Minim Air Bersih Hambat Upaya Hentikan BABS di Wilayah Pesisir Mimika

Ahmad

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi stop buang air besar sembarangan (BABS). (Foto: Istimewa/Istock)

Ilustrasi stop buang air besar sembarangan (BABS). (Foto: Istimewa/Istock)

MIMIKA — Minimnya ketersediaan air bersih di wilayah pesisir Mimika menjadi kendala utama dalam mengubah perilaku buang air besar sembarangan (BABS).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, menyebut, kendati fasilitas jamban sudah tersedia di sejumlah kampung, namun penggunaannya belum maksimal karena bersifat komunal dan tidak didukung pasokan air bersih yang memadai.

“Yang menjadi tantangan utama kami adalah wilayah pesisir. Ketersediaan air bersih di sana sangat bergantung pada curah hujan,” ujar Reynold saat diwawancarai, Senin (7/7/2025).

Menurutnya, di wilayah kota, sekitar 85 persen penduduk sudah memiliki jamban pribadi dengan akses air bersih yang cukup.

Sementara di kampung-kampung, meskipun sudah dibangun jamban, perilaku BABS masih terjadi karena fasilitas yang digunakan bersama belum mampu mengubah kebiasaan secara menyeluruh.

Pemerintah Kabupaten Mimika kini tengah merancang pendekatan baru agar setiap rumah tangga memiliki jamban sendiri.

Selain itu, penyediaan air bersih akan difokuskan dengan menyesuaikan curah hujan di masing-masing wilayah pesisir.

Reynold mencontohkan kebutuhan air bersih di Puskesmas pesisir yang dihuni rata-rata 10 petugas per hari. Dalam sehari, dibutuhkan sekitar 600 liter air, sementara curah hujan baru tinggi setelah dua pekan.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Mobil Pickup di Jembatan Waker Mimika

“Karena kebutuhan air per orang per hari itu 60 liter, maka minimal harus ada empat profil tank di setiap Puskesmas. Satu profil tank saja tidak cukup,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemenuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar dan prioritas pemerintah daerah.

“Saya senang karena sekarang mulai terpola. Air bersih ini adalah kebutuhan universal, dan Pemda berkomitmen penuh untuk memenuhinya,” tutup Reynold.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital
Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis
Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit
PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria
PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria
Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan
Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika
Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Amungsa Cares Papua Imbau Penggunaan Masker

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:32 WIT

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:35 WIT

Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:18 WIT

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIT

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:59 WIT

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Berita Terbaru