GaleriPapua, Jayapura – Motivator pengembangan sumber daya manusia Orang Asli Papua (OAP), Jose Alvan Ohei, menggelar pelatihan kapasitas pemuda secara gratis di Obhe, Kampung Yakonde, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pelatihan itu menyasar generasi muda Kampung Yakonde yang dinilai Jose memiliki potensi besar namun belum mendapat arahan yang memadai. Jose menyebut tantangan terbesar pemuda Papua justru bersumber dari dalam, bukan dari luar. “Kebanyakan adalah faktor internal. Keluarga, orang tua dan lingkungan,” kata Jose dalam kegiatan tersebut.
Dalam sesi itu, Jose memperkenalkan konsep ONOMI, lima prinsip karakter yang ia sebut sebagai fondasi kemajuan pribadi. Lima prinsip itu mencakup sikap tidak mudah tersinggung, tidak berpikir negatif, kemauan untuk berubah, kemampuan mengelola sumber daya, serta integritas sebagai keselarasan antara adat, agama, dan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jose menilai banyak pemuda Papua selama ini gagal menemukan keselarasan ketiga unsur tersebut. “Tantangannya ada di situ, tidak bisa menemukan keselarasan antara pemerintah, adat, dan agama,” ujarnya.
Kampung Yakonde ia gambarkan sebagai wilayah dengan modal yang belum tergarap. Letaknya di jalur lintas antara kota dan kabupaten, dikelilingi potensi danau dan hutan. Jose membandingkan kondisi itu dengan sebuah RT di Jakarta Timur yang berhasil menjadi kawasan produktif dan diliput media internasional dari Cina dan Amerika Serikat, hanya berbekal kepemimpinan kuat dan kerja sama warga. “Kenapa kampung ini begini-begini saja? Ada hal-hal yang perlu disesuaikan,” katanya.
Salah seorang peserta, Batseba Daimoye, mengaku materi yang disampaikan Jose langsung mengena. Ia datang setelah mendapat informasi dari sesama pemuda. “Ini adalah sesuatu yang harus kita dapati dari Kakak Jose,” ujarnya.
Batseba menyebut apa yang disampaikan Jose mencerminkan persis kondisi yang ia dan rekan-rekannya hadapi. “Semua yang ada terjadi dalam kampung sini. Semua yang kakak sampaikan itu sedang kita alami, termasuk saya sendiri,” katanya.
Sejumlah tetua kampung menyebut kegiatan serupa tidak pernah hadir dalam sepuluh tahun terakhir. Kepala Kampung, tokoh adat, dan para orang tua turut hadir menyaksikan. Batseba berjanji tidak sekadar mendengar. “Kita tidak mendengarkan saja, tetapi dapat kita lakukan dan kita rubah itu semua,” ujarnya.
Jose optimistis Kampung Yakonde bisa bergerak cepat. “Saya punya feeling bahwa kampung ini akan cepat maju karena dia punya potensi besar,” katanya.







