TIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) meluluskan 20 remaja laki-laki kelahiran 2010 dari angkatan kedua Papua Football Academy (PFA) dalam seremoni di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Sabtu, 4 Juli 2026. Para lulusan telah menjalani pendidikan sepak bola berjenjang selama tiga tahun sebagai bagian dari program pengembangan sumber daya manusia Papua yang didanai perusahaan tambang tersebut.
Founder PT Garuda Gemah Nusantara, Ratu Tisha Destria, mengingatkan para lulusan bahwa persaingan di level profesional menuntut ketelitian pada detail sekecil apa pun. “Football is a game of centimeters. Yang membedakan pemain yang baik dan pemain yang luar biasa hanyalah satu sentimeter itu,” katanya.
Tisha meminta para pemain muda mempertahankan disiplin nutrisi, kebugaran, dan manajemen waktu istirahat yang telah dibentuk selama pendidikan di akademi. Ia menyebut Piala Dunia 2038 sebagai target jangka panjang bagi para lulusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Director Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, mengatakan pengelolaan akademi sepak bola formal menjadi ranah baru bagi perusahaan yang selama tiga dekade mendanai program sosial, kesehatan, dan olahraga di Papua. Ia menekankan pentingnya etos kerja dan kepatuhan pada aturan main sebagai fondasi sportivitas.
“Ketika memilih sebagai pemain bola, kita kawin dengan aturan main bola. Keputusan wasit itu mutlak,” ujar Claus.
Claus menegaskan seleksi dan operasional PFA berjalan independen dari manajemen korporasi. “Tidak pernah manajemen Freeport ikut menentukan siapa yang dipilih, itu hak mutlak tim pelatih,” katanya.
Selama pendidikan, para siswa PFA mendapat pembekalan bahasa Inggris dan penguatan mental bertanding lewat program PFA Elite Camp. Angkatan kedua tercatat sudah mengikuti kompetisi di Jepang, Austria, dan Australia.
Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Kabupaten Mimika, Yohana Paliling, menyebut PFA sebagai investasi strategis bagi masa depan sumber daya manusia Papua. “Di lembaga ini, anak-anak kita tidak hanya dibentuk menjadi pemain sepak bola yang terampil, tetapi juga dididik untuk memiliki disiplin, tanggung jawab, dan mental yang kuat,” katanya. Yohana mengingatkan kelulusan ini baru permulaan dari kompetisi pasar yang sesungguhnya di tingkat nasional dan internasional.
Hingga Juli 2026, PFA telah meluluskan 44 siswa, terdiri dari 24 siswa Batch 1 dan 20 siswa Batch 2. Angkatan kedua mengoleksi sejumlah gelar sepanjang 2025 hingga awal 2026, di antaranya juara Garuda International Cup U15 2025, juara Liga TopSkor U16 Regional Surabaya, dan runner-up Piala Soeratin U15 Tingkat Nasional 2025.
Tiga lulusan, Dolvi Theofilus Salossa, Yance Glen Imbiri, dan Stenly Meyanu, telah dikontrak Elite Pro Academy Garuda United U18 pada akhir musim kompetisi 2025/2026. Enam siswa lain mendapat panggilan seleksi Timnas U17 untuk proyeksi Piala Asia pada Juni 2026, empat di antaranya, Dolvi, Yance, Stenly, dan Melki Yatipai, masih bertahan dalam proses seleksi di Solo







