Festival Cahaya Kreasi Papua Tengah Ditutup, Pemprov Dorong Pembinaan Talenta Pelajar

Endy Langobelen

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penutupan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026 ditandai dengan pemukulan tifa. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Penutupan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026 ditandai dengan pemukulan tifa. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

NABIRE – Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026 resmi ditutup oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Herman Kayame, di Lapangan Bandara Lama Nabire, Sabtu (27/6/2026).

Penutupan festival yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah sejak 24 Juni 2026 itu ditandai dengan pemukulan tifa bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, jajaran Pemerintah Kabupaten Nabire, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Herman Kayame, ditegaskan bahwa Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah pembinaan karakter, kreativitas, dan pelestarian budaya bagi generasi muda Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang lomba, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi pelajar. Melalui kegiatan seperti ini, para peserta belajar menampilkan kemampuan, menghargai proses, menjadi disiplin, bekerja sama, serta menerima hasil penilaian secara terbuka,” ujar Herman.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga meminta agar festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan didorong untuk menindaklanjutinya melalui pembinaan minat dan bakat pelajar, pendataan potensi peserta, dokumentasi karya, hingga penyediaan ruang tampil secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Angkat Budaya Lokal, Performing Art Laku Dalam Ruang Segera Hadir di Mimika

Menurut Herman, sekolah juga harus memberikan perhatian yang seimbang terhadap pengembangan akademik, karakter, seni budaya, dan keterampilan peserta didik.

“Pelajar Papua Tengah harus disiapkan menjadi generasi yang cerdas, disiplin, percaya diri, menghargai budaya, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru pendamping, dewan juri, orang tua, dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan festival.

Kepada para juara, Herman mengingatkan agar prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, ia meminta agar tetap menjadikan pengalaman mengikuti festival sebagai bekal untuk terus berkembang.

Sebelum menutup sambutannya, Herman mengajak seluruh pihak untuk terus melestarikan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar sebagai agenda bersama.

Baca Juga :  Sambut HUT Ke-28 Mimika, Disnakeswan Bakal Beri Vaksin Rabies Gratis

Bahkan, usai membacakan sambutan gubernur, ia berharap pelaksanaan festival pada tahun-tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak pihak, termasuk sektor pariwisata dan olahraga, sehingga semakin memperkuat kolaborasi delapan kabupaten di Papua Tengah.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan para pemenang dari seluruh cabang lomba. Kabupaten Deiyai berhasil keluar sebagai juara umum setelah meraih prestasi terbaik di sejumlah kategori, di antaranya juara pertama lomba fashion show dan stan pameran, serta juara pada beberapa cabang lainnya.

Selain Deiyai sebagai juara umum, para juara di berbagai kategori antara lain Nabire menjuarai lomba tari kreasi dan cerdas cermat, Mimika menjadi juara lomba memasak kuliner khas Papua dan bertutur cerita rakyat, sedangkan Dogiyai meraih juara pertama lomba musik tradisional.

Puncak acara penutupan berlangsung meriah dengan penampilan sejumlah musisi Papua, seperti Nobo, Michael Jakarimilena, Blessing Band, Sonya Bara, dan Qiiba. Ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Bandara Lama Nabire tampak antusias menikmati rangkaian hiburan hingga acara berakhir.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Seni TIFA Tutup, Pemkab Mimika Janji Lanjutkan Dukungan
Duta TIFA 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Wajah Promosi Seni, Budaya, dan UMKM Papua Tengah
TIFA 2026 Terima Sertifikat KEN, Bukti Festival Seni Mimika Kembali Diakui Secara Nasional
Deiyai Juara Umum TIFA 2026, Budaya Asli dan Produk Lokal Jadi Daya Tarik
Brand Ticha Juara 1 TIFA 2026 Lewat Inovasi Fashion Khas Papua Tengah
Samuel Yogi: Festival TIFA Dorong Pertumbuhan UMKM dan Promosi Budaya Papua
Hujan Tak Redam Semangat, TIFA 2026 Resmi Dibuka di Mimika
Ribuan Warga Padati Konser Rima Kebangsaan di Timika, GOG Juara Lomba Hip-Hop Rap

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 01:56 WIT

Festival Seni TIFA Tutup, Pemkab Mimika Janji Lanjutkan Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:56 WIT

Duta TIFA 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Wajah Promosi Seni, Budaya, dan UMKM Papua Tengah

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:40 WIT

TIFA 2026 Terima Sertifikat KEN, Bukti Festival Seni Mimika Kembali Diakui Secara Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:07 WIT

Deiyai Juara Umum TIFA 2026, Budaya Asli dan Produk Lokal Jadi Daya Tarik

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:20 WIT

Brand Ticha Juara 1 TIFA 2026 Lewat Inovasi Fashion Khas Papua Tengah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT