PUNCAK JAYA – Pesawat Aman Air dengan nomor registrasi PK-WNU dilaporkan tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.22 WIT.
Berdasarkan informasi laporan yang dihimpun Galeripapua.com, pesawat yang dipiloti Capt. Sriram Manoharan tersebut diketahui membawa ribuan liter muatan bahan bakar minyak (BBM) dari Timika menuju Mulia.
Pesawat mulai melakukan proses pendaratan di Bandara Mulia sekitar pukul 11.20 WIT. Saat menyentuh landasan, pesawat disebut mengalami kecenderungan bergerak ke kanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesawat kemudian keluar dari jalur runway dan menabrak pagar pembatas bandara. Laporan awal menyebut pesawat keluar sekitar 450 meter dari arah ujung Runway 09.
Pilot yang merupakan warga negara India dilaporkan selamat. Tidak ada penumpang lain dalam penerbangan tersebut.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Yudha Wicaksono, membenarkan insiden tersebut. Menurut dia, pesawat mengalami kendala saat mendarat akibat kondisi angin yang cukup kencang.
“Pada saat melakukan pendaratan, pesawat mengalami kendala akibat kondisi angin yang cukup kencang sehingga keluar dari jalur runway dan tergelincir ke sisi kanan,” jelas Yudha.
Ia juga membenarkan bahwa pesawat tersebut membawa muatan BBM dan mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.
Yudha memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Pilot juga berhasil diamankan dalam kondisi selamat.
“Untuk korban jiwa tidak ada. Pesawat mengalami kerusakan dan saat ini masih berada di Bandara Mulia. Lokasi telah kami amankan bersama personel TNI-Polri guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Pasca-insiden, personel Polres Puncak Jaya bersama Polsek Mulia langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari Pos KP2 Bandara Mulia.
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan sekaligus mendukung proses penanganan di lokasi.
Personel gabungan juga melakukan pengamanan di sekitar pesawat karena terdapat laporan bahan bakar yang menetes dari pesawat.
Sementara itu, Satuan Reskrim Polres Puncak Jaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi terkait kronologi dan faktor penyebab pesawat tergelincir.
“Kami dari Polres Puncak Jaya melalui Satuan Reskrim telah melaksanakan olah TKP. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara jelas kronologi maupun faktor penyebab terjadinya insiden tersebut,” kata Yudha.
Selain pengamanan lokasi, pihak Bandara Mulia berkoordinasi dengan AirNav untuk menerbitkan NOTAM penutupan bandara pada Selasa (15/9/2026).
Bandara Mulia selanjutnya akan dibuka kembali setelah dilakukan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Hingga laporan ini dibuat, pesawat PK-WNU masih berada di area Bandara Mulia. Aparat TNI-Polri bersama pihak terkait terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi.
Yudha mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu proses penanganan insiden.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu proses penanganan di lokasi. Mari bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar Kabupaten Puncak Jaya tetap aman dan kondusif,” tutupnya.










