Freeport Pacu SDM Papua Kuasai AI, Pelatihan di Timika Diserbu Ratusan Peserta

Endy Langobelen

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elviliana Y. Watopa, M.B.A., Managing Partner Grasberg Academy, memaparkan materi kepada para peserta dalam pelatihan Artificial Intelligence yang digelar PT Freeport Indonesia bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Grasberg Academy di Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Elviliana Y. Watopa, M.B.A., Managing Partner Grasberg Academy, memaparkan materi kepada para peserta dalam pelatihan Artificial Intelligence yang digelar PT Freeport Indonesia bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Grasberg Academy di Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA — PT Freeport Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Papua melalui kolaborasi strategis pelatihan Artificial Intelligence (AI) bertajuk “AI Ignition Road to Timika”.

Kegiatan ini digelar bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Grasberg Academy di Ballroom Hotel Horison Diana, Kamis (30/4/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Dari target awal 175 peserta, jumlah pendaftar membludak hingga mencapai 277 orang dari berbagai latar belakang, didominasi Orang Asli Papua (OAP). Peserta datang sejak pagi hari untuk mengikuti pelatihan intensif yang berlangsung hingga malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix V. Wanggai, serta menghadirkan dua narasumber, yakni Yoshua Gombo, Ph.D., sebagai Robotic & AI Engineer dan Elviliana Y. Watopa, M.B.A., Managing Partner Grasberg Academy.

Dalam sambutan Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, ditegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam menyiapkan SDM lokal menghadapi era digital.

“Perkembangan artificial intelligence (AI) bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang sudah memengaruhi cara kita bekerja, mengambil keputusan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin, output nyata, serta implementasi pascapelatihan. “Pelatihan ini tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus menghasilkan kemampuan nyata dan terukur,” tegasnya.

Sementara itu, Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia, Engel Enoch, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang perusahaan dalam membangun kapasitas generasi muda Papua.

“Kuotanya 175 orang. Namun, jumlah pendaftar melebihi angka tersebut. Ke depan, jika program ini terbukti sukses, kita akan menyelenggarakan batch berikutnya. Semua itu tentu bergantung pada kita semua sebagai peserta pelatihan ini,” ungkapnya.

Foto bersama saat pembukaan pelatihan Artificial Intelligence yang digelar PT Freeport Indonesia bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Grasberg Academy di Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Foto bersama saat pembukaan pelatihan Artificial Intelligence yang digelar PT Freeport Indonesia bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Grasberg Academy di Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ia menambahkan bahwa penguasaan teknologi menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan global yang pesat.

“Saat ini, teknologi bukan lagi sesuatu yang jauh dari kita, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.

Baca Juga :  TIFA Creative Getarkan Pantai Kei dengan Tarian Pangkur Sagu dari Papua

Menurut Engel, investasi pada manusia jauh lebih penting dibandingkan sumber daya alam semata.

“Sumber daya alam seperti tambang pada akhirnya akan habis. Karena itu, pengembangan manusia—baik kemampuan maupun keterampilan—menjadi kunci bagi generasi masa depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak peserta untuk menjadi pelaku aktif dalam perkembangan teknologi.

“Kita semua harus menjadi pelaku, bukan sekadar penonton dalam perkembangan AI,” ujarnya.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix V. Wanggai, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting dalam menciptakan sejarah baru bagi Papua.

“Hari ini, Kamis, 30 April 2026, adalah hari yang bersejarah bagi kita. Guru-guru dan senior kita selalu menyampaikan bahwa every day we have to make history. Artinya, setiap hari kita harus menciptakan sejarah,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pelatihan ini harus berkelanjutan dan melahirkan duta-duta AI dari Papua.

“Pelatihan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan administratif semata. Harus ada kelanjutan. Dan kita semua di sini adalah duta—ambassador AI untuk Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Velix menilai AI memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi pembangunan di Papua, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi lokal.

“AI adalah gelombang besar yang tidak bisa kita hindari. Kita tidak bisa menolak, tetapi kita harus belajar untuk memanfaatkannya,” tambahnya.

Peserta Rasakan Dampak Nyata

Antusiasme peserta tidak hanya terlihat dari jumlah kehadiran, tetapi juga dari kesan yang mereka sampaikan setelah mengikuti pelatihan.

Albertus Magal, siswa apprentice di Institut Pertambangan Nemangkawi, menilai pelatihan ini sangat relevan dengan bidang yang ia tekuni. Ia pun merasa bersyukur karena kesempatan ini merupakan momen perdananya dalam mengikuti pelatihan terkait AI.

“Ini sangat penting sekali buat saya, karena saya sekarang lagi pelatihan di Nemangkawi dan saya di situ ambil bagian mesin ya bagian mekanik. Jadi saya pikir program ini sangat penting bagi saya dan teman-teman saya karena AI ini juga sudah diterapkan di mesin dan dunia kerja nyata,” ujarnya.

“Ini sangat penting untuk ke depannya. Saya harap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi di Timika,” imbuhnya.

Baca Juga :  Penetapan APBD Mimika Akan Dievaluasi, Wabup Yakin Nilainya Berkurang
Albertus Magal, siswa apprentice di Institut Pertambangan Nemangkawi, menyampaikan kesannya usai mengikuti pelatihan Artificial Intelligence yang digelar PT Freeport Indonesia bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Grasberg Academy di Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Albertus Magal, siswa apprentice di Institut Pertambangan Nemangkawi, menyampaikan kesannya usai mengikuti pelatihan Artificial Intelligence yang digelar PT Freeport Indonesia bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Grasberg Academy di Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Albertus mengaku, melalui pelatihan ini, dia mendapatkan pemahaman baru terkait manfaat dan risiko AI.

“Kalau materi yang saya dapat dari pelatihan tadi itu terkait manfaat AI, ada yang positif dan juga negatif. Kalau yang positif ini bisa membantu pekerjaan manusia dengan cepat dan lebih efisien. Sedangkan yang negatif ini bisa merugikan orang lain,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Febby Maria Kambuaya, seorang guru di Timika, yang telah memanfaatkan AI dalam proses belajar-mengajar.

“Saya sendiri sudah menggunakan aplikasi AI khususnya untuk mengajar karena sekarang kurikulumnya menggunakan pendekatan deep learning jadi penting sekali bagi saya juga untuk memadukanny dengan aplikasi AI atau sistem yang menggunakan aplikasi AI karena sangat berguna membantu kita,” ungkapnya.

Menurutnya, pelatihan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang cara memanfaatkan AI secara efektif. Ia berharap edukasi terkait AI terus diperluas, khususnya bagi generasi muda Papua.

“Iya dari pelatihan ini tentunya banyak ilmu baru yang saya dapat karena biasa kita yang orang awam hanya copy paste apa yang ingin kita kasih masuk. Tapi dari sini kan kita bisa tahu prompt mana yang bisa kita tambahkan untuk diberikan kepada AI sendiri supaya bisa menyaring kembali data atau materi yang kita berikan,” jelasnya.

“Harapan saya sih untuk program ini bukan hanya sampai di sini tapi berlanjut terlebih khusus kepada tim pengajar dengan siswa-siswi karena sekarang di sekolah atau di tempat manapun itu menggunakan AI dan anak-anak juga sudah menggunakan AI tapi kerap salah menggunakan itu,” katanya.

Febby juga memberikan pesan motivasi bagi anak muda di Timika untuk berani mengembangkan kemampuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Untuk anak-anak muda Timika, ko tra kosong, ko pasti bisa untuk meningkatkan ko punya skill, sekarang zamannya yang bagus dengan AI, bukan bikin ko bodoh tetapi akan ke depan bisa bikin ko lebih pintar dan lebih banyak mengerti apa itu dunia digital,” tutupnya.

Febby Maria Kambuaya, seorang guru di Timika, bersama rekan sekelompok mengerjakan tugas workshop dalam pelatihan Artificial Intelligence yang digelar PT Freeport Indonesia bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Grasberg Academy di Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Febby Maria Kambuaya, seorang guru di Timika, bersama rekan sekelompok mengerjakan tugas workshop dalam pelatihan Artificial Intelligence yang digelar PT Freeport Indonesia bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Grasberg Academy di Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Melalui program ini, PT Freeport Indonesia menegaskan posisinya tidak hanya sebagai perusahaan tambang, tetapi juga mitra pembangunan yang aktif dalam mempersiapkan generasi masa depan Papua agar mampu bersaing di tingkat global.

Pelatihan AI Ignition ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya ekosistem digital yang inklusif di Papua, sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi berbasis teknologi dari Timur Indonesia.

Wartawan Galeri Papua, Kevin Kurni berkontribusi dalam artikel ini.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Mimika Baru Masuk SD, Tekan Kasus Bullying Sejak Dini
Freeport Grassroots Tournament 2026 Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Papua
Sentra Pendidikan Mimika Butuh Intervensi Pemprov Hingga Pemerintah Pusat
Jalan Sunyi Polisi Kawan Pendidikan di Kapiraya
Wapres Tinjau Sentra Pendidikan Mimika, Sekolah Asrama Khusus OAP
Data Dapodik Bermasalah, Distribusi MBG di Mimika Kacau
Freeport Perkuat Dukungan Pendidikan Papua, Soroti Hasil Strategis Lokakarya Keuskupan Timika
Lokakarya Pendidikan Keuskupan Timika Tegaskan Sinergi Majukan SDM Papua Tengah

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:37 WIT

Freeport Pacu SDM Papua Kuasai AI, Pelatihan di Timika Diserbu Ratusan Peserta

Senin, 27 April 2026 - 16:31 WIT

Polsek Mimika Baru Masuk SD, Tekan Kasus Bullying Sejak Dini

Rabu, 22 April 2026 - 15:55 WIT

Freeport Grassroots Tournament 2026 Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Papua

Selasa, 21 April 2026 - 22:43 WIT

Sentra Pendidikan Mimika Butuh Intervensi Pemprov Hingga Pemerintah Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 13:34 WIT

Jalan Sunyi Polisi Kawan Pendidikan di Kapiraya

Berita Terbaru