MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mengakselerasi penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kawasan pesisir dipilih sebagai titik awal, dengan Kampung Atuka ditetapkan sebagai percontohan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi, mengatakan komitmen tersebut merupakan bagian dari dukungan daerah terhadap program nasional sekaligus realisasi visi-misi kepala daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang berani bangun dari APBD Program Nasional adalah Kabupaten Mimika, salah satunya kooperasi merah putih yang dibangun melalui APBD Kabupaten Mimika,” ujar samuel usai kegiatan halal bihalal satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika di Graha Eme Neme Yauware, Rabu (25/3/2026).
Menurut Samuel, wilayah pesisir menjadi prioritas pengembangan karena memiliki potensi ekonomi yang besar namun belum terkelola optimal. Pengembangan dimulai dari Potowai Buru hingga Jita, dengan Atuka sebagai pusat sentra ekonomi.
“Atuka sebagai pusat karena di tengah wilayah pesisir, sehingga kami programkan supaya wilayah pesisir ini bisa dijangkau Potowai Buru, jita, kokonau, Amar dan juga Mimika Timur Jauh,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Mimika mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar dari APBD guna membangun Koperasi Merah Putih di Atuka.
“Anggaran APBD yang dikeluarkan sebesar Rp3 miliar. Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, dan karena ini program nasional, kami siap untuk menyukseskannya,” tegasnya.
Pengembangan koperasi ini juga akan terintegrasi dengan program tol laut dan tol udara guna memperlancar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat pesisir.
Tak hanya di pesisir, Pemkab Mimika juga menargetkan perluasan pembangunan koperasi ke wilayah pegunungan dan perkotaan. Tahun ini, direncanakan pembangunan tujuh unit Koperasi Merah Putih di Kota Timika.
“Wilayah gunung pun kami tetap akan dibangun. Kota pun juga kami akan bangun, dalam tahun ini program pusat koperasi merah putih akan dibangun sekitar kota Timikia ini 7 unit,” katanya.
Dari sisi administrasi, Mimika disebut menjadi salah satu daerah paling siap dalam pengembangan program ini.
Sebanyak 152 kampung telah menyelesaikan aspek legalitas, termasuk akta notaris dan kelengkapan administrasi lainnya.
“152 kampung urusan administrasi dalam pengembangan kooperasi Merah Putih dibandingkan di provinsi Papua Tenga, kami Mimika sebagai urusan administrasi dalam pengembangan kooperasi Merah Putih sudah diapresiasi dari kementerian pusat. Baik akta notaris dan urusan administrasi semua sudah diselenggarakan oleh Kabupaten Mimika,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, Menteri Koperasi Republik Indonesia dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kampung Atuka pada 3 hingga 9 April mendatang.
“Kami harapkan kepada Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur begitu juga untuk Forkopimda Papua Tengah, Kapolda Papua Tengah, Pangdam Papua Tengah kami harapkan tanggal 3 sampai tanggal 9 turun di atuka,” katanya.
Program Koperasi Merah Putih ini, lanjut Samuel, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.
Pemkab Mimika berharap kehadiran koperasi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pesisir, sekaligus menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan di Papua Tengah.


















