Dinkes Mimika Kejar Target Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lewat Skema Jemput Bola

Ahmad

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narasumber sedang memaparkan materi peserta pendampingan, koordinasi dan evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) diikuti oleh lintas sektor dan perwakilan puskesmas di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (29/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Narasumber sedang memaparkan materi peserta pendampingan, koordinasi dan evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) diikuti oleh lintas sektor dan perwakilan puskesmas di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (29/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memperketat kerja sama lintas sektor guna mengejar target program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang saat ini realisasinya masih berada jauh di bawah target nasional.

Langkah strategis ini dibahas dalam agenda pendampingan, koordinasi, dan evaluasi yang melibatkan perwakilan distrik serta puskesmas di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (29/5/2026).

Target nasional menetapkan cakupan pemeriksaan medis gratis harus menjangkau 45 persen dari total populasi lokal, atau setara dengan 148.811 jiwa dalam setahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, data Dinas Kesehatan per 28 Mei 2026 mencatat baru 19.189 warga yang terlayani, sehingga pemerintah daerah masih harus menjaring sekitar 129.000 warga lagi hingga Desember mendatang.

Memasuki pertengahan tahun, realisasi program ini idealnya sudah menyentuh angka 50 persen dari target total tahunan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Sisma HL, menyatakan bahwa evaluasi berkala ini memprioritaskan penguatan kolaborasi dengan lima wilayah distrik yang hadir dalam koordinasi tersebut.

Baca Juga :  Wabah ASF Merajalela di Mimika, Jumlah Babi Mati Capai 245 Ekor

Minimnya partisipasi masyarakat dan kendala pelaporan administrasi berbasis aplikasi menjadi hambatan utama yang sedang diatasi.

Dinas Kesehatan berencana memperluas jangkauan dengan menyurati berbagai paguyuban serta menempatkan petugas medis langsung di tingkat distrik dan kelurahan.

Strategi proaktif atau jemput bola dinilai menjadi solusi paling efektif untuk mengatasi keterbatasan waktu warga yang ingin memeriksakan diri.

Dinas Kesehatan menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas untuk segera menindaklanjuti kesepakatan dengan para kepala distrik yang telah membuka ruang akses pelayanan tersebut.

Pihak otoritas juga mengimbau masyarakat untuk membuang rasa takut terhadap hasil diagnosis medis demi kedaruratan pencegahan penyakit sejak dini.

“Nah, beberapa yang harus kita lakukan untuk utama lintas sektor itu, misalnya, lebih masif ke jemput bola ke masyarakat. Nah, kalau turun ke lapangan kan teman-teman juga, kami juga melakukan itu juga,” jelas Sisma.

Baca Juga :  Loka POM Mimika Gelar Bimtek OBA Mengandung BKO di Sarana Distribusi

“Jadi, alhamdulillah tadi dari distrik mereka membuka, membuka apa ya, peluang itu. Jadi kita bisa… nah, seperti itu. Kita bisa nanti sama distrik, mungkin kami tempatkan teman-teman di distrik atau di kelurahan untuk mereka panggil di situ,” imbuhnya.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memberikan perlakuan pelayanan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial.

Program penapisan kesehatan massal ini dipastikan tidak memungut biaya apa pun dari warga, di mana petugas lapangan yang dikerahkan akan dilengkapi dengan identitas resmi untuk menjamin keamanan publik.

“Iya, gratis, semua enggak dipungut biaya. Jadi kalau nanti teman-teman turun itu, mereka memang punya identitas ya. Heeh. Iya, siapa… enggak semua, siapa pun masyarakat yang ada, boleh,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nakes Jalan Kaki 12 Jam, Bupati Mimika Bantah Kendala Transportasi
Krisis Transportasi, Nakes Sakit Malaria di Mimika Dievakuasi Jalan Kaki 12 Jam Lintasi Gunung dan Sungai
Dinkes Mimika Latih Petugas Pustu demi Dekatkan Layanan dan Kejar Target Kesembuhan TBC
Dinkes Mimika Evaluasi Cakupan Ibu Bersalin di Fasilitas Kesehatan
Dinkes Mimika Perkuat Pendampingan Lansia, 94 Nakes dan Kader Ikut Workshop Tujuh Dimensi
LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta
Urusan Kesehatan Bukan Cuma Tugas Dinas, Dinkes Mimika Gandeng Tokoh Adat dan Kampung
Dinkes Mimika Gelar Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:10 WIT

Nakes Jalan Kaki 12 Jam, Bupati Mimika Bantah Kendala Transportasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:09 WIT

Krisis Transportasi, Nakes Sakit Malaria di Mimika Dievakuasi Jalan Kaki 12 Jam Lintasi Gunung dan Sungai

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:16 WIT

Dinkes Mimika Latih Petugas Pustu demi Dekatkan Layanan dan Kejar Target Kesembuhan TBC

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:25 WIT

Dinkes Mimika Kejar Target Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lewat Skema Jemput Bola

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:20 WIT

Dinkes Mimika Evaluasi Cakupan Ibu Bersalin di Fasilitas Kesehatan

Berita Terbaru