Dinkes Mimika Latih Petugas Pustu demi Dekatkan Layanan dan Kejar Target Kesembuhan TBC

Ahmad

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narasumber sedang memaparkan materi kepada audiens pada workshop yang berlangsung di lantai 2 Hotel Grand Tembaga, Selasa (2/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Narasumber sedang memaparkan materi kepada audiens pada workshop yang berlangsung di lantai 2 Hotel Grand Tembaga, Selasa (2/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar workshop pelatihan penanganan tuberkulosis (TBC) bagi petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) di Hotel Grand Tembaga, Mimika, pada Selasa (2/6/2026).

Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan peran Pustu dalam memangkas jarak pelayanan medis bagi pasien di wilayah terpencil sekaligus menggenjot angka kesembuhan TBC di Mimika yang masih di bawah target nasional.

Melalui pelatihan ini, para petugas Pustu dibekali kemampuan penanganan TBC secara menyeluruh, mulai dari skrining, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, pemantauan pengobatan, investigasi, terapi pencegahan TBC, hingga pencatatan dan pelaporan kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, mengungkapkan bahwa selama ini layanan TBC lebih banyak bertumpu pada rumah sakit dan Puskesmas induk.

Sementara itu, peran Pustu di tingkat kampung masih relatif terbatas, padahal banyak pasien TBC yang tinggal jauh dari Puskesmas induk.

“Kita sekarang melakukan ini dengan harapan teman-teman Pustu ini punya kontribusi yang besar untuk program TBC, jadi mereka bisa melakukan screening di kampungnya, memulai pengobatan hingga pemantauan,” jelas Kamaludin.

Baca Juga :  Distrik Mimika Baru dan Distrik Wania Jadi Zona Merah Penyebaran ASF

Kamaludin menjelaskan, perluasan peran Pustu ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Hambatan geografis dan jarak yang jauh ke pusat kota kerap membuat pasien terbebani biaya transportasi tinggi.

Selain itu, masa pengobatan TBC yang panjang sering kali memicu pasien putus obat di tengah jalan akibat kelelahan secara finansial dan fisik dalam menempuh perjalanan.

Sebagai gambaran, Kamaludin mencontohkan pasien TBC yang tinggal di Nawaripi nantinya tidak perlu lagi mendatangi Puskesmas Wania hanya untuk mengambil obat rutin.

Skema serupa juga akan diterapkan bagi masyarakat di daerah pesisir dan wilayah terpencil lainnya.

“Kalau setelah kita latih nanti, maka pasien yang ada di Nawaripi tidak perlu lagi ke Wania, kecuali ada komplikasi yang harus dikonsulkan ke dokter. Kalau hanya melanjutkan pengobatannya, dia bisa minta obatnya di Pustu, sama seperti teman-teman di pantai nanti,” paparnya.

Baca Juga :  KONI Mimika 2026–2030 Resmi Dilantik, Pembinaan Atlet Digencarkan dari Kampung

Berdasarkan data Dinkes Mimika, jumlah pasien TBC yang menjalani pengobatan sepanjang tahun 2025 mencapai 2.407 orang. Adapun angka kesembuhan pada tahun 2024 tercatat baru menyentuh 76 persen.

Angka tersebut masih berada di bawah target nasional yang menetapkan standar kesembuhan sebesar 90 persen.

Memasuki periode Januari hingga Mei 2026, Dinkes Mimika mencatat sudah ada 982 pasien TBC yang tengah menjalani pengobatan.

Kamaludin menegaskan, petugas di lapangan tetap konsisten melakukan pemantauan ketat terhadap pasien yang memulai pengobatan pada tahun 2025 agar mereka bisa sembuh secara tuntas.

Melalui penguatan kapasitas di tingkat Pustu, Dinkes Mimika optimistis dapat menekan angka putus obat dan menjangkau lebih banyak kasus tersembunyi di hilir.

“Kita berharap nanti setelah Pustu ini dibor, selain menemukan pasien, mereka juga bisa meningkatkan cakupan dalam hal penyembuhan pasien. Sehingga seperti tadi misalnya masalah jarak jauh bisa diatasi,” pungkas Kamaludin.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Evaluasi Program Pusjaki dan Kaka Sehat, Dinkes Mimika Tekankan Hal Ini
Dinkes Mimika Perkuat Mutu Layanan Kesehatan Melalui Pelatihan ILP dan Orientasi Keselamatan Pasien
6 Puskesmas Pelosok Mimika Lulus Penilaian BLUD
Dinas Kesehatan Mimika Uji Kelayakan 6 Puskesmas Pesisir dan Pegunungan Jadi BLUD
Tekan Risiko Kanker Serviks, Loka POM Mimika Tuntaskan Vaksinasi HPV bagi 300 Perempuan
Dinkes Mimika Gandeng RSUD dan RSMM Jalankan Program MCU, Skema Subsidi Masih Dikaji
DPRK Soroti Kekosongan Pimpinan Puskesmas Jita, Kapus Bantah Ada Biaya Rujukan Pasien
Dua Kasus Kaki Gajah Ditemukan di Timika, Dinkes Mimika Kejar Target Bebas Filariasis 2030

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02 WIT

Evaluasi Program Pusjaki dan Kaka Sehat, Dinkes Mimika Tekankan Hal Ini

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:10 WIT

Dinkes Mimika Perkuat Mutu Layanan Kesehatan Melalui Pelatihan ILP dan Orientasi Keselamatan Pasien

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:52 WIT

6 Puskesmas Pelosok Mimika Lulus Penilaian BLUD

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:08 WIT

Dinas Kesehatan Mimika Uji Kelayakan 6 Puskesmas Pesisir dan Pegunungan Jadi BLUD

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:46 WIT

Tekan Risiko Kanker Serviks, Loka POM Mimika Tuntaskan Vaksinasi HPV bagi 300 Perempuan

Berita Terbaru

Kepala BPBJ Mimika, Anton Pasoro. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:29 WIT

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan seorang warga di area belakang Indekos Warna Warni, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Indekos di Mimika

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:16 WIT