Tsunami Akibat Gempa Rusia Berpotensi Capai Pantai Utara Papua, BMKG: Hanya 0,5 Meter

Endy Langobelen

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prakirawan BMKG Mimika, Stevan Yawan. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Prakirawan BMKG Mimika, Stevan Yawan. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Gempa dahsyat bermagnitudo 8,7 yang mengguncang pesisir timur Rusia, Rabu (30/7/2025) pagi, memicu peringatan dini tsunami bagi sejumlah wilayah pesisir Samudra Pasifik, termasuk Indonesia.

Meskipun pusat gempa berada ribuan kilometer jauhnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tetap mengeluarkan peringatan potensi tsunami bagi wilayah pesisir utara Papua.

Prakirawan BMKG Mimika, Stevan Yawan, menjelaskan bahwa peringatan dikeluarkan karena gempa yang terjadi melampaui ambang batas standar BMKG, yakni 6,5 magnitudo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang berpotensi tsunami karena kekuatan gempanya itu sudah mencapai 8,7 Magnitudo. Dan itu cukup besar sekali ya,” ujar Stevan di Timika, Rabu (30/7/2025) siang.

Menurut dia, gelombang tsunami diperkirakan akan sampai di beberapa wilayah pesisir utara Papua, meski dengan ketinggian yang jauh lebih kecil dibanding pusat gempa.

Baca Juga :  Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup

“Mulai di pesisir utara Papua, dari Sorong, Manokwari, sampai Supiori. Pokoknya wilayah pesisir utara,” ujarnya.

Gelombang yang diperkirakan tiba di wilayah Indonesia, kata Stevan, hanya setinggi 0,5 meter.

“Memang dari BMKG pusat sendiri memang memprediksi akan potensi tsunami tetapi tinggi gelombangnya hanya mencapai ketika sampai di Indonesia ketinggiannya hanya 0,5 meter,” jelasnya.

Stevan menegaskan bahwa walau ketinggian gelombang tergolong rendah, BMKG tetap mengeluarkan peringatan resmi demi kewaspadaan.

“Ya, walaupun kecil tetap warning itu dikeluarkan karena memang dampaknya mungkin juga akan terasa ketika sampai di Indonesia,” tambahnya.

Ia juga memastikan bahwa wilayah selatan Papua, termasuk Kabupaten Mimika, tidak termasuk area yang berisiko terdampak.

Baca Juga :  Kepala Suku Yahukimo Minta Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian

“Kalau sampai ke wilayah selatan kayaknya tidak mungkin karena memang sudah terhalang pulau juga. Jadi tidak mungkin sampai ke wilayah selatan,” tegasnya.

Namun, ia tetap mengingatkan bahwa beberapa daerah di utara Pulau Papua seperti Biak bagian utara dan Jayapura perlu memperhatikan perkembangan informasi dari BMKG.

“Pulau Biak bagian utara itu ada dampak sedikit. Bahkan sampai ke Jayapura, pokoknya di wilayah Papua, pulau Papua bagian utara itu pasti terdampak,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan atau korban akibat potensi tsunami tersebut. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir utara Papua untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas setempat sambil menunggu perkembangan informasi lebih lanjut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembunuhan di Kwamki Narama, Polisi Buru Pelaku Utama
Polisi Pukul Ponsel Jurnalis Jubi saat meliput KNPB di Sentani
Kronologi Seorang Pria Tewas Ditembak Polisi di Mimika
LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Diskriminasi Rasial di PT Jasti Pravita
TNI Kembali Evakuasi Satu Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo
Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam
Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap
LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIT

Pembunuhan di Kwamki Narama, Polisi Buru Pelaku Utama

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:05 WIT

Polisi Pukul Ponsel Jurnalis Jubi saat meliput KNPB di Sentani

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:40 WIT

Kronologi Seorang Pria Tewas Ditembak Polisi di Mimika

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:46 WIT

LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Diskriminasi Rasial di PT Jasti Pravita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:16 WIT

TNI Kembali Evakuasi Satu Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo

Berita Terbaru

Jenazah korban tergeletak di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, dengan sejumlah panah menancap di sekujur tubuhnya. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Hukrim

Pembunuhan di Kwamki Narama, Polisi Buru Pelaku Utama

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:00 WIT

Ketua I KNPB Pusat Warpo Wetipo (kanan) didampingi Juru Bicara KNPB Pusat Ogram Wanimbo menyampaikan pernyataan sikap dalam aksi KNPB di Jayapura, Senin, 3 Agustus 2026. KNPB menyerukan pembukaan akses bantuan kemanusiaan internasional ke wilayah konflik di Papua serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur internasional. GaleriPapua/ Ikbal Asra.

Organisasi

KNPB Desak ICRC Tekan Indonesia Buka Akses Kemanusiaan di Papua

Senin, 3 Agu 2026 - 22:47 WIT

Aparat kepolisian hendak mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Kronologi Seorang Pria Tewas Ditembak Polisi di Mimika

Minggu, 2 Agu 2026 - 18:40 WIT