Galeripapua, Jayapura – Penyanyi asal Banyuwangi, Wandra Restusiyan, akan tampil untuk pertama kalinya di Kota Jayapura, Papua, Selasa malam, 1 September 2026. Wandra dijadwalkan tampil pukul 19.00 WIT dalam acara yang digelar Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura (HKJSM) di Papua Trade Center (PTC).
Ketua Harian HKJSM Khoirul Anam mengatakan kehadiran Wandra merupakan bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad sekaligus Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia. Wandra dipilih setelah sebelumnya dijadwalkan tampil di Manokwari.
“Memang kita memilih Mas Wandra karena kebetulan juga Mas Wandra ini tampil ada di Manokwari, sekaligus kita arahkan ke Jayapura untuk kita buka Gebyarnya kemerdekaan RI di lingkungan Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura,” kata Anam kepada Galeripapua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anam mengatakan acara tersebut ditargetkan dihadiri sekitar 2.500 orang. Warga Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) menjadi salah satu kelompok yang diperkirakan akan menghadiri acara tersebut.
Menurut Anam, jumlah warga Ikawangi di Jayapura diperkirakan mencapai sekitar 2.500 orang. Selain warga Banyuwangi, anggota paguyuban lain yang tergabung dalam HKJSM, seperti warga asal Jember, Surabaya, Madura, Pati dan Pasundan, juga diundang.
Acara tersebut terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Selain Wandra, penyelenggara menyiapkan penampilan musisi lokal, Noni, bersama rekan-rekannya.
Wandra mengatakan Jayapura menjadi kota ketiga di Papua yang ia datangi untuk tampil setelah Sorong dan Manokwari. Ia menyebut penampilan di Jayapura sebagai kesempatan bertemu masyarakat, khususnya warga Jawa yang telah lama merantau di Papua.
“Saya pengen menunggu kehadiran masyarakat Jayapura khususnya orang-orang Jawa yang sudah merantau lama. Ayo marilah kita datang kumpul bareng untuk senang-senang dan saling bersilaturahmi,” kata Wandra.
Wandra menyiapkan sekitar tujuh hingga delapan lagu untuk penampilannya. Ia juga mengatakan konsep penampilannya di Jayapura akan sedikit berbeda.
Wandra tetap membawa lagu-lagu Banyuwangi, termasuk karya berbahasa Osing. Ia mengatakan pilihan tersebut berkaitan dengan upayanya sebagai putra daerah untuk mempertahankan identitas budaya Banyuwangi.
“Karena saya sangat mencintai karya-karya atau lagu-lagu Banyuwangi. Karena lahir sebagai putra daerah Banyuwangi, kalau tidak saya yang sebagai anak-anak muda, siapa lagi yang melestarikan,” ujarnya.
Menurut Wandra, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mencintai bahasa dan karya daerah masing-masing.
“Banyuwangi punya bahasa Osing, lagu Osing, ya harus kita lestarikan,” kata dia.










