Upaya PTFI Menjaga Keanekaragaman Hayati di Papua

Senin, 20 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemeriksaan Kura-kura Moncong Babi di  area Konservasi MP 21 PT Freeport  Indonesia. (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

Pemeriksaan Kura-kura Moncong Babi di area Konservasi MP 21 PT Freeport Indonesia. (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

JAKARTA – PT Freeport Indonesia (PTFI) berbagi praktik baik menjaga keanekaragaman hayati pada talkshow Pekan Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Vice President Environmental PTFI, Gesang Setyadi, pada kesempatan itu menyebutkan bahwa PTFI sejauh ini telah berhasil berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman hayati di Papua.

“Sebagai salah satu perusahaan yang beroperasi di lokasi dengan mega biodiversity, PTFI bertanggung jawab memberikan kontribusi terhadap keanekaragaman hayati yang ada di Papua. Ini menjadi salah satu policy kami,” ujar Gesang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembukaan acara Pekan Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024 oleh Wakil Menteri LHK Alue Dohong (ketiga dari kiri). (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

Dia mengatakan salah satu kunci keberhasilan PTFI dalam menjaga keanekaragaman hayati di Papua adalah kerja sama dengan berbagai pihak di antaranya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, lembaga swadaya masyarakat bidang konservasi, dan pemerintah daerah propinsi maupun kabupaten.

Baca Juga :  Polres Paniai Maknai Hari Sumpah Pemuda ke-94 Sebagai Momentum Membangun Bangsa

“Kami tidak bisa berjalan sendiri, BBKSDA tidak bisa berjalan sendiri, tapi kalau kita bisa bekerja bersama-sama tentunya kita bisa mencapai hasil yang lebih maksimal,” tuturnya.

Gesang mencontohkan, saat berkolaborasi dengan BBKSDA Papua dalam melepasliarkan satwa endemic Papua hasil penyitaan, sebelumnya satwa tersebut dibawa ke kandang transit milik PTFI di Timika.

Hingga saat ini, kata dia, PTFI telah melepasliarkan 56.650 kura-kura moncong babi, 25 mamalia, 124 reptil, dan 578 burung.

Selain itu, PTFI sejauh ini pun telah berkontribusi membantu penemuan spesies baru yang belum dideskripsikan secara ilmiah sebelumnya.

Antara lain penemuan 50 serangga baru, 21 spesies kepiting baru, dua spesies ikan, satu spesies katak, satu spesies kadal, serta 29 tumbuhan spesies baru.

Baca Juga :  Warga Tumpah Ruah di Puncak HUT Mimika, Bupati Omaleng: Ini Karena Berkat Tuhan
VP Environmental PTFI Gesang Setyadi memberikan pemaparan penemuan spesies Anjing baru “Singing Dog” di talkshow dan diskusi dengan tema “Peran Serta Swasta dalam Konservasi Hidupan Liar di Indonesia” di acara Pekan Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024. (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

PTFI juga secara rutin menerbitkan Buku Biodiversity yang berisi tentang kupu- kupu, kepiting, burung dan lainnya. Total sebanyak 12 seri buku telah diterbitkan hingga saat ini.

“Kami juga bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada dalam melakukan penelitian New Guinea Singing Dog, yang merupakan salah satu anjing tertua di dunia, yang ditemukan di kawasan pertambangan Grasberg,” ungkap Gesang.

Sebagai informasi, Pekan Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di bawah Direktorat Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem ini berlangsung dari tanggal 15–17 Mei.

Kegiatan ini bersamaan dengan “World Species Congress 2024 IUCN—The World Conservation Union” dengan tema internasional “Keanekaragaman Hayati & Keamanan Air Tawar, Air, Lautan Dan Pesisir”.

IUCN atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam adalah sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Manajemen PT Inkasakti Gelar Bakti Lingkungan di Vihara Arya Dharma
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polisi di Mimika Lakukan Gerakan Indonesia ASRI
Mimika Innovation Week 2026, Sayembara Inovasi Untuk Mimika Maju, Adaptif dan Berdaya Saing
Dukung TIFA 2026, Dinas Koperasi Siap Hadirkan Ratusan UMKM Meriahkan Festival
Kirab Bendera 50 Meter Satukan Ratusan Warga Puncak Jaya Rayakan Hari Lahir Pancasila
TIFA 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lomba Yospan dan Tari Nusantara Tingkat Nasional
36 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Papua
KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:24 WIT

Manajemen PT Inkasakti Gelar Bakti Lingkungan di Vihara Arya Dharma

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:06 WIT

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polisi di Mimika Lakukan Gerakan Indonesia ASRI

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:32 WIT

Mimika Innovation Week 2026, Sayembara Inovasi Untuk Mimika Maju, Adaptif dan Berdaya Saing

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:43 WIT

Dukung TIFA 2026, Dinas Koperasi Siap Hadirkan Ratusan UMKM Meriahkan Festival

Senin, 1 Juni 2026 - 18:30 WIT

Kirab Bendera 50 Meter Satukan Ratusan Warga Puncak Jaya Rayakan Hari Lahir Pancasila

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT