Hujan Lebat di Tembagapura: Jalan Putus, Longsor Ancam RS Waa Banti

Endy Langobelen

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu titik jalan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, mengalami longsor yang mengakibatkan akses jalan putus. (Foto: Amatir Warga)

Salah satu titik jalan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, mengalami longsor yang mengakibatkan akses jalan putus. (Foto: Amatir Warga)

MIMIKA – Hujan lebat yang mengguyur Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sejak Sabtu (25/4/2026) malam, menyebabkan debit air Sungai Agawogom atau yang kini dikenal sebagai Kali Kabur meningkat drastis.

Derasnya aliran sungai mengikis sejumlah tanggul hingga memicu longsor di beberapa titik. Akibatnya, jalan utama menuju kawasan Banti putus dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Longsor juga terjadi di bantalan tanggul tepat di depan Rumah Sakit (RS) Waa Banti, membuat tenaga kesehatan dan pasien berada dalam kondisi siaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di RS Waa Banti mengatakan, banjir mulai terjadi sejak Sabtu malam akibat tingginya curah hujan yang terus berlangsung.

“Banjir sudah sejak hari Sabtu malam dan penyebabnya karena curah hujan yang tinggi. Dampak yang terjadi adalah terjadi longsor di area sekitar rumah sakit, jarak area longsor ke rumah sakit kurang lebih lima meter, di hitung dari titik paling rawan,” ujarnya kepada Galeripapua.com via pesan WhatsApp, Senin (27/4/2026).

Kondisi longsor di depan Rumah Sakit Waa Banti. (Foto: Istimewa)
Kondisi longsor di depan Rumah Sakit Waa Banti. (Foto: Istimewa)

Menurutnya, kondisi tersebut membuat seluruh tenaga kesehatan harus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari saat hujan deras dan angin kencang kembali terjadi.

“Kondisi saat ini, kami tetap waspada karena area longsor sudah sangat dekat dengan lingkungan sekitar rumah sakit,” katanya.

“Dan situasi ini sangat mengganggu pelayanan karena secara otomatis para nakes (tenaga kesehatan) yang ada di sini waspada setiap malam sehingga kurang istirahat dan berdampak pada kondisi kesehatan beberapa nakes,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kapendam Beberkan Kronologi Penembakan Anggota TNI di Mimika

Selain ancaman longsor yang mendekati rumah sakit, akses rujukan pasien juga menjadi persoalan serius. Jalan yang putus berada sekitar tiga kilometer dari lokasi rumah sakit, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.

“Cuaca saat ini hujan dan juga angin sehingga kami pun masih tetap waspada dengan situasi yang akan terjadi ke depannya. Kalau aliran sungai saat in masih aman. Namun saat hujan, aliran air akan naik dan biasanya di sertai banjir. Kondisi hujan yang terjadi di area Banti lebih sering terjadi di sore smpai malam hari,” tuturnya.

“Kami pun bukan cuma memikirkan diri sendiri namun pasien-pasien yang saat ini kami rawat yang betul-betul dalam kondisi lemah. Di sini ada dua pasien yang dalam kondisi lemah, yang sama sekali tidak bisa mobilisasi,” imbuhnya.

Salah satu titik jalan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, mengalami longsor yang mengakibatkan akses jalan putus. (Foto: Amatir Warga)
Salah satu titik jalan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, mengalami longsor yang mengakibatkan akses jalan putus. (Foto: Amatir Warga)

Ia juga menyebutkan bahwa longsor tahun ini menjadi yang terparah karena sudah mencapai area sekitar rumah sakit, berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya terjadi di titik-titik rawan tertentu.

“Kalau tahun lalu tidak terjadi longsor di area rumah sakit. Namun terjadi di lokasi-lokasi tertentu yang memang rawan longsor,” ujarnya.

Bahkan, akibat hujan dan angin yang terjadi pada malam sebelumnya, beberapa pohon tumbang dan satu kuburan yang berada tepat di depan rumah sakit ikut roboh akibat longsor.

Dengan kondisi yang masih rawan dan cuaca yang belum stabil, pihak rumah sakit berharap ada langkah cepat dari pihak terkait, dalam hal ini pemerintah dan PT Freeport Indonesia untuk menentukan tingkat kegawatan di sekitar rumah sakit, termasuk kemungkinan evakuasi jika situasi memburuk.

Baca Juga :  Jaringan Pengedar Obat Terlarang di Mimika Berhasil Diungkap, 4 Orang Ditangkap

“Harapan dari kami melihat situasi dan kondisi yang saat ini terjadi, kami berharap agar dari pihak PT Freeport Indonesia dapat menentukan tingkat kegawatan yang terjadi di area seputaran rumah sakit, sehingga apabila situasi ini tidak memungkinkan untuk kami bertahan di sini, kami dapat dievakuasi bersama pasien yang saat ini berada di rumah sakit,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan longsor terjadi akibat hujan terus-menerus yang membuat tanggul tidak mampu menahan derasnya aliran air.

“Jadi longsor di atas itu karena hujan terus-menerus sehingga membuat tanggul-tanggul itu jadi longsor, jalannya longsor, maka untuk kendaraan tidak bisa lewat. Tapi kalau akses jalan kaki masih bisa,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Senin (27/4/2026).

Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat diwawancarai awak media di Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (27/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)
Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat diwawancarai awak media di Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (27/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Menurut Johannes, kekhawatiran terbesar saat ini adalah apabila terdapat pasien yang harus segera dirujuk dari RS Banti ke Tembagapura maupun Timika.

“Yang kita khawatirkan, kita punya rumah sakit Banti kan di dalam, apabila ada rujukan yang mau minta rujukan ke Tembagapura atau ke Timika, itu yang susah,” katanya.

Kendati demikian, Johannes mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika telah berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk mempercepat penanganan akses jalan yang terputus.

“Kami sudah koordinasi dengan PT Freeport Indonesia, mulai kemarin dia lakukan akses, dan diharapkan besok sudah selesai. Mudah-mudahan tidak hujan lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim BPBD juga telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan koordinasi penanganan lebih lanjut.

“Jadi kita sudah koordinasi dengan baik, saya kira Tim BPBD juga sudah naik, sudah koordinasi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Intai Mimika, BPBD Petakan Enam Distrik Rawan Bencana
Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengambang di Bawah Pelabuhan Perikanan Mimika
Sipil Tertembak Lagi di Tembagapura, Perempuan dan Balita Turut Jadi Korban
Persipura Gagal ke Liga 1, Sejumlah Kendaraan Ludes Dilahap Api di Sekitar Stadion
Pengendara Motor Tewas Tabrak Pohon di KM 7 Mimika
TPNPB Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Yahukimo–Asmat
Staf Ahli DPRK Mimika Dibacok Begal di Irigasi Ujung
Penjelasan Lengkap Persoalan Ruang Privat Pastoran Dimasuki TNI di Mimika

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:21 WIT

Cuaca Ekstrem Intai Mimika, BPBD Petakan Enam Distrik Rawan Bencana

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:28 WIT

Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengambang di Bawah Pelabuhan Perikanan Mimika

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:59 WIT

Sipil Tertembak Lagi di Tembagapura, Perempuan dan Balita Turut Jadi Korban

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:23 WIT

Persipura Gagal ke Liga 1, Sejumlah Kendaraan Ludes Dilahap Api di Sekitar Stadion

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:22 WIT

Pengendara Motor Tewas Tabrak Pohon di KM 7 Mimika

Berita Terbaru

Mama Rio, pedagang di Pasar Sentral Timika sedang melayani seorang pembeli, di lapak miliknya, Rabu (20/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Ekonomi

Harga Sayur di Timika Melonjak Jelang Iduladha

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:08 WIT

Pertandingan perempat final perebutan tiket semifinal Turnamen Minisoccer Kapolda Cup II di Goldstone Arena, Selasa (19/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Olahraga

Ini 4 Tim yang akan Berlaga di Semifinal Kapolda Cup II Besok

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:23 WIT