MIMIKA – Di kedalaman tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ), suasana hening menyelimuti prosesi peletakan karangan bunga oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas.
Momentum ini bukan sekadar seremoni ulang tahun perusahaan ke-59, melainkan sebuah refleksi kelam atas hilangnya sembilan nyawa karyawan dalam kurun waktu satu tahun terakhir akibat insiden teknis dan gangguan keamanan.
“Kami mengenang mereka dengan rasa duka mendalam; kehilangan anggota keluarga adalah luka bagi seluruh organisasi, dan prioritas utama kami saat ini adalah memastikan tragedi serupa tidak terulang melalui pengetatan standar keselamatan dan pengamanan ekstra,” ujar Tony Wenas dalam pernyataan resminya pada Rabu (8/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah pemulihan menjadi tema sentral bagi emiten pertambangan ini setelah insiden luncuran material basah di tambang Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025 serta gangguan keamanan di awal tahun 2026 yang sempat mengguncang stabilitas operasional.
Saat ini, PTFI melaporkan bahwa tingkat produksi masih berada di kisaran 40% hingga 50% dari kapasitas normal.
Namun, perusahaan menyatakan optimisme untuk menggenjot produksi kembali ke level 100% pada akhir tahun ini, guna mengejar target kapasitas penuh pada awal kuartal pertama tahun depan di tengah tren harga mineral global yang masih menguntungkan.
Di tengah tantangan operasional tersebut, kontribusi finansial PTFI terhadap kas negara tetap signifikan dengan total setoran mencapai Rp70 triliun sepanjang tahun 2025 melalui pajak, royalti, dan dividen.
Perusahaan yang kini menaungi lebih dari 30.000 pekerja—dengan 40% di antaranya merupakan putra daerah Papua—juga mempertegas komitmen sosialnya melalui alokasi dana investasi sosial sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun per tahun hingga masa tambang berakhir.
“Visi kami adalah mewujudkan produksi yang aman, terjaga, dan berkelanjutan (safe, secured, and sustainable production), sehingga keberadaan kami tetap memberikan manfaat maksimal bagi bangsa dan masyarakat lokal hingga dekade mendatang,” tegas Tony menutup peninjauannya di area tambang terbuka Grasberg.


























