Pembunuhan Marak di Mimika, 4 Pria Ditemukan Tewas di Beda Lokasi

Endy Langobelen

Kamis, 19 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi melakukan olah TKP kasus pembunuhan di Mimika, Papua Tengah, Kamis (19/12/2024). (Foto:Istimewa)

Polisi melakukan olah TKP kasus pembunuhan di Mimika, Papua Tengah, Kamis (19/12/2024). (Foto:Istimewa)

MIMIKA – Kasus pembunuhan mulai marak di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, empat pria ditemukan dengan kondisi penuh luka di lokasi dan waktu yang berbeda-beda.

Korban pertama, Demianus Katagame (22 tahun), ditemukan pada Rabu (19/12/2024) pukul 10.15 WIT. Korban terbaring di jalan belakang Hotel Serayu dengan luka tikam di bagian dada. Nyawa korban tak tertolong saat dirawat di RSUD Mimika.

Selanjutnya pada hari yang sama, korban kedua, Frans Rendi Kambey (22 tahun), ditemukan meninggal dunia pukul 19.35 WIT di Jalan Agimuga, Mile 23. Korban mengalami luka potong di bagian leher kanan, pipi kanan tembus hidung, dan mulut. Diduga korban mengalami 3 kali bacokan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keesokan harinya, Kamis (19/12/2024) pukul 06.00 WIT, korban ketiga, Marten Buloroy (49 tahun), ditemukan tewas dalam kondisi tengkurap dan bersimbah darah di jalan depan Kantor Klasis Mimika tembusan Jalan WR Supratman.

Baru-baru ini, Kamis siang, ditemukan lagi seorang korban meninggal dunia, Muhammad Irfan Lailaem, di lokasi bekas Galian C, SP5.

Dari keempat peristiwa pembunuhan ini, Polres Mimika telah mengungkap kasus yang pertama. Seorang pelaku pun telah ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq menyebutkan pelaku tersebut berinisial MR alias T (23 tahun). Dikatakan bahwa kasus yang pertama dipicu oleh persoalan senggolan motor.

Baca Juga :  Kecam Aksi Pembakaran Sekolah oleh KKB, Kaops Damai Cartenz: Brutal dan Tidak Manusiawi

“Saat itu seorang tukang ojek melintas sambil membonceng penumpang di jalan sekitaran tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku MR juga melintasi jalan tersebut akhirnya saling senggol di pasar perempatan belakang Hotel Serayu,” jelas Fajar.

“Kemudian, korban yang dibonceng oleh tukang ojek tersebut tidak terima. Korban lalu melempar pelaku dengan batu. Selanjutnya, pelaku tidak terima dan melakukan penganiayaan dan menikam korban,” imbuhnya.

Pelaku berhasil ditangkap di salah satu perumahan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya pisau yang digunakan pelaku, kendaraan R2 milik pelaku, serta sebuah baju.

Sementara itu, untuk tiga kasus lainnya hingga kini belum juga diketahui siapa pelaku-pelakunya. Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha, menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Kendati demikian, Kapolres menegaskan bahwa kasus-kasus ini tidak ada kaitannya dengan politik. Hal itu ia nyatakan untuk meredam spekulasi yang beredar di masyarakat dan media sosial.

“Saya tegaskan, kejadian ini murni pidana dan tidak ada sangkut paut dengan hal lain, termasuk politik atau isu SARA,” ujar Kapolres Mimika, Rabu (18/12/2024).

Baca Juga :  Kontak Tembak di Intan Jaya, TNI dan Masyarakat Jadi Korban

Kapolres mengimbau masyarakat Mimika untuk tidak terpancing isu-isu provokatif yang mengarah pada konflik antar suku atau kelompok tertentu.

“Mimika adalah satu kesatuan. Ini bulan penuh sukacita dan kedamaian. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Kapolres juga meminta masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan isu-isu yang bisa memicu keretakan sosial.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga melalui Kasat Reskrim, dan mereka telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk pengungkapan,” tuturnya.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa dalam penanganan kasus ini, tim Reskrim Polres Mimika telah melakukan pengungkapan dan sedang mendalami fakta-fakta yang ditemukan.

“Hingga saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan keterkaitan antara kejadian di Hotel Serayu dengan insiden lainnya, karena setiap TKP berbeda,” tegasnya.

Ia memastikan pihaknya terus bekerja untuk menjaga kondusifitas di Mimika dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan damai.

“Saya meminta kepada para tokoh adat, tokoh agama, dan pemimpin masyarakat untuk membantu menjaga kondusifitas. Saya tegaskan kembali, seluruh peristiwa ini murni pidana dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan politik maupun isu SARA,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duel Sajam di Mimika, Satu Pria Terluka Parah di Bagian Kepala
Bentrok Kwamki Narama Kembali Memanas, 1 Tewas dan 10 Warga Terluka
KPU Mimika Buka-bukaan Soal Temuan BPK: Rp502 Juta Dikembalikan
Dua Pengedar Sabu di Mimika Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polisi Sita Motor hingga Uang Tunai
Dua Pelaku Pembacokan Mahasiswa di Mimika Ditangkap, Polisi Sita Parang
Polsek Miru Ringkus Komplotan Curanmor Lintas Wilayah di Nawaripi
Pesta Miras Jadi Motif, Dalang Pencurian di Timika Akhirnya Ditangkap
Kejari Mimika Tangani 261 Perkara, Selamatkan Miliaran Rupiah Uang Negara

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:59 WIT

Duel Sajam di Mimika, Satu Pria Terluka Parah di Bagian Kepala

Jumat, 17 April 2026 - 16:34 WIT

Bentrok Kwamki Narama Kembali Memanas, 1 Tewas dan 10 Warga Terluka

Kamis, 16 April 2026 - 14:28 WIT

KPU Mimika Buka-bukaan Soal Temuan BPK: Rp502 Juta Dikembalikan

Kamis, 16 April 2026 - 03:56 WIT

Dua Pengedar Sabu di Mimika Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polisi Sita Motor hingga Uang Tunai

Rabu, 15 April 2026 - 20:40 WIT

Dua Pelaku Pembacokan Mahasiswa di Mimika Ditangkap, Polisi Sita Parang

Berita Terbaru