MIMIKA – Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Timika menggelar seminar rohani bertajuk makna penyaliban Yesus Kristus di Gedung Gereja GPKAI, Jalan Kaimana, Timika, Papua Tengah, Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan ini diikuti kalangan pemuda serta jemaat Phillipi untuk memperdalam pemahaman iman, khususnya terkait makna teologis di balik kematian Yesus di kayu salib.
Pemapar materi, Yermias Eliasar Alunat, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam kepada jemaat tentang esensi penebusan dalam ajaran Kristen. “Seminar ini bertujuan agar jemaat memahami makna teologis penyaliban Yesus Kristus di kayu salib,” ujarnya.
Pemapar materi, Yermias Eliasar Alunat, mengatakan seminar ini bertujuan memperdalam pemahaman jemaat tentang makna teologis penyaliban Yesus Kristus. “Tujuannya agar jemaat memahami makna penyaliban Yesus Kristus di kayu salib,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seminar ini, kata Eliasar, juga menjadi ruang diskusi untuk memperkaya perspektif teologis sekaligus memperkuat nilai spiritual menjelang Paskah.
Menurut dia, pemahaman yang tepat penting agar umat tidak sekadar merayakan Paskah, tetapi menghayati nilai pengorbanan dan kasih. “Paskah merupakan simbol pengorbanan Yesus Kristus bagi keselamatan manusia,” katanya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar bilang, Paskah tidak hanya menjadi momentum perayaan keagamaan, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual yang dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan pentingnya menjadikan semangat Paskah sebagai landasan untuk mempererat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial.
“Saya menghimbau agar dalam sukacita Hari Raya Paskah ini, masyarakat Kristiani juga mendoakan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia agar hidup dalam suasana damai, tenteram, sejuk, dan penuh harmoni,” kata Menag Nasaruddin Umar dalam keterangan tertulisnya kepada GaleriPapua, Sabtu, 4 April 2026.


























