MIMIKA – Suasana pagi di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Rabu (27/8/2025), terasa istimewa. Tujuh anak muda asal Mimika dari komunitas seni Tifa Creative berangkat ke Jakarta.
Mereka bukan sekadar melancong, melainkan membawa misi budaya: mewakili Kabupaten Mimika dalam lomba tari nasional pada ajang Apkasi Otonomi Expo 2025.
“Ya, ini kita Tifa mewakili Kabupaten Mimika untuk mengikuti kegiatan lomba seni budaya tingkat nasional di Jakarta melalui Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi),” kata Alfo Smith, Artist Director Tifa Creative, sebelum keberangkatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pangkur Sagu” di Jakarta
Tahun ini, Tifa Creative akan menampilkan karya tari berjudul Pangkur Sagu. Tarian ini terinspirasi dari keseharian masyarakat Papua, khususnya Mimika, sekaligus merujuk pada filosofi masyarakat Kamoro yang dikenal dengan 3S: Sungai, Sampan, dan Sagu.
“Kami sudah siapkan karya tari yang kami akan bawakan adalah Tari Pangkur Sagu, yang transpirasi dari gerak-gerak keseharian masyarakat Papua, khususnya yang ada di Mimika dan transpirasi juga dengan filosofi masyarakat Kamoro yang disebut dengan 3S: Sungai, Sampan, dan Sagu, sebagai identitas,” ujar Alfo.
Alfo menambahkan, selain dirinya ada enam penari yang siap tampil. Satu anggota lainnya, Dina Merani, ikut bergabung dalam rombongan Dekranasda Mimika yang turut berkolaborasi.
Tifa Creative dijadwalkan tampil pada 30 Agustus 2025, pukul 10.00 WIB. Mereka menargetkan prestasi sama seperti dua tahun lalu.
“Tentunya kami harus bisa menjadi juara satu lagi seperti tahun 2023 lalu,” ujar Alfo optimistis.
Dukungan dari Mimika
Bagi kelompok ini, kemenangan bukan hanya soal panggung. Faktor dukungan publik, terutama lewat media sosial, juga menjadi penentu.
Apkasi, menurut Alfo, menilai bukan hanya dari performa, melainkan juga dari proses dan interaksi sosial.
“Betul, karena Apkasi itu tidak hanya melihat dari performanya saja, tetapi melihat dari secara keseluruhan. Dan Apkasi tidak melihat hanya dari hasilnya, tapi dia melihat dari prosesnya. Itu yang mereka selalu mengikuti kita punya proses perkembangan di sosial media, antara like, nonton, share, itu yang mereka kayak terus tertarik untuk lihat,” kata Alfo.
Ocean Chelsea Laura Nussi, salah satu penari yang juga pernah menjadi Duta Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2024, menegaskan bahwa persiapan mereka sudah matang.
“Untuk persiapan sejauh ini sudah 100 persen. Kami siap untuk mengikuti lomba dan juga kita sudah latihan 100 persen,” katanya.
Ocean menambahkan, tarian Pangkur Sagu kali ini akan terasa lebih hidup karena dilengkapi properti khas Papua.
“Kali ini kami juga menambahkan properti tifa dalam tarian ini,” ujarnya.
Tentang Apkasi Otonomi Expo
Apkasi Otonomi Expo (AOE) adalah ajang tahunan yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia.
Pameran ini mempertemukan ratusan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif untuk memamerkan potensi daerah masing-masing.
Selain expo produk unggulan, AOE juga diramaikan dengan lomba seni budaya antar daerah sebagai etalase kekayaan tradisi Nusantara.
Harapan Tifa Creative sederhana namun penuh makna: mereka ingin mengulang sukses 2023, sekaligus mengibarkan nama Mimika di tingkat nasional.
“Harapannya sih tetap sama kaya tahun 2023, dapat juara satu lagi. Untuk masyarakat kita mohon dukungan doanya biar kami bisa dapat juara lagi,” ucap Ocean.








