Krisis Fiskal dan Reorientasi Pembangunan Papua

Ahmad

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri saat ditemui awak media di Hotel Horison Diana Timika, Senin (11/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri saat ditemui awak media di Hotel Horison Diana Timika, Senin (11/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Di tengah tantangan transisi geopolitik pasca-pemekaran wilayah di ujung timur Indonesia, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri meluncurkan kritik tajam sekaligus usulan strategis terkait kemandirian fiskal Bumi Cenderawasih.

Dalam forum koordinasi lintas daerah yang digelar di Timika, Senin (11/5/2026), Fakhiri mendesak adanya perombakan fundamental dalam arsitektur anggaran pembangunan, terutama menyangkut proteksi dana Otonomi Khusus (Otsus) dan reevaluasi bagi hasil sektor tambang yang kini dianggap timpang.

Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa stabilitas pembangunan di Papua tidak boleh dibiarkan rentan terhadap fluktuasi ekonomi nasional. Ia mengusulkan agar dana Otsus dikunci langsung dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memutus ketergantungannya pada skema Dana Alokasi Umum (DAU) yang selama ini melekat dalam APBD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini dipandang sebagai benteng perlindungan fiskal guna memastikan program strategis di daerah tetap berjalan tanpa intervensi ketidakpastian anggaran dari pusat.

Baca Juga :  2024, Alokasi Dana Otsus ke Mimika Naik Jadi Rp263 Miliar

Kesenjangan pendapatan menjadi sorotan utama menyusul lahirnya lima Daerah Otonom Baru (DOB). Fakhiri secara terbuka mengungkapkan beban yang dipikul provinsi induk, yang mengalami penurunan kapasitas fiskal drastis setelah alokasi sektor pertambangan—termasuk royalti dari raksasa tambang PT Freeport Indonesia—terfragmentasi.

Ia menyerukan adanya kesepakatan baru bagi hasil yang lebih proporsional antara provinsi induk dan provinsi baru, demi mencegah stagnasi pembangunan di wilayah yang sebelumnya menjadi pusat administrasi tunggal.

Pesan ini disampaikan di sela-sela Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua di Hotel Horison Diana Timika. Fakhiri menekankan bahwa ruang dialog antar-kepala daerah adalah keharusan untuk menyinkronkan data lapangan dengan kebijakan.

“Sebenarnya pertemuan para kepala daerah se-provinsi di seluruh Tanah Papua ini sangat baik, kenapa? Karena setiap kepala daerah termasuk nanti para bupati kita bisa bertukar sharing tentang bagaimana program-program yang bisa dilakukan di setiap daerah,” jelas Mathius.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-30 Mimika, Disdukcapil Gelar Nikah Massal OAP dan Layanan Adminduk di Pesisir

“Kami berharap ini kan riil apa yang dirasakan oleh seorang kepala daerah, dengan bertemu ini kita bisa sampaikan semua apa yang terjadi,” tambahnya.

Visi integrasi ini tidak terbatas pada angka di atas kertas, melainkan mencakup konektivitas fisik dan kualitas hidup manusia.

Gubernur mendorong kolaborasi lintas provinsi yang mencakup pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan sektor kesehatan, dan pembangunan infrastruktur transportasi darat maupun laut.

Sinergi ini ditargetkan mampu menyatukan Papua Induk dengan wilayah Papua Selatan, Pegunungan, Tengah, hingga Papua Barat dalam satu poros pembangunan yang simultan dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementrian UMKM Dorong Freeport Perkuat Kemitraan dengan Pelaku Usaha di Mimika
Staf Ahli Menteri UMKM Datang ke Mimika, Hadiri Festival dan Bazar UMKM
Serapan Anggaran Masih Rendah, Pj Sekda Mimika Beri Peringatan Keras ke OPD
Program Jempol Adminduk Mimika Terbitkan Ratusan Dokumen Kependudukan
Fakundus Natipia: Jempol Adminduk Solusi Warga Kampung Amamapare Atasi Sulitnya Akses Dokumen Kependudukan
Layanan Adminduk Disdukcapil Mimika Bertandang ke Distrik Mimika Barat Jauh
Menembus Pesisir Mimika demi Hak Sipil Warga Amamapare
Terisolasi dan Beban Biaya: Menakar Model Koperasi BRIDA di Pedalaman Mimika

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:16 WIT

Kementrian UMKM Dorong Freeport Perkuat Kemitraan dengan Pelaku Usaha di Mimika

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:55 WIT

Serapan Anggaran Masih Rendah, Pj Sekda Mimika Beri Peringatan Keras ke OPD

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:12 WIT

Program Jempol Adminduk Mimika Terbitkan Ratusan Dokumen Kependudukan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:51 WIT

Fakundus Natipia: Jempol Adminduk Solusi Warga Kampung Amamapare Atasi Sulitnya Akses Dokumen Kependudukan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:18 WIT

Layanan Adminduk Disdukcapil Mimika Bertandang ke Distrik Mimika Barat Jauh

Berita Terbaru

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ekonomi

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Senin, 5 Okt 2026 - 22:35 WIT

Ketua PC Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Mimika, Muh. Ardhi Chairun. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Senin, 5 Okt 2026 - 19:59 WIT