Hari Otda ke-30, Bupati Mimika Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran

Kevin Kurni

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara perayaan Hari Otonomi daerah 2026 di pelataran Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, yang dipimpin langsung Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Upacara perayaan Hari Otonomi daerah 2026 di pelataran Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, yang dipimpin langsung Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memperkuat sinkronisasi pembangunan antara pusat dan daerah, sekaligus memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada upacara Hari Otonomi Daerah yang digelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (27/4/2026).

Dalam amanat Menteri Dalam Negeri, ditegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Tito menilai masih ada tantangan besar dalam pelaksanaannya, terutama belum optimalnya sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran nasional dengan daerah.

“Tantangan utama dalam pelaksanaan otonomi daerah saat ini adalah belum optimalnya sinkkronisasi antara perencanaan dan penganggaran nasional dengan daerah, yang berpotensi menimbulkan tumpang tindih program dan rendahnya efektivitas pembangunan,” ujar Tito dalam sambutan tertulisnya.

Baca Juga :  Persiapan Pentahbisan Uskup Timika Capai 70 Persen

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat guna mencapai target pembangunan nasional.

Sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat, lanjut Tito, meliputi integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcomes), penguatan kemandirian fiskal daerah, hingga peningkatan kerja sama antarwilayah.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta fokus pada pemenuhan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, perlindungan sosial, serta pengurangan kesenjangan antarwilayah.

Di tengah meningkatnya risiko krisis ekonomi, dampak perubahan iklim, dan ancaman bencana, stabilitas serta ketahanan daerah juga menjadi perhatian penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan.

Tito turut mengingatkan agar pemerintah daerah menerapkan efisiensi anggaran, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan seremonial, sehingga setiap belanja daerah benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Internalisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan pentingnya kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia meminta seluruh perencanaan dan penganggaran tidak hanya berorientasi pada kebutuhan birokrasi, tetapi harus benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Pastikan semua penganggaran yang kita usulkan dan kita rencanakan betul-betul karena kebutuhan masyarakat, bukan karena kebutuhan pemerintah atau aparat-aparat pemerintah,” ujar Johannes.

Johannes juga menekankan pentingnya pembangunan berbasis wilayah dengan melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap potensi maupun kekurangan di setiap daerah, mulai dari kampung hingga pusat kota.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk mendorong pemerataan pembangunan secara menyeluruh di Kabupaten Mimika.

Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik di tengah dinamika pembangunan nasional.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga
Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat
Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal
Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi
Realisasi Anggaran Mimika Capai 50,11 Persen: BPKAD Ingatkan Kualitas Proyek dan Keterlambatan OPD
Gerbang Emas Mimika, Bupati Dorong UMKM dan Perluasan Lapangan Kerja
HUT ke-30 Mimika, Bupati Minta OPD Evaluasi Program Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:13 WIT

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:11 WIT

Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIT

Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:13 WIT

Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi

Berita Terbaru

Penangkapan DPO tersangka penembakan karyawan Freeport di Mimika. (Foto: Satgas ODC)

Hukrim

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Okt 2026 - 04:32 WIT