MIMIKA – Persintan Intan Jaya kembali menelan kekalahan dalam lanjutan babak penyisihan Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah.
Dalam laga kontra melawan Persido Dogiyai, Persintan mengakhirinya kekalahannya dengan skor telak 6-0 di Stadion Wania Imipi, SP1, Mimika, Rabu (11/3/2026).
Hasil tersebut tak hanya menjadi pukulan bagi tim, tetapi juga memunculkan sorotan terhadap minimnya persiapan serta padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani para pemain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatih Kepala Persintan Intan Jaya, Raimon Jagani, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tim yang dinilai belum siap sepenuhnya menghadapi turnamen.
Ia menyebut waktu persiapan yang sangat singkat menjadi faktor utama yang memengaruhi performa tim di lapangan.
“Pertandingan hari ini, kita terima kekalahan, karena memang kami Persintan Intan Jaya persiapan waktu yang sangat dekat. Terus kita panggil pemain persiapannya sangat-sangat waktu yang dekat. Makanya saya sebagai pelatih sangat-sangat kecewa terhadap manajemen,” ujar Raimon dalam konferensi pers usai pertandingan.
Meski demikian, Raimon menegaskan bahwa timnya tetap berkomitmen mengikuti kompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas, meskipun kondisi persiapan jauh dari ideal.
“Persiapan kami memang begitu kurang baik, tapi kita pasti datang untuk bertanding. Hanya seperti begitu,” tambahnya.
Raimon juga berharap ke depan ada dukungan dan koordinasi yang lebih baik dengan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya agar tim yang membawa nama daerah tersebut dapat mempersiapkan diri secara lebih matang dalam menghadapi kompetisi berikutnya.
Sementara itu, Kapten Tim Persintan Intan Jaya, Yudha Aditya Aide Kumbubui, menyoroti faktor kelelahan fisik pemain akibat jadwal pertandingan yang padat.
Menurutnya, tim harus bertanding dalam dua hari berturut-turut tanpa waktu pemulihan yang memadai.
“Ya, kami dari pemain mungkin kami kurang istirahat ya karena kami kaget, main pagi habis itu main pagi lagi. Terus kami kurang ada recovery untuk istirahat. Jadi macam kita tadi mainnya macam masih ada yang cedera tapi kami paksa main,” ungkap Yudha.
Meski menghadapi berbagai kendala, Yudha memastikan para pemain tetap menunjukkan sikap profesional hingga akhir turnamen.
“Kami kalau dari pemain kami siap main, kami tetap profesional, kami akan main datang fight sampai selesai. Karena liga bukan tahun ini saja, ada tahun depan lagi. Kami akan siap. Itu saja dari saya, terima kasih banyak,” pungkasnya.









