Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya

Ahmad

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DAD Mimika, Vinsent Oniyoma. (Foto: Istimewa)

Ketua DAD Mimika, Vinsent Oniyoma. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Dewan Adat Daerah (DAD) Kabupaten Mimika mendesak Kejaksaan Negeri Mimika untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Rumah Layak Huni di Distrik Hoya. Proyek strategis tersebut didanai oleh Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Desakan ini muncul setelah Kejaksaan Negeri Mimika memeriksa sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Mimika terkait indikasi penyimpangan dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

Ketua DAD Mimika, Vinsent Oniyoma, mengapresiasi langkah hukum yang telah dimulai oleh kejaksaan, namun meminta penegak hukum tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun demikian, kami meminta agar proses hukum ini tidak berhenti pada pemeriksaan administratif semata, melainkan dituntaskan hingga mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya kerugian negara,” jelas Vinsent dalam keterangan tertulis yang diterima media, Senin (8/6/2026).

Fokus utama sorotan publik tertuju pada kejanggalan proses lelang. Data sistem pengadaan pemerintah menunjukkan proyek tersebut memiliki Pagu Anggaran sebesar Rp8.750.000.000,- dengan Harga Penawaran Sendiri (HPS) Rp8.606.005.000,-. Namun, pemenang lelang memenangkan proyek dengan nilai penawaran Rp6.884.804.000,-.

Baca Juga :  Jelang Natal, Warga Distrik Jila Trauma Penembakan dan Minta Penarikan Militer

Selisih antara HPS dan nilai penawaran pemenang mencapai sekitar Rp1,72 miliar atau merosot lebih dari 20 persen. Penurunan harga yang signifikan ini memicu kekhawatiran mengenai potensi penurunan kualitas material, pengurangan volume pekerjaan, dan ketahanan fisik bangunan di lapangan.

Selain masalah teknis anggaran, DAD Mimika menyayangkan minimnya keterlibatan pengusaha lokal Orang Asli Papua (OAP) dalam proyek yang didanai dana Otsus ini, mengingat perusahaan pemenang tender diketahui berasal dari luar Papua.

“Dalam proyek ini diketahui perusahaan pelaksana berasal dari luar Papua. Hal ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Mimika agar ke depan lebih memperhatikan pemberdayaan dan keberpihakan terhadap pengusaha OAP yang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” kata Vinsent.

Baca Juga :  Masyarakat Adat Lanny Jaya Desak Penarikan Militer Non-Organik

Sebagai bentuk pengawasan sosial, DAD Mimika yang telah berkoordinasi dengan Dewan Adat Kampung Hoya mengeluarkan enam poin pernyataan sikap resmi:

  1. Mendesak Kejaksaan Negeri Mimika mengusut tuntas dugaan korupsi Program Rumah Layak Huni di Distrik Hoya.
  2. Memeriksa seluruh pihak yang terlibat tanpa tebang pilih.
  3. Melakukan audit teknis terhadap kualitas bangunan dan kesesuaian spesifikasi pekerjaan.
  4. Mengumumkan hasil penyelidikan secara terbuka kepada masyarakat.
  5. Memastikan Dana Otsus digunakan sesuai tujuan utama untuk kesejahteraan Orang Asli Papua, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun penerima manfaat.
  6. Mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan ruang yang lebih besar kepada pengusaha Orang Asli Papua dalam proyek pembangunan daerah.

DAD Mimika menegaskan akan terus mengawal kasus ini bersama masyarakat adat hingga mendapat kepastian hukum.

“Dana Otsus adalah amanah untuk kesejahteraan rakyat Papua, bukan ruang bagi praktik yang merugikan masyarakat. Setiap dugaan penyimpangan wajib diusut secara tuntas dan transparan,” kata Vinsent.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jubir OPM Buka Suara soal Penembakan 3 Pegawai di Jayawijaya
Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika
Pemuda Adat Papua Tolak PAPEDA Summit, Soroti Perdagangan Karbon
Bawa 27 Tuntutan, Mahasiswa dan Warga Mimika Demo di Kantor DPRK
Layangkan Surat Terbuka, LBH TPRA Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional Kebakaran Hutan Biak
LMA dan FPHS Tsingwarop Kritik Menteri HAM, Desak Tak Ikut Campur Urusan Pengalihan Dana 10 Persen dari Freeport
Peringati 4 Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Korban: Jangan Beri Remisi Pelaku!
Komunitas Ojol Jayapura Nyatakan Dukungan terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:13 WIT

Jubir OPM Buka Suara soal Penembakan 3 Pegawai di Jayawijaya

Minggu, 6 September 2026 - 21:16 WIT

Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika

Kamis, 3 September 2026 - 22:20 WIT

Pemuda Adat Papua Tolak PAPEDA Summit, Soroti Perdagangan Karbon

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:38 WIT

Bawa 27 Tuntutan, Mahasiswa dan Warga Mimika Demo di Kantor DPRK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:55 WIT

Layangkan Surat Terbuka, LBH TPRA Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional Kebakaran Hutan Biak

Berita Terbaru

Kepala BPBJ Mimika, Anton Pasoro. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:29 WIT

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan seorang warga di area belakang Indekos Warna Warni, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Indekos di Mimika

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:16 WIT