Deiyai Juara Umum Festival Cahaya Kreasi Budaya Papua Tengah, Latihan Dua Pekan Berbuah Prestasi

Endy Langobelen

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Deiyai meraih juara umum Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Kabupaten Deiyai meraih juara umum Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

NABIRE – Kabupaten Deiyai berhasil keluar sebagai juara umum pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah. Pengumuman pemenang disampaikan pada penutupan festival di Lapangan Bandara Lama Nabire, Sabtu (27/6/2026).

Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi kontingen Deiyai. Di balik keberhasilan itu, tersimpan perjuangan panjang para pendamping, pelatih, guru, dan peserta yang harus mempersiapkan diri dalam waktu sangat terbatas.

Puncak acara festival diawali dengan penampilan tarian kolosal Nusantara dari Sanggar AWDC, sebelum dewan juri mengumumkan para pemenang dari berbagai cabang lomba, mulai dari tari kreasi, fashion show, kuliner khas Papua, musik akustik tradisional, bertutur cerita rakyat, stan pameran budaya, dan kebersihan stan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Pendamping dan Peserta Kabupaten Deiyai, Ice Pekei, mengaku bangga atas kerja keras seluruh tim yang akhirnya membuahkan hasil sebagai juara umum.

“Teman-teman sangat bangga, senang, dan gembira. Saya sendiri juga bangga karena selama persiapan kami benar-benar berjuang. Bahkan saya sampai sakit karena kurang makan, tidur juga tidak nyenyak selama mendampingi anak-anak,” ujarnya.

Ice yang juga merupakan guru Bahasa Indonesia sekaligus Kepala SMA Negeri 1 Plus KPG Deiyai mengatakan, persiapan kontingen hanya berlangsung sekitar satu bulan. Namun latihan yang benar-benar fokus hanya bisa dilakukan selama dua minggu.

Dengan waktu yang sempit, ia harus membagi jadwal latihan berbagai cabang lomba, mencari pelatih, hingga memeriksa seluruh kebutuhan administrasi setiap peserta.

Baca Juga :  Pj Bupati Mappi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024

“Kadang sampai jam tiga subuh saya masih mengedit sinopsis, deskripsi, dan kebutuhan lomba. Jam lima pagi sudah bangun lagi untuk melanjutkan pekerjaan,” katanya.

Kontingen Deiyai sendiri terdiri dari pelajar yang berasal dari berbagai SMA dan SMK di kabupaten tersebut. Mereka dipilih berdasarkan kemampuan serta pengalaman mengikuti kegiatan seni budaya agar mampu beradaptasi dengan waktu latihan yang singkat.

Meski memiliki keyakinan mampu membawa pulang gelar juara, Ice mengaku sejak awal ia selalu mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama.

“Kami sampaikan kepada anak-anak, jangan ambisi mengejar juara. Yang penting membawa nama baik daerah dan mengharumkan Kabupaten Deiyai. Kalau fokusnya hanya juara, nanti justru tidak maksimal,” tuturnya.

Menurutnya, semangat para peserta menjadi modal terbesar hingga mampu meraih prestasi tertinggi dalam festival tersebut.

Selain mengapresiasi penyelenggaraan festival, Ice berharap pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat dipersiapkan lebih matang, terutama terkait petunjuk teknis (juknis) yang sebaiknya diterima jauh sebelum pelaksanaan agar daerah memiliki waktu cukup melakukan pembinaan.

Ia juga berharap seluruh pelaksanaan lomba benar-benar berpedoman pada juknis yang telah ditetapkan sehingga tidak menimbulkan kekecewaan di kalangan peserta.

Terlepas dari itu, Ice menilai Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar memiliki nilai penting dalam menjaga identitas budaya Papua Tengah di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga :  Tambahan Anggaran Guru Swasta di Mimika Kembali Diperhatikan

Menurutnya, kegiatan seperti lomba bertutur cerita rakyat dan musik tradisional menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali bahasa daerah, cerita rakyat, serta nilai-nilai budaya yang mulai ditinggalkan.

“Banyak anak-anak sekarang yang sudah tidak tahu bahasa daerahnya sendiri. Melalui kegiatan seperti ini mereka bisa belajar kembali. Budaya harus terus dipertahankan supaya tidak punah dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga meyakini festival budaya menjadi wadah positif yang mampu mengarahkan energi anak-anak pada kegiatan kreatif sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.

Pada festival tahun ini, Deiyai meraih juara pertama pada lomba fashion show dan stan pameran budaya, juara kedua lomba tari kreasi, juara kedua masak kuliner khas Papua, juara ketiga lomba cerdas cermat, serta penghargaan favorit pada lomba musik tradisional. Raihan tersebut mengantarkan Kabupaten Deiyai sebagai juara umum dengan hadiah sebesar Rp43 juta.

Selain trofi juara umum, panitia juga memberikan hadiah Rp5 juta bagi juara pertama setiap cabang lomba, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta bagi juara ketiga.

Tujuh kabupaten lainnya yang tidak meraih juara umum memperoleh dana pembinaan masing-masing kabupaten Rp4 juta, sementara seluruh peserta menerima uang pembinaan Rp1 juta per orang beserta sebuah laptop sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam melestarikan budaya Papua Tengah.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Seni TIFA Tutup, Pemkab Mimika Janji Lanjutkan Dukungan
Duta TIFA 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Wajah Promosi Seni, Budaya, dan UMKM Papua Tengah
TIFA 2026 Terima Sertifikat KEN, Bukti Festival Seni Mimika Kembali Diakui Secara Nasional
Deiyai Juara Umum TIFA 2026, Budaya Asli dan Produk Lokal Jadi Daya Tarik
Brand Ticha Juara 1 TIFA 2026 Lewat Inovasi Fashion Khas Papua Tengah
Samuel Yogi: Festival TIFA Dorong Pertumbuhan UMKM dan Promosi Budaya Papua
Hujan Tak Redam Semangat, TIFA 2026 Resmi Dibuka di Mimika
Ribuan Warga Padati Konser Rima Kebangsaan di Timika, GOG Juara Lomba Hip-Hop Rap

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 01:56 WIT

Festival Seni TIFA Tutup, Pemkab Mimika Janji Lanjutkan Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:56 WIT

Duta TIFA 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Wajah Promosi Seni, Budaya, dan UMKM Papua Tengah

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:40 WIT

TIFA 2026 Terima Sertifikat KEN, Bukti Festival Seni Mimika Kembali Diakui Secara Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:07 WIT

Deiyai Juara Umum TIFA 2026, Budaya Asli dan Produk Lokal Jadi Daya Tarik

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:20 WIT

Brand Ticha Juara 1 TIFA 2026 Lewat Inovasi Fashion Khas Papua Tengah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT