Pacu SDM Papua Kuasai AI, Pelatihan di Timika Diserbu Ratusan Peserta

Rabu, 22 April 2026 - 15:55 WIT

Freeport Grassroots Tournament 2026 Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Papua

Jumat, 17 April 2026 - 07:55 WIT

Freeport Perkuat Dukungan Pendidikan Papua, Soroti Hasil Strategis Lokakarya Keuskupan Timika

Rabu, 15 April 2026 - 22:47 WIT

Solidaritas di Ketinggian, Karyawan Freeport Rayakan HUT ke-59 Lewat Drama Musikal

Berita Terbaru

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT

Seorang penggiat Inorga KIS dengan papan seluncurnya sedang melakukan salah satu trik dalam permainan skateboard di area Car Free Day—Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Event

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT