MIMIKA — “Wisata kolam pemancingan dadakan” yang sempat viral di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini tinggal cerita.
Genangan air yang sebelumnya menutupi badan jalan telah berangsur mengering usai warga setempat turun tangan melakukan penanganan darurat.
Tak sekadar menunggu janji pemerintah, masyarakat berinisiatif membongkar penutup drainase, membersihkan saluran tersumbat, hingga membuat aliran baru menuju kali. Hasilnya, air yang sebelumnya menggenang kini mulai surut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ada hal menarik dari perubahan tersebut. Warga secara sarkas menyebut selokan baru yang mereka buat sebagai “arena Tamiya”.

Istilah itu bukan tanpa alasan. Landasan dan sisi dinding drainase yang diratakan menggunakan semen membentuk jalur menyerupai lintasan mobil mainan Tamiya, sehingga memunculkan sebutan unik tersebut.
Ketua Komunitas Mimika Berkarya (Komika), Ronald Windessy, yang juga penggagas aksi mancing sebelumnya, menegaskan bahwa perubahan ini adalah bentuk komitmen warga dalam mencari solusi.
“Jadi di sini kami menyulap, yang tadinya ‘arena pemancingan’, sekarang kami ubah lagi, bukan arena pemancingan lagi. Kita ubah menjadi ‘arena Tamiya’,” ujarnya kepada Galeripapua.com, Selasa (21/4/2026) sore.

Sejak pagi, warga bergotong royong membersihkan drainase. Meski Dinas PUPR Kabupaten Mimika telah melakukan survei, sejumlah kendala membuat penanganan belum berjalan optimal.
“Memang tadi pagi sudah ada dari Dinas PUPR yang datang survei lokasi. Tapi ada beberapa kendala, sehingga alat berat belum bisa dikerahkan. Jadi kami masyarakat ambil inisiatif membantu,” jelas Ronald.
Dalam proses tersebut, warga mengangkat sedikitnya enam kantong besar berisi lumpur dan sampah dari saluran. Meski begitu, kondisi drainase dinilai masih membutuhkan penanganan lanjutan secara menyeluruh.
Ronald berharap pemerintah segera turun tangan agar perbaikan bisa dilakukan secara permanen, terutama mengingat kondisi cuaca di Timika yang kerap berubah cepat.

“Jangan sampai saat ini jadi jalan utama tapi nanti berubah lagi jadi ‘kolam ikan’. Hari ini kami sudah berinisiatif, jadi kami minta Dinas PUPR segera bertindak,” tegasnya.
Ia juga menyebut kendala teknis seperti alat berat yang belum siap serta kesibukan dinas dalam agenda kunjungan Wakil Presiden menjadi alasan keterlambatan penanganan.
Meski demikian, pihak dinas disebut telah berjanji akan menindaklanjuti dalam waktu dekat.
Aksi gotong royong ini turut mendapat dukungan dari beberapa Anggota DPRK Mimika, di antaranya Alfian Akbar Balyanan dan Rizal Patadan, yang membantu dengan material dan peralatan kerja.

Sebelumnya, pada Minggu (19/4/2026), genangan air di lokasi tersebut viral setelah dimanfaatkan warga sebagai “arena memancing” di tengah jalan.
Aksi satir itu menjadi sindiran terhadap persoalan drainase yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun.
Kini, wajah lokasi tersebut berubah. Dari “kolam pemancingan” menjadi “arena Tamiya”—sebuah simbol bahwa di balik kritik, warga Mimika juga menghadirkan aksi nyata.


























