Sosialisasi Program Mace Teti, Loka POM Mimika: Gunakan Antibiotik Sesuai Aturan

Endy Langobelen

Kamis, 25 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama kegiatan sosialisasi masyarakat cerdas dan teliti menggunakan antibiotik (Mace Teti) oleh Loka POM Mimika di Hotel Horison Ultima, Timika, Papua Tengah, Kamis (25/7/2024). (Foto: Istimewa/Loka POM Mimika)

Foto bersama kegiatan sosialisasi masyarakat cerdas dan teliti menggunakan antibiotik (Mace Teti) oleh Loka POM Mimika di Hotel Horison Ultima, Timika, Papua Tengah, Kamis (25/7/2024). (Foto: Istimewa/Loka POM Mimika)

MIMIKA – Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi program Mace Teti, masyarakat cerdas dan teliti menggunakan antibiotik.

Sosialisasi yang berlangsung pada Kamis (25/7/2024) pagi di Hotel Horison Ultima, Timika, Papua Tengah, itu turut menghadirkan para penanggung jawab sarana pelayanan kefarmasian swasta di Kabupaten Mimika.

Kepala Loka POM Mimika, Marselino F. Paepadaseda, saat diwawancarai di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya para tenaga kesehatan di sarana pelayanan kefarmasian seperti apotek, toko obat, dan klinik terkait pengggunaan antibiotik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari kegiatan ini, ada beberapa output terkait bentuk edukasi. Pertama bentuk video edukasi, di mana video edukasi ini kami sampaikan informasi secara ringan, sederhana, dan muda dipahami. Video tersebut sudah kami posting di media sosial Loka Pom Mimika,” tuturnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Identitas Kependudukan Digital

Kedua, lanjut Marselino, adalah informasi dalam bentuk stiker yang akan ditempelkan pada sarana-sarana kefarmasian di Mimika.

“Ini adalah sarana atau cara kami untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Dengan stiker ini, teman-teman yang bekerja di sarana pelayanan kefarmasian itu bisa jadi aware, lebih waspada, dan lebih bijak dalam melakukan pengawasan dari sisi peredaran produk antibiotika,” kata Marselino.

Sementara yang ketiga adalah informasi dalam bentuk buku saku. Marselino menjelaskan, buku saku tersebut berisikan panduan-panduan sederhana tentang bagaimana melakukan pendistribusian obat atau penyaluran antibiotika.

Selain itu, buku saku tersebut dikatakan juga berisi dampak-dampak atau efek yang terjadi bilamana terkena resistansi.

Baca Juga :  Jadi Lokus Penyebaran Narkoba, Pemerintah Kampung Nawaripi Ambil Langkah Pencegahan

“Dari ketiga paket edukasi ini, kami berharap kemampuan dan pengetahuan dari teman-teman di sarana pelayanan kefarmasian itu jauh lebih tinggi, lebih sadar, dan lebih bijaksana dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penggunaan antibiotik itu sebenarnya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Marselino menegaskan, secara peraturan perundang-undangan, antibiotik sesungguhnya harus diedarkan atau disalurkan berdasarkan resep dokter.

“Namun, selama ini kan kerap terjadi adanya peredaran-peredaran yang dijual secara bebas. Akses-akses seperti ini yang harusnya teman-teman di sarana pelayanan kefarmasian bisa mengantisipasi itu,” pungkasnya.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN
Musrenbang RKPD 2026 Distrik Kwamki Narama Himpun 167 Usulan Program Pembangunan
Menanti Strategi Jitu Pembangunan Distrik Jita dari Hasil Musrenbang 2026
Musrenbang Distrik Jita, Fransiskus Bokeyau Tekankan Skala Prioritas Pembangunan 2026
Musrenbang 2026, Kelurahan Otomona Usulkan 16 Program Pembangunan, Prioritas Infrastruktur
Musrenbang Mimika Baru 2026: Fokus Pemerataan Infrastruktur dan Kualitas SDM
Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Luncurkan Imunisasi Kejar
Sistem Manual Dihapus, Perizinan Nakes di Mimika Wajib Lewat MPP Digital

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:46 WIT

Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:24 WIT

Musrenbang RKPD 2026 Distrik Kwamki Narama Himpun 167 Usulan Program Pembangunan

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:32 WIT

Menanti Strategi Jitu Pembangunan Distrik Jita dari Hasil Musrenbang 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:21 WIT

Musrenbang Distrik Jita, Fransiskus Bokeyau Tekankan Skala Prioritas Pembangunan 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:34 WIT

Musrenbang 2026, Kelurahan Otomona Usulkan 16 Program Pembangunan, Prioritas Infrastruktur

Berita Terbaru

Pertemuan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dengan Pemerintah Kabupaten Mimika, Jumat (6/3/2026). (Foto: BPJS Kesehatan)

Kesehatan

Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN

Sabtu, 7 Mar 2026 - 14:46 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/