36 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Papua

Ikbal Asra

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan pencari kerja memadati pelaksanaan Job Fair Papua 2026 di Aula Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Selasa, 12 Mei 2026. Sebanyak 36 perusahaan membuka lowongan kerja dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Papua untuk memperluas kesempatan kerja bagi anak muda Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Ratusan pencari kerja memadati pelaksanaan Job Fair Papua 2026 di Aula Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Selasa, 12 Mei 2026. Sebanyak 36 perusahaan membuka lowongan kerja dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Papua untuk memperluas kesempatan kerja bagi anak muda Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Galeripapua, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menggelar Job Fair 2026 di Aula Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Selasa, 12 Mei 2026. Sebanyak 36 perusahaan membuka lowongan kerja dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Rabu, 13 Mei 2026 itu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Provinsi Papua Jimmy Alberto Y. Thesia menegaskan Job Fair Papua 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurut Jimmy, kegiatan itu digelar berdasarkan kebutuhan riil perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja di Kota Jayapura.

“Kalau bicara Job Fair, ini bukan kegiatan seremonial. Kami bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Jayapura, lalu kami minta kebutuhan rekrutmen mereka, berapa tenaga kerja yang diperlukan, baru kegiatan ini dilaksanakan,” kata Jimmy saat ditemui di Aula Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Selasa, 12 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinas Tenaga Kerja Papua mencatat sekitar 3.000 pencari kerja mengikuti Job Fair tahun lalu dan sekitar 1.000 orang diterima bekerja. Pada pelaksanaan tahun ini, hingga hari pertama kegiatan, jumlah pencari kerja yang terdata mencapai sekitar 900 orang.

Sebanyak 40 perusahaan diundang mengikuti job fair tersebut, namun baru 36 perusahaan yang hadir pada hari pertama. Jimmy berharap jumlah perusahaan bertambah pada hari kedua agar target penyerapan tenaga kerja bisa meningkat.

“Kami berharap hari kedua lebih banyak lagi perusahaan yang hadir sesuai target kami 40 perusahaan, sehingga angka pengangguran dan angkatan kerja yang belum terserap di Papua bisa terurai,” ujar Jimmy.

Baca Juga :  KPK Sita Uang Rp50,7 Miliar dan Sejumlah Barang dalam Kasus Lukas Enembe

Jimmy menjelaskan, persoalan pengangguran berkaitan langsung dengan target pemerintah menurunkan angka kemiskinan di Papua. Karena itu, job fair tidak hanya diarahkan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga mendorong munculnya wirausaha baru.

“Lapangan pekerjaan lebih sedikit dibanding jumlah angkatan kerja. Jadi kami berharap peserta bukan hanya mencari kerja, tapi juga melihat peluang lain dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” kata Jimmy.

Jimmy mengaku belum mengingat pasti angka pengangguran terbaru di Papua. Namun berdasarkan data yang dilihat sebelumnya, jumlah angkatan kerja di Papua berkisar antara 450 ribu hingga 600 ribu orang.

Sementara itu, jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia dinilai belum signifikan dibanding jumlah pencari kerja. Menurut Jimmy, Papua membutuhkan lebih banyak industri besar untuk memperluas penyerapan tenaga kerja. “Kalau ada industri besar masuk ke Papua, industri apa saja, pasti angka pencari kerja yang ada di Papua bisa lebih terurai,” ujar Jimmy.

Dinas Tenaga Kerja Papua juga menyoroti keluhan pencari kerja terkait syarat pengalaman kerja yang tinggi. Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah mulai mendorong program magang bagi lulusan baru agar memiliki pengalaman kerja sebelum masuk ke dunia industri.

“Kami berharap ada proses magang. Soal nanti diterima atau tidak itu urusan belakang. Yang paling penting mereka bisa belajar aktivitas perusahaan, suasana kerja, dan cara bekerja,” kata Jimmy.

Menurut Jimmy, program magang penting untuk membangun kesiapan kerja anak muda Papua, terutama dalam memahami budaya dan ritme kerja di perusahaan. “Begitu mereka ikut magang, pengalaman kerjanya sudah ada,” ujar Jimmy.

Selain itu, Dinas Tenaga Kerja Papua mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyesuaikan kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan sekolah kejuruan di Papua. Salah satu kerja sama dilakukan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk lulusan SMK kesehatan dan SMK perikanan. “Kami siapkan pelatihan dan sertifikasi untuk mereka sehingga bisa langsung terserap. Jadi kami bisa melihat daya tampung tenaga kerja dan berapa yang bisa diterima,” kata Jimmy.

Baca Juga :  Operator Transportasi di Papua Diminta Tingkatkan Armada Jelang Mudik Lebaran

Stevy Griffitson Mauri menjadi salah satu pencari kerja yang mengikuti Job Fair Papua 2026 di Aula Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Selasa, 12 Mei 2026.

Stevy datang untuk mencari peluang kerja, terutama di bidang perhotelan yang sesuai dengan pengalaman kerjanya. Menurut dia, job fair tersebut membuka kesempatan bagi anak muda Papua untuk mendapatkan pekerjaan.

“Menurut saya job fair ini baik karena membuka peluang pekerjaan untuk pemuda-pemuda di Papua saat ini,” kata Stevy.

Selama sekitar satu bulan mencari kerja, Lulusan SMA Negeri 1 Nabire itu mengaku menghadapi sejumlah tantangan, terutama syarat batas usia dan status pernikahan yang diterapkan beberapa perusahaan.

“Banyak perusahaan menetapkan batas usia maksimal 25 tahun untuk lulusan SMA seperti saya. Saya juga sudah menikah, jadi agak sulit mencari pekerjaan,” ujar Stevy.

Meski begitu, Stevy menilai peluang kerja pada job fair kali ini cukup terbuka, terutama di sektor swasta seperti hotel dan toko. Hingga hari pertama kegiatan, Stevy mengaku sudah melamar ke lima hingga enam perusahaan. “Semoga dari kegiatan ini pemuda-pemuda di Papua bisa mendapatkan pekerjaan yang baik,” kata Stevy.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kekakuan Administrasi Jakarta vs Realitas Papua: Tantangan Otsus di Mata Velix Wanggai
Hari Kedua Forum Strategis Papua Fokus Matangkan Langkah Teknis dan 12 Poin Komitmen Timika
Forum Otsus Papua Dorong Revisi Aturan Anggaran dan Penguatan Layanan Dasar
Krisis Fiskal dan Reorientasi Pembangunan Papua
Kepala Daerah Se-Tanah Papua Kumpul Bahas Otsus dan Nasib Masyarakat Papua
Tiba di Mimika, Gubernur Mathius Fakhiri Disambut Meriah Masyarakat Tsingwarop
Jemput Bola Disdukcapil Mimika Layani Warga di Pesisir
KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:44 WIT

Kekakuan Administrasi Jakarta vs Realitas Papua: Tantangan Otsus di Mata Velix Wanggai

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:24 WIT

36 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Papua

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:55 WIT

Hari Kedua Forum Strategis Papua Fokus Matangkan Langkah Teknis dan 12 Poin Komitmen Timika

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:19 WIT

Krisis Fiskal dan Reorientasi Pembangunan Papua

Senin, 11 Mei 2026 - 15:18 WIT

Kepala Daerah Se-Tanah Papua Kumpul Bahas Otsus dan Nasib Masyarakat Papua

Berita Terbaru

Ratusan pencari kerja memadati pelaksanaan Job Fair Papua 2026 di Aula Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Selasa, 12 Mei 2026. Sebanyak 36 perusahaan membuka lowongan kerja dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Papua untuk memperluas kesempatan kerja bagi anak muda Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Event

36 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Papua

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:24 WIT