Pembunuhan di Kwamki Narama, Polisi Buru Pelaku Utama

Ahmad

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah korban tergeletak di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, dengan sejumlah panah menancap di sekujur tubuhnya. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Jenazah korban tergeletak di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, dengan sejumlah panah menancap di sekujur tubuhnya. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

MIMIKA — Proses perdamaian pascakonflik komunal bertahun-tahun di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali diuji.

Seorang pria berinisial GMU ditemukan tewas mengenaskan dengan puluhan anak panah menancap di sekujur tubuhnya di Kelurahan Harapan, Sabtu malam, 1 Agustus 2026.

Peristiwa berdarah ini terjadi di lahan bekas area bentrokan antara dua kelompok warga yang baru saja menyepakati moratorium perang suku, yakni kubu Dang dan kubu Newegalen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepolisian Resor Mimika menegaskan tidak akan menoleransi aksi main hakim sendiri yang berpotensi memantik kembali siklus kekerasan di wilayah tersebut.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, memastikan aparat kepolisian tengah memburu seluruh pelaku penyerangan untuk diproses secara hukum.

“Untuk Kwamki Narama, saya tidak negosiasi-negosiasi, saya akan tangkap pelakunya, saya tidak ada toleransi masalah pembunuhan,” tegas Alredo kepada wartawan, Senin, 3 Agustus 2026.

Baca Juga :  OPM Puncak Sebut Serangan Udara Militer Indonesia Meleset, Tewaskan Warga Sipil

Kronologi dan Pemicu Insiden

Insiden maut ini berawal pada Sabtu sekitar pukul 18.00 WIT. Berdasarkan hasil penyelidikan awal polisi, korban GMU diduga masuk ke kawasan pemukiman warga dalam kondisi terpengaruh minuman keras sembari mengayunkan senjata tajam.

Tindakan korban memicu kepanikan warga setempat. Merasa terancam, sejumlah orang merespons dengan menyerahkan serangan balasan menggunakan busur dan anak panah hingga korban meregang nyawa di lokasi kejadian.

Polsek Kwamki Narama yang menerima laporan sekitar pukul 19.00 WIT langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit.

Alredo menegaskan bahwa alasan ancaman maupun pengaruh alkohol tidak bisa menjadi pembenar atas tindakan pembunuhan massal tersebut.

Memutus Siklus Dendam Komunal

Aparat kepolisian kini memfokuskan upaya untuk memutus tradisi balas dendam yang kerap membayangi konflik komunal di Mimika. Polisi mengimbau keluarga dan kelompok korban agar menahan diri dan menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Aparat Gabungan Tembak Mati Anggota KKB di Paniai Papua Tengah

“Saya akan tangkap semua pelakunya, saya minta masyarakat di pihak korban jangan mengambil tindakan sendiri, sudah terlalu lama mereka berperang, harus percayakan kepada kami polisi,” kata Alredo.

Menurut Alredo, penegakan hukum secara tegas tanpa pandang bulu menjadi syarat mutlak untuk menjaga stabilitas keamanan di Kwamki Narama yang baru saja berangsur kondusif.

Ia menekankan pentingnya pergeseran norma sosial menuju kepatuhan hukum modern guna menghentikan lingkaran setan konflik antarkelompok di Papua.

“Manusia mau berkembang harus berubah, tidak bisa lagi… saya selaku Kapolres saya tegaskan saya akan tangkap pelaku itu,” ujarnya.

Guna mengantisipasi eskalasi susulan, Tim Khusus Polres Mimika telah disiagakan dan diterjunkan ke Distrik Kwamki Narama untuk menyisir para pelaku sekaligus memastikan situasi keamanan tetap terkendali.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Warga Ditembak, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan
Eksekusi Sengketa Lahan SP 2 Ditangguhkan, PN Timika Tegaskan Prosedur Sesuai Hukum
Blokade Jalan Cenderawasih Mimika Masih Berlangsung, Polisi Pilih Jalur Persuasif
PT Jasti Pravita Jamin Lindungi Pekerja OAP, Kuasa Hukum Tetap Tempuh Jalur Pidana
Jenazah Korban Penembakan Polisi di Mimika Dipulangkan ke Ambon
Polisi Pukul Ponsel Jurnalis Jubi saat meliput KNPB di Sentani
Kronologi Seorang Pria Tewas Ditembak Polisi di Mimika
LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Diskriminasi Rasial di PT Jasti Pravita

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:26 WIT

Dua Warga Ditembak, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:10 WIT

Eksekusi Sengketa Lahan SP 2 Ditangguhkan, PN Timika Tegaskan Prosedur Sesuai Hukum

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:48 WIT

Blokade Jalan Cenderawasih Mimika Masih Berlangsung, Polisi Pilih Jalur Persuasif

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:25 WIT

PT Jasti Pravita Jamin Lindungi Pekerja OAP, Kuasa Hukum Tetap Tempuh Jalur Pidana

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:15 WIT

Jenazah Korban Penembakan Polisi di Mimika Dipulangkan ke Ambon

Berita Terbaru