403 Pelajar Diduga Keracunan MBG, YKKMP: Jangan Abaikan Suara Anak Papua

Rachmat Julaini

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah siswa di Jayapura dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, kram perut hingga diare setelah mengonsumsi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Foto: Galeri Papua/Ikbal Asra)

Sejumlah siswa di Jayapura dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, kram perut hingga diare setelah mengonsumsi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Foto: Galeri Papua/Ikbal Asra)

WAMENA – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan yang dialami 403 siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Peristiwa yang terjadi Selasa (4/8/2026) itu membuat sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, kram perut hingga diare setelah mengonsumsi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem, mengatakan keselamatan anak harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perhatian pemerintah setelah terjadinya dugaan keracunan tentu penting. Tetapi pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah musibah terjadi,” kata Theo dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Tokoh Adat Kamoro Bantah Pendangkalan Sipu-Sipu Akibat Tailing Freeport, Minta DPR Libatkan Pemilik Hak Ulayat

YKKMP meminta pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara independen, transparan dan profesional untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Selain itu, pemerintah diminta memastikan seluruh siswa terdampak memperoleh pelayanan kesehatan hingga pulih serta mengevaluasi standar keamanan pangan, kualitas bahan baku, proses pengolahan, distribusi dan pengawasan MBG di Papua.

Menurut Theo, peristiwa tersebut juga harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengarkan suara pelajar Papua.

Sebelum kejadian itu, kata dia, para pelajar di sejumlah wilayah Papua telah menyampaikan aspirasi terkait pendidikan gratis, peningkatan kualitas pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan.

“Pelajar Papua berhak didengar. Aspirasi mereka bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, tetapi masukan untuk memperbaiki kebijakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua

YKKMP meminta pemerintah membuka ruang dialog dengan pelajar, orang tua, guru, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan yang menyangkut kepentingan anak.

Theo menegaskan keberhasilan program nasional tidak hanya diukur dari pencapaian target, tetapi juga dari keamanan, manfaat dan penerimaan masyarakat.

“Keselamatan dan kepentingan terbaik bagi anak harus ditempatkan di atas kepentingan administratif maupun target pelaksanaan program,” tegasnya.

YKKMP berharap kasus di Depapre menjadi momentum pembenahan tata kelola MBG di Papua agar program tersebut benar-benar aman, bermanfaat dan mendapat kepercayaan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua
Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers
Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum
Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus
Saat Gereja dan Daerah Desak Presiden Prabowo Evaluasi Penanganan Konflik di Papua
Jubir OPM Buka Suara soal Penembakan 3 Pegawai di Jayawijaya
Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika
Pemuda Adat Papua Tolak PAPEDA Summit, Soroti Perdagangan Karbon

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:12 WIT

Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Senin, 21 September 2026 - 19:31 WIT

Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers

Minggu, 20 September 2026 - 23:38 WIT

Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 23:29 WIT

Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus

Jumat, 18 September 2026 - 23:13 WIT

Saat Gereja dan Daerah Desak Presiden Prabowo Evaluasi Penanganan Konflik di Papua

Berita Terbaru

Ilustrasi malaria. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Menahan Gelombang Malaria di Mimika

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:15 WIT

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Mimika, Abrianti Nuhuyanan. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

Mimika Punya 11 Titik Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Menyentuh Dua Kawasan

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:01 WIT