Warga Palang Jalan Cenderawasih SP2 Timika, Rencana Eksekusi Lahan Pemicunya

Ahmad

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi palang jalan oleh warga di Jalan Cenderawasih depan Lorong Garuda dan Lorong Celebes, Kamis (6/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Aksi palang jalan oleh warga di Jalan Cenderawasih depan Lorong Garuda dan Lorong Celebes, Kamis (6/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Gelombang penolakan terhadap rencana eksekusi lahan memicu aksi blokade jalan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Sejumlah warga menutup ruas Jalan Cenderawasih SP2, tepatnya di sekitar Perumahan Pemda, Kamis (6/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan warga atas rencana penggusuran lahan yang telah mereka tempati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksinya, warga membendung badan jalan menggunakan batang kayu serta membakar ban bekas. Akibatnya, arus kendaraan sempat lumpuh dan memancing kerumunan warga sekitar.

Aparat kepolisian yang diterjunkan ke lokasi langsung berupaya melakukan negosiasi dengan pihak keluarga guna membuka akses jalan.

Sengketa tanah ini diklaim telah berlangsung berlarut-larut tanpa kejelasan status. Perwakilan keluarga, Steven Magai, menyatakan pihaknya sudah memproses sengketa tersebut selama hampir dua tahun, baik melalui pengadilan maupun kantor pertanahan setempat, namun tak kunjung mendapatkan kepastian hukum.

Baca Juga :  Lakalantas di Mimika Sepanjang Juni - Juli 2025 Cukup Tinggi

“Kami sudah pergi ke pengadilan untuk mengurus masalah tanah ini, tetapi menurut kami tidak ada respons yang serius. Kami juga datang ke kantor pertanahan. Di sana dijelaskan bahwa sertifikat tanah ini sudah memiliki pemilik. Yang menjadi pertanyaan kami, jika memang ada pemilik sertifikat, mengapa kami sebagai pihak yang mengklaim tanah ini tidak pernah diberi tahu,” jelas Steven.

Steven menegaskan lahan tersebut merupakan milik adat keluarganya yang diduga telah ditransaksikan secara sepihak oleh oknum lain.

Baca Juga :  Miras dan Tempat Hiburan Malam Akan Ditutup Selama Nataru di Mimika

“Kami sudah berulang kali meminta agar persoalan sertifikat ini diselesaikan. Sudah hampir dua tahun belum ada penyelesaian, tetapi sekarang pemerintah datang untuk melakukan pembongkaran dan eksekusi,” ungkapnya tegas.

Bagi masyarakat adat Papua, tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan simpul identitas, sejarah, dan kebudayaan.

Steven mendesak agar penyelesaian konflik tidak melulu bersandar pada kacamata administrasi pertanahan, melainkan juga menghormati hak-hak ulayat.

Warga lainnya, Yona Magai, mendesak jajaran pejabat terkait dan lembaga adat untuk turun langsung menyerap aspirasi warga sebelum mengeksekusi lahan.

“Kami meminta Bupati, pihak pertanahan, pengadilan, Lemasa, dan Lemasko datang untuk membicarakan persoalan tanah ini sekarang juga,” kata Yona.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo
Aksi Saling Salip Berujung Maut, Seorang Pengendara Motor di Mimika Tewas Ditikam
TPNPB Sebut Telah Menembak Mati Sopir di Jalur Wamena-Nduga, Warga Pendatang Diberi Peringatan
Seorang Pria Diduga Ditahan Kelompok Bersenjata di Jayawijaya, Dipaksa Dukung Papua Merdeka
Disinformasi Penculikan Anak di Facebook Picu Pemalangan Jalan di Mimika
Seorang Pria Korban Penikaman KM 9 Mimika Meninggal Usai Dirawat di RS
Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di SP 2 Mimika
Kebakaran di SP7 Jadi Ancaman Karhutla, BPBD Mimika Warning Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:12 WIT

Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo

Jumat, 18 September 2026 - 21:23 WIT

Aksi Saling Salip Berujung Maut, Seorang Pengendara Motor di Mimika Tewas Ditikam

Rabu, 16 September 2026 - 02:31 WIT

TPNPB Sebut Telah Menembak Mati Sopir di Jalur Wamena-Nduga, Warga Pendatang Diberi Peringatan

Selasa, 15 September 2026 - 23:24 WIT

Seorang Pria Diduga Ditahan Kelompok Bersenjata di Jayawijaya, Dipaksa Dukung Papua Merdeka

Selasa, 15 September 2026 - 21:23 WIT

Disinformasi Penculikan Anak di Facebook Picu Pemalangan Jalan di Mimika

Berita Terbaru

Ilustrasi malaria. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Menahan Gelombang Malaria di Mimika

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:15 WIT

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Mimika, Abrianti Nuhuyanan. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

Mimika Punya 11 Titik Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Menyentuh Dua Kawasan

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:01 WIT