Kurikulum Merdeka Belajar, Kabid SMP: Mimika Baru Dua Sekolah yang Terapkan

Jumat, 30 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Manto Ginting

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Manto Ginting

MIMIKA – Sejak dimulainya tahun ajaran 2022-2023, Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) sudah dapat diperbolehkan untuk diterapkan setiap sekolah di seluruh Indonesia.

Sayangnya dari sejumlah SMP yang ada di Kabupaten Mimika, hanya dua SMP yang telah menerapkan kurikulum tersebut, yakni SMP Sentra Pendidikan dan SMP Negeri 2.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Manto Ginting saat dihubungi via telepon, Kamis (29/9/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampai dengan saat ini, yang sudah mendaftarkan sekolahnya itu baru dua SMP, SMP Negeri 2 dengan SMP Sentra Pendidikan,” ujarnya.

Manto menyebutkan bahwa pemberitahuan informasi terkait pendaftaran sudah disampaikan sejak tahun lalu. Namun, kata dia, masih terdapat kendala di beberapa sekolah sehingga belum dapat menerapkan KMB.

Jelas Manto, sekolah yang mendaftar harus dapat memenuhi persyaratan yang ada, salah satunya memiliki guru penggerak.

“Persyaratannya kan harus ada guru penggeraknya. Makanya sekarang kita sedang kejar untuk persiapkan guru penggeraknya. Sebenarnya sudah tahun lalu kita persiapkan, namun karena masih pandemi sehingga masih terbatas. Itu masalahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Mimika Canangkan Hari Cita-cita

Manto menyebutkan, selain guru penggerak, ada juga beberapa sekolah yang belum merasa urgent untuk menerapkan KMB di sekolahnya. Hal itu menurut Manto wajar karena KMB sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan Kurikulum Tahun 2013 (K13).

“Itu kan hanya penyempurnaan dari K13, sebenarnya kan sama saja. Tidak ada masalah. Hanya model pembelajarannya saja yang sudah diberikan keleluasan kepada guru-guru. Model pembelajarannya yang sudah dibatasi berbasis guru,” jelasnya.

“Kalau dulu KTSP dan K13 itu kan guru yang menjadi sumber pembelajaran. Kalau ini kan guru sekarang harus berubah mindsetnya sehingga memberikan kepada siswa seluas-luasnya untuk mengembangkan dirinya sesuai kompetensinya. Jadi, gurunya itu kan harus benar-benar mengerti, jangan sampai salah sasar dia,” imbuhnya.

Lebih lanjut Manto mengatakan, dengan tidak terburu-buru mendaftar, pihak sekolah akan lebih memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri agar lebih memahami terkait KMB.

Baca Juga :  Momen Hardiknas, SMPN 2 Mimika Canangkan Kurikulum Merdeka Belajar

“Kalau kepalanya sekolahnya melihat apa yang menjadi kekuatan mereka di sana sudah siap ya dia ambil. Kalau belum, ya tunggu dulu. Jangan paksa. Ini kan bukan asal daftar saja. Lebih baik mempersiapkan diri dulu, sama dengan kami yang sedang mempersiapkan diri sekarang ini lewat MoU bersama UNY dan Unas. Jadi guru-guru ini kan nanti sudah siap semua,” katanya.

Ditargetkan bahwa tahun depan jumlah sekolah yang mendaftar untuk menerapkan KMB akan bertambah dari jumlah yang ada saat ini.

“Tahun depan harus sudah berani untuk mengambil, entah itu Kurikulum Merdeka Mandiri atau Berubah. Kalau berubah ini kolaborasi, masih ada intervensi atau pendampingan dari pihak lain sehingga mereka mampu mengembangkan sesuai kurikulum itu sendiri,” terangnya.

“Sedangkan kalau mandiri, mereka harus benar-benar sudah punya kompetensi yang  memadai tanpa campur tangan orang lain lagi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMA Negeri 1 Mimika Antusias Belajar Mitigasi Bencana di IFRC 2026
Dies Natalis ke-64, Uncen Gelar Pelatihan Jurnalistik Bersama Cenderawasih Pos
Udara Tidak Sehat, Bupati Mimika Siapkan Edaran Peliburan Sekolah
Pelatihan Pustakawan Muda Mimika Soroti Minat Baca, Peserta dari Fakafuku Ingin Bawa Taman Baca ke Kampung
Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda
DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan
Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki
Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:52 WIT

Siswa SMA Negeri 1 Mimika Antusias Belajar Mitigasi Bencana di IFRC 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:08 WIT

Dies Natalis ke-64, Uncen Gelar Pelatihan Jurnalistik Bersama Cenderawasih Pos

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:27 WIT

Udara Tidak Sehat, Bupati Mimika Siapkan Edaran Peliburan Sekolah

Senin, 28 September 2026 - 14:23 WIT

Pelatihan Pustakawan Muda Mimika Soroti Minat Baca, Peserta dari Fakafuku Ingin Bawa Taman Baca ke Kampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:43 WIT

Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda

Berita Terbaru