Tekan Kasus Malaria, Mimika Baru Bentuk Tim Kelurahan Berbasis Komunitas

Ahmad

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Distrik Mimika Baru bersama perwakilan UNICEF dan jajaran lurah mengabadikan momen usai rapat koordinasi pembentukan Tim Malaria tingkat kelurahan di Mimika. (Foto: Istimewa)

Kepala Distrik Mimika Baru bersama perwakilan UNICEF dan jajaran lurah mengabadikan momen usai rapat koordinasi pembentukan Tim Malaria tingkat kelurahan di Mimika. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Distrik Mimika Baru mulai menggeser strategi penanganan malaria dari pendekatan terpusat ke gerakan berbasis komunitas.

Bersama UNICEF dan para lurah, pemerintah distrik membentuk tim malaria di tingkat kelurahan guna memperkuat pengendalian hingga ke akar rumput.

Langkah ini diambil di tengah tingginya beban kasus malaria di Kabupaten Mimika. Data Dinas Kesehatan per 10 Februari 2026 mencatat sebanyak 189.593 kasus positif sepanjang 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, terdapat tren perbaikan dengan penurunan positivity rate (PR) dari 22,9 persen menjadi 14,62 persen.

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan pembentukan tim kelurahan menjadi strategi penting untuk memastikan intervensi berjalan lebih terarah dan efektif di lapangan.

”kita sadari bawah kelurahan punya banyak beban, selain stunting ada malaria yang harus kita lakukan upaya pengendalian sehingga beberapa hal bisa kita lakukan untuk mengendalian malaria ini,” ujar Merlyn Temorubun pada Rapat koordinasi pembentukan Tim Malaria tingkat kelurahan di Kantor Distrik Mimika Baru, Rabu (8/3/2026).

Baca Juga :  Beredar Foto Anak Kurang Gizi, Puskesmas Timika: Sedang Ditangani dan Sudah Ada Perubahan

Menurutnya, keberadaan tim ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat koordinasi hingga tingkat RT.

Dengan struktur yang jelas, upaya pengendalian diharapkan lebih terukur dan mampu menekan angka kesakitan di masing-masing wilayah.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan malaria tidak bisa hanya bertumpu pada tenaga kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Perlu kerjasama dari berbagai pihak terkait malaria ini, karna malaria ini masalah kita, penularan malaria harus kita putuskan dengan kegiatan-kegiatan berkelanjutan di masing-masing wilayah kelurahan,” tambah Merlyn.

Dalam implementasinya, UNICEF sebagai mitra strategis merancang tiga pilar utama pengendalian malaria di tingkat kelurahan. Konsultan Malaria UNICEF wilayah Timika-Nabire, Yulizar Kasma, menjelaskan bahwa fokus utama meliputi pengelolaan lingkungan, intervensi biologis, serta penguatan surveilans dan edukasi masyarakat.

Baca Juga :  Tinjau Baksos di RSUD Mimika, Wapres Apresiasi Kolaborasi PPAD, Pemda, dan PTFI

Upaya tersebut mencakup pembersihan genangan air, penggunaan larvasida untuk membasmi jentik nyamuk, serta dukungan logistik bagi tenaga kesehatan dan kader dalam melakukan surveilans aktif dan pengawasan kepatuhan minum obat (DMO).

Selain itu, penyebaran media edukasi secara masif juga dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah gigitan nyamuk.

Pembentukan tim malaria kelurahan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung target nasional eliminasi malaria pada 2030. Peran aktif kelurahan dan kampung disebut menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Kelurahan dan Kampung adalah ujung tombak dalam pengendalian malaria di wilayahnya masing-masing, ada dan bergeraknya tim malaria Kelurahan bentuk komitmen kita dalam mewujudkan eliminasi malaria di 2030 nanti,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stunting dan Malaria Jadi Ancaman Ganda bagi Anak di Mimika
RSUD Mimika Bangun Ruang Rawat Inap Baru, Kapasitas Layanan Ditingkatkan
Lintasi Jembatan Rapuh, Nakes di Mimika Pertaruhkan Nyawa Demi Pelayanan
Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN
Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Luncurkan Imunisasi Kejar
Ruang Operasi RS Waa Banti akan Beroperasi pada Juni 2026 Mendatang
Dinkes Mimika Bangun Puskesmas Perintis Rp34 Miliar, Target 150 Ribu Warga Dapat Layanan Gratis
Dinkes Mimika Targetkan 2 Juta Tes Malaria dan 50 Ribu Skrining TBC pada 2026

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 19:42 WIT

Tekan Kasus Malaria, Mimika Baru Bentuk Tim Kelurahan Berbasis Komunitas

Rabu, 8 April 2026 - 19:06 WIT

Stunting dan Malaria Jadi Ancaman Ganda bagi Anak di Mimika

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:27 WIT

RSUD Mimika Bangun Ruang Rawat Inap Baru, Kapasitas Layanan Ditingkatkan

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:30 WIT

Lintasi Jembatan Rapuh, Nakes di Mimika Pertaruhkan Nyawa Demi Pelayanan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:46 WIT

Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN

Berita Terbaru

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, memberikan penghormatan terakhir kepada korban insiden tambang bawah tanah melalui peletakan karangan bunga di site DMLZ, Mimika, Selasa (7/4/2026). Tragedi September 2025 menjadi titik balik perusahaan dalam memperketat protokol keselamatan kerja. (Foto: Dokumen PTFI)

Freeport

Refleksi 59 Tahun Freeport Indonesia Menuju Pemulihan

Kamis, 9 Apr 2026 - 01:09 WIT

Direktur Amungsa Foundation, dr. Enny Kenangalem. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Stunting dan Malaria Jadi Ancaman Ganda bagi Anak di Mimika

Rabu, 8 Apr 2026 - 19:06 WIT