MIMIKA – Suhu udara di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, belakangan ini terasa lebih panas, terutama pada siang hari. Panas bahkan dirasakan sejak pagi hari mulai pukul 08.00 WIT hingga sekitar pukul 16.00 WIT.
Kondisi tersebut dirasakan oleh sebagian besar masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di luar ruangan. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena tersebut masih dalam batas normal.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, Daffa Livian, mengatakan berdasarkan pengamatan klimatologis, peningkatan suhu pada siang hari merupakan pola yang rutin terjadi setiap akhir tahun di wilayah Mimika.
“Sebenarnya kalau dilihat dari klimatologisnya di Timika ketika memasuki bulan Oktober, November, dan Desember itu dia cenderung panas dari pagi sampai siang hari. Kemudian sore itu akan terjadi hujan,” kata Daffa saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/12/2025).
Ia menjelaskan, suhu maksimum di Mimika pada periode tersebut umumnya berada di kisaran 33 hingga 34 derajat Celsius. Sementara suhu minimum harian berkisar antara 24 hingga 26 derajat Celsius.
“Sedangkan suhu maksimalnya per pagi ini saja sudah mencapai 31. Basanya suhu maksimalnya itu bisa sampai 34 derajat selsius. Makanya aktivitas di luar itu lebih terasa panas sekali,” ujarnya.
Menurut Daffa, belum ada indikasi perubahan iklim ekstrem karena suhu udara masih sesuai dengan pola tahunan. Kajian lanjutan baru akan dilakukan apabila suhu maksimum melewati ambang normal.
“Kalau dilihat itu masih normal, karena klimatologisnya dari tahun-tahun sebelumnya juga seperti itu. Jadi, tidak ada perubahan yang signifikan, artinya suhu maksimalnya masih mentok di 34 derajat selsius. Mungkin kalau sampai 35 ke atas itu nanti akan ada kajian lebih lanjut,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan, mencukupi asupan cairan, serta membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari saat suhu udara terasa paling panas.










