MIMIKA – Ribuan umat Nasrani di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memadati jalanan kota dalam Pawai Obor menyambut Fajar Paskah 2026, Minggu (5/4/2026) dini hari. Kegiatan yang sarat makna spiritual ini berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Pantauan Galeripapua.com, sekitar pukul 00.30 WIT, para peserta dari berbagai gereja di Mimika mulai berkumpul di Lapangan Swadaya Pasar Lama.
Suasana kebersamaan terasa sejak awal kegiatan, yang mana diawali dengan tarian persembahan dari salah satu gereja, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pawai obor pun secara resmi dilepas oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, sekitar pukul 01.30 WIT. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh umat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan membuka ruang partisipasi lintas agama pada kegiatan serupa di masa mendatang.
“Tahun ini kita masih sendiri, tahun depan mari kita ajak semua teman-teman dari berbagai agama untuk ikut bersama dalam pawai obor ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pawai berlangsung, terutama karena banyak anak-anak yang turut ambil bagian.
Adapun rute pawai dimulai dari Lapangan Swadaya Pasar Lama menuju Gereja Katolik Tiga Raja, melintasi Jalan Cenderawasih, kemudian berbelok ke Jalan Budi Utomo, dan berakhir di Graha Eme Neme Yauware.
Sepanjang perjalanan, suasana penuh sukacita terlihat jelas. Para peserta berjalan sambil membawa obor, menyanyikan lagu-lagu rohani, serta melantunkan puji-pujian.
Beberapa di antaranya bahkan menampilkan atraksi semburan api yang menambah semarak pawai.
Setibanya di Graha Eme Neme Yauware, umat Kristen melanjutkan rangkaian kegiatan dengan ibadah menyambut Fajar Paskah.
Kegiatan pawai obor hingga akhir berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Pawai obor ini tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan antarumat di Mimika.


























