MIMIKA – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mimika menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Minggu (26/4/2026), sebagai langkah menentukan arah baru partai usai mencatat lonjakan besar pada Pemilu 2024.
Muscab ini menjadi momentum penting bagi PKB Mimika yang berhasil mengamankan lima kursi DPRK dan membentuk satu fraksi utuh di parlemen daerah.
Capaian tersebut sekaligus mengantarkan partai berlambang bola dunia itu menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua I DPRD Mimika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC PKB Mimika, Peggy Patrisia Pattipi, dalam pidato purnatugasnya menegaskan bahwa pemimpin baru yang akan terpilih merupakan representasi keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang wajib dihormati seluruh kader.
“Siapapun yang nanti terpilih, itulah yang terbaik bagi organisasi. PKB harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar kekuatan politik,” ujar Peggy di hadapan ratusan kader.
Menurutnya, keberhasilan PKB meraih peningkatan kursi legislatif harus menjadi pijakan untuk memperkuat kerja-kerja politik yang berpihak kepada masyarakat, bukan sekadar kemenangan elektoral.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga menaruh harapan besar terhadap peran PKB ke depan. Mewakili Pemkab Mimika, Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, meminta agar PKB turut menjaga stabilitas sosial di tengah tingginya potensi konflik lintas identitas di daerah tersebut.
Ia menegaskan, partai politik tidak hanya berfungsi sebagai mesin pemilu, tetapi juga harus menjadi instrumen sosial yang mampu merawat kerukunan masyarakat.
“Menjaga kerukunan bukanlah pilihan, melainkan mandat mutlak. Kami meminta PKB tidak membiarkan isu-isu provokatif berkembang di masyarakat,” tegas Ananias.
Sementara itu, Ketua DPP PKB Bidang Advokasi, Hindun Anisah, menyoroti dampak situasi global terhadap kondisi ekonomi masyarakat di daerah, termasuk di Mimika.
Menurutnya, ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah memicu kenaikan harga komoditas yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Anggota Komisi IV DPR RI itu meminta seluruh kader PKB menerapkan “politik kehadiran”, yakni politik yang benar-benar hadir dan menjawab kebutuhan rakyat.
“Kader PKB harus naik kelas. Dari sekadar politisi yang ingin menang pemilu, menjadi pemimpin yang bertanggung jawab membuat hidup rakyat lebih mudah dan aman,” kata Hindun.
Ia menilai, posisi strategis PKB di DPRK Mimika harus dimanfaatkan untuk mendorong kebijakan pembangunan yang lebih berpihak pada masyarakat serta memperkuat pelayanan publik.
Muscab ini tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga bagian dari konsolidasi besar menuju kontestasi politik 2029.
Dengan posisi kuat di parlemen dan dukungan kader yang terus bertumbuh, PKB Mimika kini berada pada fase baru sebagai salah satu kekuatan politik utama yang akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Mimika dalam lima tahun mendatang.






















