Pemkab Mimika Bakal Rekayasa Lalu Lintas dan Tertibkan Parkir

Ahmad

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tengah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas dan penataan kawasan parkir guna menekan tingginya angka kecelakaan di wilayah tersebut.

Langkah intervensi ini diambil menyusul evaluasi mendalam terhadap pola arus kendaraan dan maraknya pelanggaran ketertiban jalan raya oleh pelaku usaha di pinggir jalan.

Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas Polres Mimika, tercatat sebanyak 92 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang periode Januari hingga April 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari rentetan insiden tersebut, total korban mencapai 139 orang, dengan rincian 11 orang meninggal dunia, 97 orang mengalami luka berat, dan 31 orang luka ringan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan bahwa tingginya angka kecelakaan ini berkaitan erat dengan urgensi pembenahan sistem arus lalu lintas melalui rekayasa jalan.

Sebagai langkah awal untuk memitigasi risiko di titik-titik rawan yang telah dipetakan, pemerintah daerah berkomitmen menutup sejumlah titik putaran balik (u-turn) yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga :  Rider Skateboard Mimika Unjuk Taring di Formami I

“Kan banyak banyak—banyak kecelakaan ini kan karena rekayasa lalu lintas. Sehingga kemarin kami jalan itu untuk merekayasa lalu lintas. Ada kapsul-kapsul putaran yang harus kita tutup. Jadi, jangan kaget kalau besok kita tutup beberapa ini, karena itu kan memang sangat rawan,” jelas Bupati Johannes Rettob, Selasa (9/6/2026).

Selain penutupan putaran jalan, pemetaan berkala juga dilakukan untuk menentukan lokasi pemasangan rambu-rambu lalu lintas baru serta penetapan zona larangan parkir di area rawan macet dan kecelakaan.

“Terus di mana daerah yang harus kita pasang rambu? Ah, ini juga kan kemarin itu kita jalan dalam rangka itu. Di mana daerah yang harus kita pasang tidak boleh parkir? Itu juga menjadi satu, satu jalan kita,” sambungnya.

Johannes menjelaskan bahwa pesatnya pertumbuhan tempat usaha di sepanjang pinggir jalan menjadi salah satu pemicu utama penyempitan jalur akibat parkir liar.

Baca Juga :  Seorang Pria Ditemukan Tewas di Jalan Budi Utomo Timika, Tak Ada Tanda Kekerasan

Kendati demikian, pemerintah daerah menegaskan tidak akan menutup aktivitas ekonomi tersebut, melainkan akan mengalihkan sistem parkir ke kantong-kantong khusus yang segera disediakan.

Tantangan terbesar dalam implementasi kebijakan ini adalah mengubah kebiasaan masyarakat dan pelaku usaha mikro yang kerap mendirikan bangunan, termasuk kios, di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) demi mendekatkan diri ke jalan raya.

Pemerintah daerah menyatakan akan memberikan pemahaman secara bertahap agar para pemilik usaha mulai memprioritaskan ketersediaan fasilitas parkir yang aman sebelum membuka usaha.

Pemerintah Kabupaten Mimika menyadari kebijakan penertiban ini berpotensi memicu keluhan dari masyarakat yang kenyamanannya terganggu.

Namun, otoritas setempat menegaskan langkah tegas tetap harus diambil demi keselamatan publik dan standarisasi tata kota yang lebih baik, dengan tetap memastikan sektor usaha kecil masyarakat berjalan secara legal dan tertib.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga
Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat
Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal
Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi
Realisasi Anggaran Mimika Capai 50,11 Persen: BPKAD Ingatkan Kualitas Proyek dan Keterlambatan OPD
Gerbang Emas Mimika, Bupati Dorong UMKM dan Perluasan Lapangan Kerja
HUT ke-30 Mimika, Bupati Minta OPD Evaluasi Program Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:13 WIT

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:11 WIT

Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIT

Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:13 WIT

Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT