Tokoh Intelektual Mimika Ajak Masyarakat Dukung MBG di Papua

Ahmad

Sabtu, 8 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Inteleketual di Kabupaten Mimika, Emus Kogoya dan Faya Naa. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Tokoh Inteleketual di Kabupaten Mimika, Emus Kogoya dan Faya Naa. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Tokoh Intelektual di Kabupaten Mimika, Emus Kogoya, mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Papua.

Menurut Emus, program yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini merupakan suatu langkah positif dalam memberikan makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak Indonesia.

“Itu kan lebih bagus untuk anak-anak sekolah. Kami terima dan kami yakini agar program ini dijalankan. Apalagi kalau sasarannya untuk anak-anak yang tidak mampu,” ungkap Emus Kogoya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (8/2/2025).

Selanjutnya, Faya Naa yang juga merupakan Tokoh Intelektual di Mimika turut mengapresiasi program yang sudah dijalankan di beberapa daerah di Papua ini.

Meski saat ini MBG belum dilaksanakan di Kabupaten Mimika, namun menurut Faya, langkah yang sudah dilakukan di beberapa daerah Papua lainnya menjadi wujud keseriusan pemerintah terhadap anak-anak Papua.

Di samping itu, Faya juga meminta agar program MBG dapat diselaraskan dengan pendidikan gratis bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP).

Baca Juga :  Ratusan Penambang Ilegal di Kawasan Operasional Freeport Diturunkan ke Timika

“Kalau bisa dua-dua dijalankan, jadi kalau bisa kita di makanan gratis dan pendidikan gratis juga bisa jalan,” kata Faya.

Faya menilai bahwa apapun yang diprogramkan oleh pemerintah pusat demi kebaikan dan masa depan cerah anak-anak Papua maka sudah sepatutnya didukung penuh.

Dia berharap agar nantinya pelaksanaan program ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh semua pihak di daerah.

“Kita hidup di dalam wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ya kita harus jalankan. Kita harus mendukung,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komnas HAM Papua Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz 2026
Tapal Batas Kapiraya, Kepala Suku Mee dan LMA Kamoro Sepakat Dorong Penyelesaian Adat
TPNPB Nyatakan Yahukimo Zona Merah, Guru dan Nakes Diminta Pergi
Kepala Suku Besar Mee Ajak Warga Tahan Diri, Proses Tapal Batas Masih Berjalan
Darurat Kemanusiaan di Papua, RSP Desak Presiden Jalankan Rekomendasi DPD
Tolak Sawit, Masyarakat Adat Bubarkan Sosialisasi PT ASI di Sorong Selatan
Masyarakat Adat Papua Tolak Alih Status 486 Ribu Hektar Hutan di Papua Selatan
Yoakim Mujizau Kecam Penembakan Pilot di Boven Digoel: Itu Tindakan Tidak Manusiawi

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:39 WIT

Komnas HAM Papua Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz 2026

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:21 WIT

Tapal Batas Kapiraya, Kepala Suku Mee dan LMA Kamoro Sepakat Dorong Penyelesaian Adat

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:08 WIT

TPNPB Nyatakan Yahukimo Zona Merah, Guru dan Nakes Diminta Pergi

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:18 WIT

Kepala Suku Besar Mee Ajak Warga Tahan Diri, Proses Tapal Batas Masih Berjalan

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:53 WIT

Darurat Kemanusiaan di Papua, RSP Desak Presiden Jalankan Rekomendasi DPD

Berita Terbaru

Armada kantor Pencarian dan Pertolongan Timika bertolak dari Muara Poumako Timika menuju ke lokasi yang dituju guna melakukan pencarian, Kamis (26/2/2026). (Foto: SAR Timika)

Peristiwa

Wanita Paruh Baya Dilaporkan Hilang Diterkam Buaya di Mimika

Kamis, 26 Feb 2026 - 16:38 WIT

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, sekaligus Ketua Tim Penanganan Konflik Kwamki Narama dan Kapiraya, Marthen Ukago. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Pemerintahan

Pemprov Papua Tengah: Konflik Kapiraya Tak Semata Batas Wilayah

Kamis, 26 Feb 2026 - 05:05 WIT