MIMIKA – TIFA Creative berhasil tampil memukau dalam sebuah acara pertunjukan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh The KLF Re-Enactment Society (KLFRS) pada Minggu (23/6/2024) malam.
Pertunjukan live streaming bertaraf internasional tersebut ditayangkan melalui Zoom Meeting yang mana para penontonnya berasal dari sejumlah kota di Indonesia maupun luar negeri seperti Liverpool, London, Iceland, dan lain sebagainya.
Pada penampilan itu, TIFA Creative menurunkan enam penarinya beserta seorang Art Director, Alfo Smith.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keenam penari TIFA Creative menampilkan tarian pangkur sagu, sebuah tarian yang merepresentasikan kebiasaan tradisi orang Papua dalam memanen sagu.
Sementara Alfo Smith dikhususkan oleh penyelenggara untuk membawakan tarian eksplorasi dari sebuah lagu yang telah ditentukan.
Saat diwawancarai Galeripapua.com usai pertunjukan, Alfo menjelaskan bahwa tarian yang ia tampilkan lebih mengangkat kisah-kisah pengalaman masa lampau yang digali kembali dan diterjemahkan ke dalam bentuk tarian.
“Dia lebih ke stori, kaya perjalanan. Jadi, cerita yang kelam dicoba untuk digali kembali melalui gerak yang kemudian dicoba untuk di-translate ke semua orang yang nonton bahwa perasaan-perasaan yang pernah hilang jika terus digali kembali itu bentuknya seperti apa. Itu yang dibawakan tadi,” jelas Alfo.
Kata dia, pemaknaan tersebut dapat disandingkan dengan bagaimana kisah dari band The KLF, sang pemilik lagu yang dipakai dalam tarian yang dibawakannya.
Selain TIFA Creative, adapun penampilan dari salah satu sanggar seni asal Bali. Mereka menarikan tarian bola api.
Pertunjukan di malam itu mendapatkan berbagai apresiasi dan pujian dari para penonton yang tampak kagum melihat tradisi dan budaya Indonesia yang ditampilkan begitu natural dan eksotik.
“Mereka senang karena teman-teman di sini bisa menari dan memberikan pertunjukan yang luar biasa. Walaupun sempat ada beberapa kekurangan teknis seperti soal jaringan yang kurang baik sehingga suara musik kurang terdengar, tapi penonton sangat mengapresiasi,” ungkap Ketua Umum TIFA, Dina Merani.
Dina pun turut berbangga karena pertunjukan tersebut merupakan pengalaman perdana TIFA Creative menampilkan perform melalui Zoom Meeting.
“Ini perform yang baru juga bagi kita karena untuk pertama kalinya tema-teman semua perform melalui Zoom Meeting. Biasanya kita zoom untuk meeting tapi kali ini, zoom untuk perform,” tuturnya.
Di samping itu, menurut Dina, pertunjukan ini pun dapat dijadikan sebagai batu loncatan bagi Timika Inside Festival of Art (TIFA) dalam mempromosikan event yang akan diselenggarakan pada Juli 2204 mendatang.
“Ini kita juga sekalian promosi TIFA 2024 dan TIFA di tahun-tahun selanjutnya. Kami berharap, tahun depan bisa kerja sama dengan teman-teman dari KLRFS,” kata Dina.
Dina menyebut untuk tahun ini, TIFA Creative pun telah diundang untuk hadir dalam KLFRS (Bali Chapter) Art & Music Festival yang akan digelar pada 23 Agustus 2024 di Kota Denpasar.
“Kita akan komunikasi lebih intens dengan teman-teman di Bali untuk bisa support kita hadir di sana. Informasi saat ini, mungkin dua atau tiga orang yang bisa mereka support. Jadi, nanti kita akan sama-sama berupaya,” pungkasnya.









