MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, pasca penutupan Lokakarya Pendidikan Dasar dan Menengah yang digelar Keuskupan Timika di Aula Bobaigo, Kamis (16/4/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Gereja, dan sektor swasta dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Papua.
Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, mengatakan lokakarya tersebut membuka ruang dialog konstruktif sekaligus memperkaya perspektif dalam merumuskan arah pembangunan pendidikan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami harap adanya lokakarya ini ke depan akan lebih baik lagi, lebih khusus untuk pendidikan ,” ujar Nathan.
Ia menegaskan, PTFI selama ini telah menjalin kerja sama dengan Keuskupan Timika dan akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah demi mendorong kemajuan pendidikan.
“Kami juga selama ini sudah kerja sama dengan Keuskupan, dan ke depan juga tetap kami mendukung, terutama bersama pemerintah daerah dan Keuskupan Timika,” imbuhnya.
Menurut Nathan, forum lokakarya ini menjadi wadah strategis untuk menyerap berbagai masukan dari pemangku kepentingan lintas sektor, sekaligus menjadi pijakan awal menuju perubahan yang lebih baik.
“Saya rasa lokakarya seperti ini sangat bagus agar tim kami juga mendapatkan masukan-masukan bagaimana khusus untuk pendidikan. Ini juga menjadi awal perubahan dan harapan kita ke depan pasti akan lebih baik lagi,” katanya.
Dari hasil lokakarya tersebut, lanjut Nathan, dirumuskan empat poin utama yang menjadi fokus penguatan pendidikan ke depan, yakni perbaikan tata kelola, penyusunan peta jalan pendidikan jangka pendek, menengah, dan panjang, aspek pendanaan, serta penguatan tenaga kependidikan.
“Ada empat poin yang dihasilkan dari lokakarya, yaitu perbaikan tata kelola, kemudian penyusunan peta jalan pendidikan baik jangka pendek, menengah, dan panjang, lalu pendanaan, serta penguatan tenaga kependidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh rekomendasi tersebut merupakan hasil kontribusi berbagai pihak dan akan ditindaklanjuti oleh Keuskupan Timika sebagai dasar penyusunan program strategis pendidikan.
“Semua itu merupakan hasil masukan dari berbagai pihak, dan nanti akan dikelola oleh Keuskupan menjadi program ke depan,” ujarnya.
Meski belum merinci bentuk dukungan konkret ke depan, Nathan memastikan komitmen perusahaan akan tetap berlanjut melalui kemitraan yang sudah terbangun.
“Kalau untuk ke depan dukungan dalam bentuk apa, itu belum bisa dipastikan hari ini. Tapi yang jelas, kami akan terus bekerja sama dengan Keuskupan,” tegasnya.
Dengan berakhirnya lokakarya ini, sinergi antara Keuskupan, pemerintah daerah, dan sektor swasta diharapkan semakin solid dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Papua, khususnya di Mimika.


























