Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Endy Langobelen

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Rettob, diwawancarai awak media usai mengikuti rapat tertutup. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Bupati Mimika, Johannes Rettob, diwawancarai awak media usai mengikuti rapat tertutup. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyebut pihaknya telah mengalokasikan dan menghabiskan sekitar Rp10 miliar untuk penanganan persoalan konflik di Kabupaten Mimika.

Pernyataan tersebut disampaikan Rettob usai mengikuti rapat tertutup bersama DPRK Mimika, aparat keamanan, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Serbaguna Kantor DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih, Timika, Papua Tengah, Rabu (2/9/2026).

Rapat tersebut membahas situasi keamanan di Mimika yang belakangan kembali menjadi perhatian, termasuk konflik antarkelompok di Distrik Kwamki Narama yang dikhawatirkan meluas dan berdampak terhadap masyarakat dari kelompok atau suku lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai rapat, Rettob mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan DPRK Mimika untuk menjalankan berbagai langkah penanganan keamanan yang telah disiapkan.

“Kita bersama-sama untuk bagaimana mencari solusi memberikan keamanan. Ada beberapa langkah-langkah yang sudah kita lakukan dan itu akan kita segerakan,” ujar Rettob kepada awak media.

“Kita datang hari ini kita hanya minta dukungan kepada DPR supaya apa yang mau ditangani oleh pemerintah, keamanan, kita lakukan dan semua dukung,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai dukungan anggaran untuk menangani persoalan keamanan tersebut, Rettob menyebut pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan anggaran dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Kekakuan Administrasi Jakarta vs Realitas Papua: Tantangan Otsus di Mata Velix Wanggai

“Soal anggaran apa? Lah kalau barang itu su dari dulu saya kasih kok. Dari dulu sudah Rp10 miliar habis untuk barang itu. Kamu tahu kah tidak?” kata Rettob sebelum masuk ke dalam kendaraan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rettob dalam konteks pembahasan mengenai langkah pemerintah dalam menangani persoalan keamanan di Mimika.

Namun, dalam kesempatan tersebut, Rettob tidak merinci lebih lanjut mengenai pos anggaran, tahun anggaran, maupun bentuk penggunaan dana Rp10 miliar yang disebut telah dihabiskan tersebut.

DPRK Mimika Siap Dukung

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengatakan pihak legislatif juga siap memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menangani persoalan keamanan.

Menurut Primus, rapat bersama Forkopimda tidak hanya membahas penanganan konflik yang sedang berlangsung, tetapi juga langkah untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi.

“Kita akan support, kita bicara juga sama Pak Bupati untuk bantu dengan anggaran,” kata Primus.

Selain dukungan anggaran, DPRK Mimika bersama Pemkab Mimika dan Forkopimda juga menyepakati sejumlah langkah, termasuk penegakan hukum positif terhadap aksi kekerasan.

Primus menegaskan persoalan yang terjadi tidak boleh terus dibenarkan dengan alasan adat apabila tindakan kekerasan dilakukan di luar konteks perang adat.

“Jadi kita duduk bersama tadi, kita punya kesepakatan itu, kita tanda tangan bersama supaya hal ini tidak meluas terus,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Mimika Setuju Ranperda PP- APBD 2023 Ditetapkan Sebagai Perda

Tim Terpadu Disiapkan

Dalam rapat tersebut juga dibahas pembentukan tim terpadu yang akan melibatkan berbagai unsur untuk menangani sekaligus menjaga keberlanjutan perdamaian di wilayah yang mengalami konflik.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, mengatakan tim tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghentikan konflik, tetapi juga memastikan perdamaian dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Karena di sini kita tidak hanya bicara masalah bagaimana menyelesaikan, tapi merawatnya juga seperti apa,” kata Rumbiak.

Menurutnya, tim terpadu nantinya melibatkan aparat keamanan, Forkopimda, penegak hukum, DPRK, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat.

Ia menilai penyelesaian konflik tidak cukup hanya dengan menghentikan bentrokan. Perubahan pola pikir masyarakat juga diperlukan agar persoalan baru tidak kembali berujung pada aksi saling membalas.

“Yang terpenting setelah ini selesai, tidak boleh berhenti begitu saja. Ini harus terus dirawat dengan bagaimana membentuk paradigma baru, pemahaman atau mengubah mindset daripada masyarakat-masyarakat ini,” ujarnya.

Pembentukan tim terpadu tersebut menjadi salah satu langkah yang disepakati dalam rapat tertutup Pemkab Mimika, DPRK Mimika, aparat keamanan, dan Forkopimda untuk memperkuat penanganan persoalan keamanan di Mimika.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana
DPMPTSP Mimika Dorong Transformasi Digital Kearsipan via Aplikasi SRIKANDI
Sekolah di Mimika Didorong Bangun Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini
Pemkab Mimika Rancang Kota Kapiraya sebagai Pusat Ekonomi Baru di Pesisir
Respons Pemerintah dan Aparat Keamanan Pasca Konflik Bersenjata di Jila Mimika

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Rabu, 2 September 2026 - 15:22 WIT

Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:08 WIT

Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:40 WIT

DPMPTSP Mimika Dorong Transformasi Digital Kearsipan via Aplikasi SRIKANDI

Berita Terbaru