MIMIKA – Komisi III DPRK Mimika menegaskan pentingnya kehadiran Peraturan Daerah (Perda) Inisiatif Pendidikan guna menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak Mimika yang berada pada masa transisi dari SMA menuju perguruan tinggi.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, usai memfasilitasi pertemuan sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan Aliansi Pelajar Mimika bersama Dinas Pendidikan Mimika dan YPMAK terkait keberlanjutan beasiswa pendidikan, Rabu (8/7/2026).
Menurut Herman, hasil pertemuan menunjukkan bahwa saat ini belum terdapat alokasi anggaran khusus baik di pemerintah daerah maupun di YPMAK untuk membiayai lulusan SMA yang belum memasuki perguruan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menekankan bahwa baik di YPMAK maupun Dinas Pendidikan belum ada anggaran untuk siswa transisi, yakni mereka yang sudah lulus SMA dan baru akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya kekosongan regulasi yang perlu segera diatasi agar tidak menghambat keberlanjutan pendidikan generasi muda Mimika.
Karena itu, Komisi III DPRK Mimika mendorong lahirnya Perda Inisiatif Pendidikan yang memuat skema pendanaan pendidikan, baik dalam bentuk dana hibah maupun dana talangan bagi pelajar yang berada pada masa transisi tersebut.
“Kami ingin memastikan tidak ada kekosongan hukum dalam menjamin anak-anak kita tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.
Herman menjelaskan, mekanisme penyaluran dana nantinya dapat diatur lebih lanjut, termasuk kemungkinan melalui pemerintah daerah maupun melalui kerja sama dengan YPMAK, selama tujuan utamanya adalah memastikan ketersediaan anggaran bagi pelajar yang membutuhkan.
Menurut dia, persoalan serupa diharapkan hanya terjadi pada tahun ini dan tidak kembali terulang pada tahun-tahun berikutnya setelah adanya regulasi yang lebih kuat melalui Perda Pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi III DPRK Mimika juga mengapresiasi komitmen YPMAK dan Pemerintah Kabupaten Mimika yang terus menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas bersama.
Herman menyebut YPMAK pada 2026 mengalokasikan sekitar 50 persen dari total dana programnya atau sebesar Rp302 miliar untuk sektor pendidikan, meski jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp320 miliar.
“Kami bersyukur karena semua pihak memiliki komitmen yang sama agar persoalan pendidikan menjadi perhatian bersama demi masa depan generasi Mimika,” ujarnya.







