Tiga Unsur Ini Punya Peran Penting Untuk Penyelesaian Tapal Batas Kapiraya

Ahmad

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Suku Besar Mee, Melkias Moyapa didampingi dua Kepala Suku lainnya, yakni Dominikus Adi dan Yopi Degei dalam konferensi pers, Senin (16/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kepala Suku Besar Mee, Melkias Moyapa didampingi dua Kepala Suku lainnya, yakni Dominikus Adi dan Yopi Degei dalam konferensi pers, Senin (16/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Penyelesaian masalah hak ulayat adat antara Suku Mee dan Kamoro di Kapiraya kini masih terus berlangsung setelah beberapa waktu lalu terjadi pertikaian hingga mengakibatkan adanya kerugian baik moril maupun materil.

Berbagai pihak kini tengah melakukan koordinasi secara terpadu, termasuk berbagai elemen masyarakat dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai.

Menyikapi persoalan ini, Kepala Suku Besar Mee Papua Tengah, Melkias Moyapa dan jajarannya pun tiba di Timika dalam rangka membangun koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyelesaian masalah hak ulayat adat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ditemui, Senin (16/2/2026), Melkias yang didampingi dua kepala Suku Mee lainnya, yakni Dominikus Adi dan Yopi Degei, menyampaikan bahwa ada tiga unsur yang punya peran penting dalam penyelesaian konflik tersebut.

Baca Juga :  Masyarakat Apresiasi Kinerja TNI-Polri di Jila Mimika

Tiga unsur dimaksud adalah Pemerintah, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat/Adat. Sebagai kepala Suku besar Mee Papua Tengah, ia menegaskan kehadirannya di Timika adalah dalam rangka koordinasi dengan para pihak dimaksud guna mempercepat langkah-langkah penyelesaian tapal batas.

“Kami siap bangun koordinasi dengan tiga unsur ini, unsur adat, unsur pemerintah dan unsur agama,” terang Melkias saat ditemui, Senin (16/2/2026).

“Dengan demikian, dalam waktu dekat kami akan langsung koordinasi (dengan para pihak) dan setelah itu kita dapat langsung ke sana untuk penyelesaian,” tambahnya.

Melkias mengaku sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu yang menyebabkan banyak kerugian di Kapiraya, baik secara moril maupun materil.

Baca Juga :  Disdukcapil Mimika Jemput Bola ke Lapas, Pastikan Hak Identitas Warga Binaan Terpenuhi

Sebab, menurutnya jika menarik benang sejarah, maka konflik ini seharusnya tidak terjadi. “Kami melihat perjalanan sejarah, orang tua pernah menyampaikan dua suku itu adik kaka,” ungkapnya.

Melkias pun mengajak seluruh jajaran pemerintahan mulai dari tingkat provinsi hinga dua kabupaten yang berkonflik agar terus mendukung proses penyelesaian ini sehingga kolbaorasi yang dibangun dapat terlaksana dengan baik.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menahan diri demi terciptanya kehidupan yang damai dan tak lagi membuat hal-hal yang menimbulkan gejolak di tengah berlangsungnya proses upaya pennyelesaian konflik yang tengah diupayakan.

“Dengan ini kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu yang berkembang dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport
Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri
Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita
Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup
Koops TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM
Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta
Kejari Biak Numfor Musnahkan 47,46 Gram Ganja dan Barang Bukti 6 Perkara

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:32 WIT

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:23 WIT

Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:34 WIT

Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:24 WIT

Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:10 WIT

Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup

Berita Terbaru