MIMIKA — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika kembali menghadirkan pelayanan jemput bola administrasi kependudukan (adminduk) ke wilayah terpencil.
Kali ini, tim menyasar Kampung Ohotya di Distrik Mimika Timur Jauh, pada 5–7 Mei 2026.
Program ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat pesisir yang selama ini harus menempuh jarak jauh ke Kota Timika untuk mengurus dokumen kependudukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran tim Disdukcapil disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melengkapi dokumen penting mereka.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutedjo, mengatakan pelayanan jemput bola ini dirancang untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses layanan yang cepat, mudah, dan inklusif.
“Salah satunya adalah keluarga bapak Edi Kawera dan ibu Agata Tiwaiwa sekeluarga yang semua dokumen adminduknya terlayani dengan cepat dan 13 jenis dokumen adminduknya langsung diterima berupa Akte Perkawinan suami/istri, KTP suami/istri, Kartu Keluarga dengan status Kawin Tercatat karena sudah Nikah Gereja & langsung Nikah Pencatatan Sipil, Akte Kelahiran & Kartu ldentitas Anak ( KIA) bagi ke empat orang anaknya,” kata Slamet.
Tak hanya itu, pelayanan ini juga mengedepankan prinsip inklusivitas. Salah satu anak dari keluarga tersebut yang merupakan penyandang disabilitas mendapatkan layanan prioritas.
Selain pelayanan dokumen, Disdukcapil Mimika turut menyerahkan bantuan makanan (bama) sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga setempat.
Slamet menegaskan, program ini merupakan komitmen pihaknya dalam menghadirkan pelayanan publik yang ramah disabilitas serta menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
“Di sela-sela layanan, Edi Kawera tersenyum dan sangat berterima kasih karena telah memiliki dokumen adminduk yang lengkap dan valid datanya, sehingga sangat bermanfaat buat jaminan sosial dan layanan kesehatan masyarakat,” jelas Slamet.
“Ia sekeluarga tidak harus pergi jauh ke kota, tapi bisa memperoleh dokumen adminduk langsung dari kampung Ohotya,” tutupnya.






















