Pelayanan Kesehatan di Pustu Amamapare Terhambat Akibat Kurangnya Fasilitas Penunjang

Jumat, 11 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Puskesmas Pembantu di Kampung Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Tampak Puskesmas Pembantu di Kampung Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

MIMIKA – Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Amamapare, Lucia Wamang, menilai bahwa sarana prasarana di tempat ia bekerja saat ini masih jauh dari kata layak.

Hal itu, kata Lucia, dikarenakan kondisi fasilitas di Pustu Amamapare masih terdapat banyak kekurangan, mulai dari kurangnya persediaan air bersih, tidak ada ruang bersalin hingga tempat tinggal bagi para tenaga kesehatan yang tidak disediakan.

“Banyak sekali kekurangan. Seharusnya fasilitas Puskesmas Pembantu dia tidak beda-beda jauh dari Puskesmas Induk yang ada di satu wilayah kerja. Harus ada ruang bersalin juga, sarana yang mereka bangun ini tidak sesuai, tidak memenuhi standar,” ujar Lucia kepada wartawan di Kampung Amamapare, Kamis (10/11) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lucia mengungkapkan, selama ini para petugas kesehatan tidak dapat melayani secara maksimal karena tidak memiliki tempat tinggal.

“Di sini tidak ada petugas yang menginap. Kita pulang pergi dengan mengeluarkan ongkos BBM lagi. Kalaupun menginap, kita tidur baku tindis dengan obat-obat yang ditaruh di situ karena ruangannya terlalu kecil dan sempit,” jelasnya.

Baca Juga :  Pilot Masih Disandera, Pangdam XVII/Cenderawasih: Apa yang Mau Dikhawatirkan?

Di samping itu, lanjut Lucia, sering juga ada pasien ibu hamil yang terpaksa harus melahirkan di rumah akibat tidak adanya ruang bersalin yang disediakan di Pustu Amamapare.

“Jadi ibu hamil melahirkan di rumah, tidak di Pustu. Itu yang jadi kendala karena sebenarnya tidak boleh di rumah, harus di Pustu. Tapi bagaimana, keadaannya sekarang seperti ini. Di Pustu itu juga dorang ada bikin bangun baru yang disebelah itu, tapi malah batu-batunya ditaruh di jembatan. Akhirnya jembatannya miring ke bawah,” keluhnya.

Adapun persediaan air bersih yang kata Lucia masih sangat terbatas bahkan kurang. Selama ini mereka hanya mengandalkan air hujan.

“Tapi kalau tidak ada hujan kan setengah mati kita untuk dapatkan air,” tandasnya.

Baca Juga :  Pra PON XXI Aceh-Sumut DOB Papua Raya, Ketum KONI: Saya Percaya Banyak Atlet Berbakat

Persoalan-persoalan seperti itulah yang menurut Lucia membuat mereka tidak dapat menetap di Kampung Amamapare untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Padahal Lucia menilai bahwa masyarakat di Kampung Amamapare sesungguhnya senang berobat di Pustu, terlebih para ibu hamil, hanya saja fasilitas di situ masih kurang mendukung.

Oleh sebab itu, Lucia sangat berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas berupa tempat tinggal bagi tenaga kesehatan sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan secara maksimal.

“Rumah bagi petugas harusnya ada sendiri, dan juga pondok bersalinnya. Seingat saya dulu ada perumahan petugas, tapi itu sudah lama waktu masih bergabung dengan Kabupaten Fak-fak,” kata Lucia.

“Sekarang bangunan itu sudah rusak, sudah tidak memenuhi standar lagi. Kalau nantinya di bangun, harus agak tinggi agar air tidak masuk ketika terjadi air pasang karena itu bisa menimbulkan penyakit kulit juga,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport
Bupati Mimika Akui Data Malaria Keliru, Target Eliminasi 2030 Diperkuat
Mimika Uji Coba Primakuin Dosis Tinggi untuk Kejar Eliminasi Malaria 2030
Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata
Petrosea Percepat Penanggulangan Malaria di Mimika, Ratusan Kelambu Dibagikan ke Masyarakat
Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP
Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika
Gedung C2 RSUD Mimika Rp242 Miliar: Solusi Overkapasitas, DPRK Minta Pengawasan Ketat

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:21 WIT

Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport

Sabtu, 25 April 2026 - 15:17 WIT

Bupati Mimika Akui Data Malaria Keliru, Target Eliminasi 2030 Diperkuat

Jumat, 24 April 2026 - 19:31 WIT

Mimika Uji Coba Primakuin Dosis Tinggi untuk Kejar Eliminasi Malaria 2030

Selasa, 21 April 2026 - 19:05 WIT

Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata

Kamis, 16 April 2026 - 12:26 WIT

Petrosea Percepat Penanggulangan Malaria di Mimika, Ratusan Kelambu Dibagikan ke Masyarakat

Berita Terbaru