600 OAP dan Labeti di Mimika Ikuti Pelatihan Kerja, Disiapkan Jadi Tenaga Kompeten

Ahmad

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatihan kerja bagi OAP dan Labeti oleh Disnakertrans Mimika, di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Rabu (20/8/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pelatihan kerja bagi OAP dan Labeti oleh Disnakertrans Mimika, di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Rabu (20/8/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar pelatihan kerja bagi 600 pencari kerja yang terdiri dari Orang Asli Papua (OAP) dan Lahir Besar Timika (Labeti).

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi Bagi Pencari Kerja Khususnya Orang Asli Papua dan Lahir Besar Timika di Kabupaten Mimika” itu resmi dibuka di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Rabu (20/8/2025).

Para peserta akan ditempa dalam sembilan sub pelatihan, yakni Satpam, Barista, Multimedia/Fotografi, Elektrik/Kelistrikan, K3, Mekanik Alat Berat, Operator Alat Berat, Cetak Batako, serta Welder/Pengelasan.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa masalah lapangan kerja di Mimika membutuhkan perhatian serius.

“Dengan adanya pelatihan ini, generasi kita tidak hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri, tetapi mampu menjadi pelaku utama pembangunan,” ujar Ananias.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yanengga, menjelaskan bahwa regulasi ketenagakerjaan saat ini mengharuskan pekerja maupun pencari kerja memiliki sertifikasi.

“Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya agar pelatihan kerja ini menjadi jembatan antara perusahaan dengan pencari kerja,” jelas Paulus.

Menurutnya, pelatihan semacam ini terbukti memberi dampak nyata. Pada tahun 2024, sejumlah peserta sudah terserap di dunia kerja meskipun sebagian besar masih berstatus karyawan kontrak.

Baca Juga :  Nurhaidah Nawipa Pimpin 8 Istri Bupati Papua Tengah Tuntaskan PR Fondasi Pendidikan

“Kalau kita tidak lakukan pelatihan, nanti jumlah pencari kerja meningkat, dibilang pemerintah daerah tidak respon. Seperti pengalaman tahun pertama itu, mereka masih pelatihan, perusahaan sudah datang ke mereka,” tambahnya.

Paulus berharap, sertifikasi yang diperoleh peserta tidak hanya membuka akses kerja di perusahaan, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru.

“Kita update per tiga bulan. Mereka ada grup, mereka juga harus melapor kepada kita. Karena kita bikin surat pernyataan, setelah pelatihan mereka harus update ke kita,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Dapodik Bermasalah, Distribusi MBG di Mimika Kacau
Lokakarya Pendidikan Keuskupan Timika Tegaskan Sinergi Majukan SDM Papua Tengah
Terungkap Penyebab Mandeknya Pelayanan MBG di Mimika
MBG Mimika Mandek: Siswa Mengadu, Satgas Mengaku Tak Punya Data
Konsolidasi Pendidikan Papua Tengah 2026 Digelar, Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat
Pramuka SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura Bagikan Takjil di Jalanan Kota
Mahasiswa Resah, Orang Tua Minta Transparansi Bansos ADik dan ADEM di Biak Numfor
Meriah dan Edukatif, Market Day Ceria SD Islam Menara Ilmu Hidupkan Semangat Dagang Siswa-Siswi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIT

Data Dapodik Bermasalah, Distribusi MBG di Mimika Kacau

Jumat, 17 April 2026 - 07:49 WIT

Lokakarya Pendidikan Keuskupan Timika Tegaskan Sinergi Majukan SDM Papua Tengah

Selasa, 14 April 2026 - 19:48 WIT

Terungkap Penyebab Mandeknya Pelayanan MBG di Mimika

Selasa, 14 April 2026 - 12:39 WIT

MBG Mimika Mandek: Siswa Mengadu, Satgas Mengaku Tak Punya Data

Rabu, 11 Maret 2026 - 04:08 WIT

Konsolidasi Pendidikan Papua Tengah 2026 Digelar, Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat

Berita Terbaru